.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, March 3, 2011

Tanya Suami Dulu

Waktu SMP dulu, aku senang berjualan, hehehe, senang melihat barang yang aku jual laku, puasss buanget, walopun untungnya gak banyak, lumayan lah buat jajan. Nah, akhir-akhir ini, aku berjualan juga di kantor, macam-macam dah yang kujual, dari baju, pulsa, ampe kosmetik, hehehehehe. Kemaren waktu aku menawarkan barang yang aku jual ke seseorang temanku, dia bilang gini:Wah...aku mau Meg, tapi tar dulu ya, aku tanya suamiku dulu.

Tau gak sih, dalam hatiku aku langsung berucap,”Hah? Tanya suami dulu? Yang bner aja? Thank’s GOD aku belum bersuami...”

Serius, aku ngucap gitu dalam hati. Aku belum bersuami sihhhh.....Tapi gak kebayang dah buatku kalo someday aku dah bersuami trus tiap beli barang yang aku inginkan aku mesti tanya suamiku dulu, waduhhh......Iya kalo sang suami tercinta setuju, kalo ngga?Masa aku gak bisa beli tu barang. Ccckkk....cckk....cckk... Iya lah ya kalo harga tu barang emang bakal mempengaruhi keuangan keluarga, wajarlah tanya-tanya dulu, kalo gak, ngapain?

Trus, aku kan kerja, so...uang yang aku pake kan uang gajiku, masa sih untuk make uang hasil keringatku sendiri musti tanya suami dulu, fiuhhhh.....

Dan sekarang kata-kata temanku itu terngiang-ngiang, sambil mikir, kok bisa ya dia setunduk itu ma suaminya, emang ada apa sih, beli barang aja mesti tanya suami. Ini baru beli barang yang sepele aja ya, berarti untuk buanyak hal lain yang lebih penting pun kudu mesti harus wajib tanya suami dunk? Weleh...weleh... ga habis pikir. Gitu ya kalo punya suami, ada apapun perlu diskusi or bikin rapat dulu berdua, dan  gimana kalo sang suami punya pendapat yang beda, apa olwes tunduk nih sang istri?

Then, karena kepikiran hal itu, aku diingatkan sesuatu, bukankah aku juga mempelainya KRISTUS?

Mungkin TUHAN izinkan para wanita menikah supaya belajar, kalo dia bisa tunduk kepada sang suami, bukankah betapa lebih lagi ia harus tunduk kepada KRISTUS.

Dan, mungkin untuk wanita yang tidak menikah ataupun belum menikah, bisa melihat contoh nyata dari kehidupan mereka yang sudah bersuami, dan belajar tunduk kepada KRISTUS lewat para wanita yang tunduk pada suaminya, seperti kawanku tadi.

Kupikir, kawanku tadi pun gak asal tunduk aja, aku percaya kalo dia tunduk pada suaminya karena dia tau dan yakin kalo sang suami selalu melakukan dan menginginkan yang terbaik baginya. Dia mempercayai dan menghormati pendapat sang suami sepenuhnya. Dia ingin melakukan apa yang baik menurut orang yang dikasihinya, orang yang dipercaya ALLAH memegang otoritas atas hidupnya. Sang suami bukan Cuma teman hidupnya, tapi kepala atas rumah tangganya, dan dia menempatkan suaminya pada posisinya itu. Salut euyyy.....

Nah MEG, kalo seorang manusia bisa menundukkan diri pada seorang manusia yang lain yang kita tau gak sempurna, bukankah betapa kamu harus lebih lagi tunduk pada KRISTUS-sang suami yang PERFECTO?!!!

So...ada apa-apa Meg, keputusan apapun, tanya dulu sama suamimu! Hehehehe ^^V


Kasongan, 3 Maret 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs