.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, June 24, 2010

Mendapatkan Semua tu MENYENANGKAN-yakin?

Konon, hidup yang enak tu katanya hidup pas-pasan, pas ingin apa langsung ada, langsung dapat. Doa minta apa, langsung dikasih sama TUHAN tepat seperti apa yang kita inginkan saat itu juga. Huahahhahaha, enak banget ya? Puas banget ya pastinya? Kamu yakin bakal puas kalo gitu?

Selalu mendapatkan apa yang kita inginkan dalam hidup ga akan memberikan kita kepuasan selamanya, kita justru memandang rendah apa yang kita inginkan. Mungkin, awal-awal kita akan merasa puas, tapi lama-kelamaan ga akan ada kepuasannya sama sekali. Bahkan kita akan menjadi orang yang ga tau terima kasih. Kita ga akan mengucap syukur atas apa yang kita dapat.

Pernah gak nanya gini, kalo Tuhan mau aku mengucap syukur, kenapa Dia tidak segera saja selalu memberiku SEMUA apa yang aku mau?

Aku mengamati beberapa orang, aku perhatikan, orang-orang yang dari kecil terus-terusan mendapatkan apa yang dia inginkan, biasanya malah tumbuh menjadi orang yang kurang bisa bersyukur. Serius. Beneran nih. Dia bertumbuh jadi orang yang egois, apa saja yang dia mau harus dituruti, kalo gak dituruti dia bakal ngamuk-ngamuk gak jelas. Jarang dia bersyukur. Jarang dia mengucapkan ’terima kasih’.

JADI, untuk menjadi orang yang penuh rasa syukur, ternyata kita perlu mengalami kekecewaan (sesekali aja ya GOD, jangan sering-sering ^^V), kita perlu belajar mengatasi kekecewaan dan kepuasan yang tertunda. Supaya pada akhirnya kita bisa benar-benar merasa puas saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan.


Kasongan, 21 Juni 2010
JEILU


M E G A

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs