.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, March 7, 2011

Empat Puluh Tahun di Tanah Midian

Kisah Para Rasul 7:20-45
Keluaran 1-3

Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel. Kis 7:23

Dan sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Kis 7:30

Maka berpalinglah Allah dari mereka dan membiarkan mereka beribadah kepada bala tentara langit, seperti yang tertulis dalam kitab nabi-nabi: Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan persembahan selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel? Kis 7:42

Baca cerita singkat perjalanan Musa dan orang Israel di Kisah Para Rasul ini, aku tertarik banget coz berulang kali penulisnya menuliskan kata EMPAT PULUH TAHUN. Fiuh....40 tahun tu luamaaa buanget lho....^^’ Umurku aja blom nyampe 40 tahun, hehehehe. Dan beberapa EMPAT PULUH TAHUN lo yang harus dialami Musa, gubraaakkkk!!!! Padahal 40 tahun itu sendiri aja dah lama, apalagi beberapa kali!! Fiuhhh.....

Sapa yang pernah mengalami harus menantikan jawaban doanya sampe 40 tahun?
Gak ada?
Oh, ada.....Tapi kalo 40 tahun x n
dimana n=bilangan asli.1 > 1 (2,3,4, dst...)
PASTIIII...jarang buanget kan? Kan?!! maksa.com ^^V

BUT, taukah kamu, pas baca bagian di atas, aku tersepona....

Pada waktu umur 40 tahun Musa dah punya keinginan untuk membebaskan sodara-sodaranya sebangsa (alias wong Israel) setelah ngeliat derita&aniaya yang dialamin wong Israel, dia pengen ngebebasin mereka. Udah usia mateng nih menurut Musa, gak ketuaan, gak kemudaan kan? This is the time GOD.... (maunya...)

TAPI Musa terdampar di Midian gara-gara musti kabur setelah dia berusaha membela orang sebangsanya, seolah-olah God bilang, “Sono Mus, lu ke Midian aja dulu....!! Belum waktunya Israel bebas, ntar yeee...kalo dah waktunya GW panggil... ”

Dan.....Musa harus menunggu selama 40 tahun di Midian sampai Allah memanggil dia.
Bukannya 40 tahun kemudian dia tiba di tanah perjanjian lo.....
tapi dia BARU dipanggil untuk ‘BERTUGAS’  stelah nunggu 40 tahun

Itung dah, umur 40 tahun dia malah sibuk melarikan diri ke Midian sono, dan 40 tahun kmudian baru kluar SPT (Surat Perintah Tugas) buat Musa, brarti umurnya waktu tu SPT kluar udah 80 tahun kan dia? Udah jadi engkong2 dia baru dipanggil Allah, ya olohhh.....

Mungkin kalo jadi Musa aku dah nolak dan bilang, “Plis deh GOD, aku dah ketuaan nih buat tugas ini, knapa gak 40 tahun yang lalu? Knapa baru skarang?”

Aneh deh GOD ni kalo dipikir-pikir, perlu po sampe 80 tahun umur Musa baru dia dipanggil untuk melakukan perjalanan?

Knapa sih ga waktu umur Musa 40 tahun aja dia langsung memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir?

Knapa gak waktu Musa masih kuat dan gagah dia diutus?

Di umur 40 tahun Musa dah punya keinginan kuat untuk membebaskan bangsanya, dan dia dah berinisiatif ‘beraksi’,  aku bilang berinisiatif coz TUHAN blom nyuruh dia, tapi dia dah ngambil tindakan sendiri, hmm.....tindakan pintar kan?

Errr....gak tau nih dibilang pintar apa gak, tapi alhasil dia mesti melarikan diri, dan nyampe ke Midian. DANNNNN.... tinggal di sono 40 tahun sampe bner2 TUHAN panggil dia, hmm....

Ada-ada aja ya TUHAN ni, ngapain juga harus nunggu 40 tahun untuk Musa diutus, ternyata misteri terpecahkan disini, simak ya:
Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Kel 3:1

Kebayang gak sih, selama 40 tahun Musa kerjaannya menggembalakan kambing domba mertuanya, cckkk...cckkk...cckkkk.... dah kenyang pasti dia ngeliat kelakuan kambing domba yang macam-macam itu ^^V  

EMPAT PULUH TAHUN dia mengembalakan kambing domba di Midian adalah waktu dimana TUHAN mempersiapkan Musa menggembalakan bangsa Israel. Musa perlu latihan menggembalakan kambing domba sebelum akhirnya menggembalakan umat Allah, hehehehe.

Musa harus belajar bersabar dan menantikan waktu TUHAN.

TUHAN mau nunjukin ke Musa, bahwa bukan Musa yang akan membebaskan bangsa Israel, tapi TUHAN.

Aku belajar dari cerita ini,
.... saat kita berinisiatif ‘beraksi’ sendiri dan menggunakan kekuatan kita sendiri, maka kita akan menimbulkan kekacauan

.... perlu banget ‘bergerak’ pada waktu yang tepat-waktu yang sudah ditentukan Allah, waktu dimana Allah memanggil kita, bahkan jika itu membutuhkan waktu 40 tahun (duh, lama juga ya kalo nyampe 40 tahun.....)

.... waktu-waktu penantian yang kelihatannya gak ada gunanya bagi kita sebenarnya waktu dimana Allah memperlengkapi kita untuk melaksanakan tugas yang disiapkan-Nya bagi kita

.... saat kita lemah dan ngerasa gak mampu mungkin TUHAN memanggil kita untuk melaksanakan tugas kita, supaya nyata kekuatan-Nya saja yang memampukan kita

.... pada akhirnya, semua untuk menunjukkan kalo TUHAN lah yang akan mengerjakan semua di dalam kita menurut kerelaan-Nya, bukan dengan kekuatan kita, tapi kekuatan Allah. Sgala kemuliaan hanya bagi-Nya.

Aku belajar bersabar sekarang di tanah Midianku, mempersiapkan diri menanti Allah memanggilku melaksanakan tugas yang sudah disiapkan-Nya bagiku, melakukan segala yang diperlukan agar aku siap saat dipanggil. Jangan sampai waktu Dia memanggilku mengerjakan tugasku dan aku kedapatan gak siap, betapa sia-sianya waktu penantian ini kalo demikian yang terjadi, fiuhh.....

Saat ini, aku gak tau apa yang aku lakukan sekarang sudah benar, sudahkah semua yang kulakukan ini sesuai dengan yang Allah ingin aku pelajari? Apakah ini semua berguna nantinya untuk mewujudkan visi Allah atas hidupku?
Bahkan jika aku perlu menunggu hingga lemah seperti Musa, aku belajar percaya, kekuatan Allah sempurna dalam kelemahanku. Dia tau waktu yang tepat.

Sekarang, aku hanya perlu melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan dengan sepenuh hati, menanti-nantikan Dia menghasilkan hal-hal luar biasa dari kesetiaan-kesetiaan kecil yang tiap hari aku berjuang melakukannya.

Kasongan, 7 Maret 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs