.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, May 25, 2011

Deret Nama ^^V

Kalo di pelajaran Matematika ada yang namanya deret hitung dan deret geometri, kali ini aku mau memperkenalkan deret nama, hahahahahaha, apaan sih kamu Meg?!!! ^^’
Okeh, ni ada deret nama:
Habel,
HenokH,
NuH,
AbrAHam,
Sara,
IshAK,
yakub,
Dua Anak yusuf (Efraim dan Manasye),
YusuF,
orang Tua Musa,
Musa,
Orang Israel,
RahaB,
GiDeon,
BaraK,
SimsoN,
YefTa,
Daud,
SamuEL,...... (bdk Ibrani 11:1-40)
Seandainya, kita harus menamai kelompok ini dengan sebuah nama, apa nama yang pas?
Kalo di Ibrani 11:1-40 sih dengan jelas dikatakan mereka adalah SAKSI-SAKSI IMAN
Pas aku baca, berasa diingatin, “Tuh Meg, kalo mau belajar bagaimana mempercayai Allah, belajarlah dari mereka! Mereka contoh buatmu!“
Alkitab mencantumkan nama mereka bukan karena mereka sudah sempurna dan sungguh-sungguh mempercayai Allah 100% olwes ol de taim, tapi karena mereka adalah gambaran manusia biasa yang ingin mempercayai Allah dan belajar untuk mempercayai-Nya hari lepas hari. Kalo kita membaca satu persatu kisah saksi iman yang tercantum tadi, kita akan dapati mereka juga sering meragukan Allah, mereka jatuh bangun dalam iman mereka, terkadang lebih mengandalkan diri sendiri dibandingkan Allah. MEREKA MANUSIA BIASA, sama seperti kita.
Aku yakin, gak ada di antara nama-nama tadi yang dari lahir dah langsung percaya pada Allah, ato langsung punya iman sebesar biji sesawi (yang bisa mindahin gunung itu ^^). Kepercayaan mereka tumbuh dari hari ke hari, kadang ada hama keragu-raguan yang menganggu, kadang Allah perlu BERKALI-KALI mengulang janji-Nya, ato Allah terus-menerus menyatakan kehadiran-Nya untuk meyakinkan mereka.
Kalo membangun kepercayaan orang lain kepada kita bukan hal yang mudah, sama halnya dengan mempercayai juga bukan hal yang mudah. Kita, manusia, tidak gampang menaruh kepercayaan kita kepada orang lain, karena sepanjang hidup kita, lebih banyak kita menemui orang-orang yang gak dapat dipercaya dibanding yang dapat dipercaya. Kalau kita susah mempercayai sesama manusia, yang dapat kita lihat kehadirannya, bukankah wajar kalau kita perlu waktu untuk sungguh beriman kepada Allah (yang gak kelihatan ini).
Bayangkan bagaimana proses kita mengenal seseorang sampai akhirnya kita sungguh mempercayainya, perlu proses kan? Untuk dapat mempercayai seseorang, dan mempercayakan seluruh rahasia bahkan hidup kita tidak hanya butuh waktu seminggu atau dua minggu, kita perlu bergaul dengannya secara intens, berusaha mengenalnya lebih sungguh sampai akhirnya kita putuskan dia dapat dipercaya, dan menikmati kebersamaan kita dengannya. Karena kita mengenalnya, kita mempercayainya.
Apakah itu berarti kita akan SELALU mempercayai dia? Gak juga kan? Bahkan sesudah kita memutuskan dia dapat dipercaya, bisa saja ada keadaan yang membuat kita mulai meragukannya. Hanya pengenalan kita akan dia yang membuat kita tetap ingin mempercayainya, bahkan di tengah keraguan.
Karena kita mengenalnya, kita mempercayainya dan tetap ingin mempercayainya di tengah keraguan kita.
Kupikir, Allah gak menginginkan iman membabi buta, yang asal percaya tanpa pengenalan yang sungguh kepada Allah. Allah ingin bersekutu dan menjalin hubungan dengan ciptaan-Nya. Allah bersedia kok melalui proses itu bersama kita, sampai kita mempercayai-Nya dengan sungguh. Dia malah menyukai waktu kita bergaul dengan-Nya, Dia senang waktu kita berusaha mengenal-Nya. Lewat pengenalan kita, kita akan melihat kalau Dia sanggup membuktikan bahwa Dia Allah yang dapat dipercaya dan iman kepercayaan kita kepada-Nya bukan sesuatu yang sia-sia.
Jangan merasa gak layak ato berdosa waktu kita mulai meragukan Allah, itu wajar kok. Kalo kita mau belajar dari para saksi iman di atas, mereka bukannya gak pernah meragukan Allah, Sara meragukan janji Allah, Gideon minta bukti atas kehadiran-Nya, Abraham berbohong untuk melindungi dirinya karena meragukan perlindungan Allah, dll (Ayo dibaca kisah mereka.... ^^v). TAPI mereka tetap melangkah bersama Allah,mereka BELAJAR mempercayai Allah setiap harinya.
Sewaktu kita mulai meragukan Allah, tetaplah belajar mempercayainya!!
Ingatlah deret nama di atas, deret nama saksi iman dalam Alkitab ^^V Ingatlah, bahwa mereka adalah orang-orang biasa, yang juga telah belajar mempercayai Allah sepanjang hidupnya.
Kalau mereka pernah meragukan Allah namun telah menyaksikan betapa Allah sungguh layak dipercaya, kali ini giliran kita menyaksikannya ^^
Kasongan, 25 Mei 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs