.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, November 5, 2010

Tanda di Telinga

Aku baru baca-baca lagi bukunya W. Phillip Keller yang judulnya A Sheperrd Looks At Psalm 23, ada sesuatu yang menarik disitu. Jadi Om Philip ni punya peternakan domba, pas dia baru beli domba–domba betinanya untuk pertama kali, seorang temannya menyerahkan sebuah pisau belati yang bsar dan tajam, sambil berkata singkat, ”Nah Philip, mereka milikmu. Sekarang kau harus membubuhkan tandamu pada mereka.”




Jadi gini, rupanya setiap domba tu punya tanda khusus di telinganya, pemilik domba menyayat salah satu telinga domba-dombanya. Supaya dengan cara ini, dari kejauhan pun bisa ditentukan sapa pemilik domba itu.



Om Philip bilang, gak menyenangkan untuk untuk menangkap domba-domba itu satu per satu trus meletakkan telinganya di balok kayu, lalu menorehkan dalam-dalam dengan sisi pisau yang tajam. Baik si pemilik maupun dombanya merasa sakit lho.... Tapi, ini kesaksian Om Philip lho, katanya dari penderitaan mereka bersama, terbentuk suatu tanda kepemilikan seumur hidup yang gak dapat dihilangkan Sejak itu, domba yang menjadi miliknya mempunyai tandanya.



Ada kesamaan yang mengejutkan dengan di Perjanjian Lama. Ternyata, ketika seorang budak di keluarga Ibrani mana pun memilih dengan kemauannya sendiri, untuk menjadi anggota rumah itu seumur hidupnya, dia harus mengikuti ritual tertentu. Tuan sekaligus pemilik dirinya akan membawa dia ke pintu rumahnya, menempatkan cuping telinganya di tiang pintu dengan penusuk melubangi telinga itu. Sejak saat itu, dia menjadi orang yang ditandai seumur hidupnya menjadi milik keluarga tersebut.



Membaca ini, kayaknya mulai sekarang kalo ngeliat orang yang ditindik telinganya, aku jadi berpikir, “Ni orang dah ditandai, milik siapa ya dia?” . Huahahahahahaha



Kasongan, 21 Juli 2010

-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs