.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, April 24, 2011

Selamat Menjadi Wanita!!


Selamat Menjadi Wanita!! (buat para wanita)

Mungkin agak aneh ya ucapan selamatku tadi, hehehehe....

Iye, tanggal 21 kemaren kan Hari Kartini, jadi aku menerima ucapan selamat hari Kartini dari beberapa temanku, hmm...

Jadi merenung....

Kalo hari Kartini gitu, yang kemudian terlintas di benakku adalah gimana sosok Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita, konon, pada zamannya ibu Kartini, para wanita tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan seperti layaknya pria, karenanya  dia memperjuangkan hak tersebut.

O,iya kata emansipasi sendiri dalam KBBI online berarti:
eman·si·pa·si /Γ©mansipasi/ n 1 pembebasan dr perbudakan; 2 persamaan hak dl berbagai aspek kehidupan masyarakat (spt persamaan hak kaum wanita dng kaum pria)

Jadi ingat...Beberapa waktu yang lalu, aku dan Mano (temen sekantorku, pria) pernah sharing, dan dalam sharingku aku mengungkapkan rasa iriku ke adekku yang menurutku-HANYA karena dia pria, dia mendapat kesempatan yang lebih besar akan banyak hal. Dan si Mano bilang wajar aja, karena adekku sebagai pria punya tanggung jawab yang berbeda dengan aku yang perempuan, gak perlu aku iri. Dan dia sempat bilang, ternyata diam-diam aku ni egois juga ya... Weittsss, langsung kagak terima aku dikatain gitu, dalam kepalaku tereak “TIDAAKKKKK....”. Menurutku, masalahnya bukan karena aku egois, tapi emang aku ngerasa ada ketidakadilan dalam memperlakukan aku dan adekku yang notabene seorang pria.

DAAANNNN, kupikir karena beberapa faktor si Mano bersikap gak objektif. Ya iyelah, die sama-sama cowo, kayak adekku, gimana dia gak membela kaumnya :p Terus, latar belakangnya yang BATAK asli, pastinya ngaruh banget sama pola pikirnya, fiuhhh....jadi males deh. Gak diperpanjang lagi dah sharingnya, muaaallesss.... ^^’

Gak disangka-sangka, pas hari Kartini kemaren aku mulai menyadari tentang ketidakadilan yang terjadi antara pria-wanita ini, dan menerimanya dengan hati damai, gini ceritanya....

Kami bertiga (Aku, Mano dan Kamlin) pulang dari perjalanan dinas, baru turun di dermaga Tumbang Samba, kami langsung mencari travel untuk balik ke Kasongan, dan thank’s God, gak perlu nunggu waktu lama, kami dapat travel. Payahnya, hanya ada 1 tempat duduk di tengah, 2 orang lagi harus duduk di belakang. Haduh, kepalaku sakit kalo ngebayangin harus duduk di belakang, emang si perjalanan Cuma 2 jam, tapi jalannya rusak bo. Dan waktu naek travel, tanpa kuminta, kedua temanku priaku ini langsung ngambil posisi duduk di kursi VIP di belakang, dan aku bisa duduk manis di tengah. Fiuh....thanks pak....!! ^^’ Baek banget kedua kawanku ni pikirku, ini baru pria, hahahahaha. Hellloooo....Mang selama ini kamu kira mereka apa Meg? Gkgkkgkgkkgkgk

Bneran dah, waktu tu aku ngucap syukur banget duduk di tengah, yaelah....segitunya ya aku. Tapi, emang badanku serasa remuk abis perjalanan di klotok,6 jam di sungai booo..... Gak kebayang harus duduk di blakang dengan jalan yang rusak gitu. Jadi, thank’s GOD banget lah pokok’e. Bersyukur kedua kawanku ini gak nuntut emansipasi wanita, kalo hak wanita dan pria emang bner-bner SAMA, harusnya ‘hak duduk’ mereka untuk duduk di tengah sama dong kayak aku yang wanita, tapi ternyata ngga, hak duduk itu jadi milikku, saat itu aku ngerasa bersyukur banget jadi wanita.

Mengalami hal itu, aku berjanji gak akan ngiri-ngiri lagi dah ma adekku yang cowo. Emansipasi yang menuntut persamaan hak dalam segala hal tu tidak adil kalo tanpa disertai persamaan kewajiban dalam segala hal juga. Sungguhkah kita, para wanita mau melaksanakan kewajiban yang sama dengan para pria? I’m not sure. Karena emang pria dan wanita tu beda, kita semua punya peran masing-masing. Hanya karena dalam beberapa hal para pria terlihat lebih diuntungkan, bukan berarti kita sebagai wanita dirugikan. Gak kok, memang ada hal-hal tertentu yang hanya bisa dikerjakan para pria, dan ada pula hal-hal lain yang hanya bisa dikerjakan para wanita.

Pria dan wanita gak akan pernah sama. Karena memang mereka berbeda. Dan kupikir, sungguh indah perbedaan ini terjadi. Tidak ada yang lebih rendah. Tidak ada yang lebih kuat. Tidak ada yang lebih pandai. Mereka sejajar. Dan saat mereka menjalankan perannya masing-masing, itu adalah hal yang sangat baik.

Wanita, gak perlu memperbesar otot yang diperuntukkan bukan untukmu. Tuhan punya rencana dengan segala yang diberikanNya bagimu. Nikmatilah peranmu sebagai wanita Allah, dan dukunglah para pria Allah dan wanita Allah di sekelilingmu menjadi yang terbaik seperti yang diinginkan Tuhan bagi mereka. Bersukacitalah menjadi seorang wanita.

Selamat menjadi wanita...!!! ^^V


Palangka Raya, 24 April 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs