.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, June 28, 2011

Nyatakan Yesus Dalammu


Nyatakan Yesus dalammu,
nyatakan Yesus dalammu;
sampaikan Firman dengan hati teguh,
nyatakan Yesus dalammu.

Masih terngingang di telingaku.....*ngedangdut*
Iyoooo, beneran dah.....
Lagu pengutusan ibadah 2 minggu lalu dari NKB.204 yang berjudul Di Dunia Yang Penuh Cemar (ituuuu...yang tak cantumin di atas), sampe sekarang masih terngiang-ngiang, masih kusenandungkan tiap hari minimal sekali. Entah kenapa pesan yang kami lagukan bersama itu terasa banget sampe sekarang.
NYATAKAN YESUS DALAMMU Meg!

Apakah orang lain sudah melihat dengan jelas Yesus hidup di dalam kita, ato keberadaannya nampak samar (dan bahkan tak tampak)?
Apakah kita tampak berbeda dengan dunia? Ato malah gak ada bedanya?
Sudahkah kita bekerja seperti Yesus bekerja?
Bagaimana orang lain memandang kita?
Apakah kita dikenali sebagai pengikut Kristus?

Sempat aku shock mendengar perkataan seorang rekan di kantorku beberapa waktu yang lalu, dia berkata,”Dulu aku kira bu Mega ni lain orang Kristen. Waktu aku dengar lagu rohani diputar tiap pagi dari ruangan ibu, baru aku tanya-tanya ke Bu Vina, trus kapan tu ibu pake kalaung Salib, baru aku yakin.”


WHAATTTTT?
Kaget aku.
Bukan hanya karena dia salah mengira awalnya....
Tapi yang bikin aku shock dan tertohok, waktu ni ibu bilang yang membuat dia sadar kalo-kalo perkiraannya salah adalah waktu dia dengar lagu rohani yang aku putar tiap pagi, dannnnn kalung salib yang aku pake.
DARI ATRIBUT dia mengenaliku, hikssss.....
Jadi bertanya-tanya, apa selama ini sikapku tidak  menunjukkan aku pengikut Kristus?
Aku blum hidup seperti Yesus hidup dunk, belom sedemikian jelasnya sampai orang-orang mengenalku hanya dari atribut, sediiihhhhh.... :’(

TRUSSS, di lain waktu ada tamu bosku datang, dan di ruangan kami, waktu dia ngbrol sama bosku, aku juga diikutsertakan dalam obrolan itu. Bapak itu bertanya, aku ni aslinya dari mana, kok seperti pernah mengenali mukaku. Nah, lalu bosku bilang, “Mega ni anak alm.Bambang Waldy, kenal ja kalo bapak?”

Dan tamu bosku manggut-manggut bilang,”Pantas aja tadi kayak kenal, mirip sekali kamu dengan bapakmu. Dari tadi mikir, mirip siapa lah kamu ni. Saya kenal juga sama bapakmu. Tiap ke Kasongan dulu, dia ada ja mampir ke rumah saya. ”

Tau gak sih, waktu itu aku senang dan bangga orang lain mengenaliku sebagai “anak papahku”, bahkan waktu dia blom mengenaliku dan tahu dengan jelas siapa aku, dia melihat ‘gambar papahku’ di dalam diriku. That’s mean so much for me. I love my father very much, hehehehehehe, jadi senang banget mewarisi wajahnya, dan orang lain tau aku anak papahku.

Kalo ‘gambar papahku’ di dunia kuwarisi sejak lahir, sehingga orang-orang yang juga mengenal papahku bisa menyatakan aku mirip banget dengan papahku, BERBEDA dengan ‘gambar Yesus’ yang gak otomatis aku miliki sejak aku lahir baru. Untuk memiliki ‘gambarNya’ yang jelas dalam hidupku, perlu kerja keras dan pertolongan dari Roh Kudus.

Karakter Kristus, sikap, dan hati-Nya terlihat dalam kita kalo kita mau tunduk dan bekerja sama dengan Roh Kudus untuk menumbuhkannya. Tidak bisa dengan usaha sendiri. Tidak bisa pula hanya dengan karya Roh Kudus. Kita dapat dibentuk menjadi serupa dengan Dia, hanya jika kita bersedia dibentuk.

Dimulai dengan bertanya, “Apa yang dilakukan Kristus jika berada dalam tempat kita?” Dan lakukanlah! Terus-menerus. Maka sejak itu, kita menyatakan Yesus yang ada di dalam kita. Dann....kurasa gak lama lagi orang akan melihat gambar Kristus di dalam kita. Amin

Mari, nyatakan Yesus dalammu!



Kasongan, 28 Juni 2011
-Mega Menulis-

Monday, June 27, 2011

Aku Maluuuu.....!!!



Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus." Markus 8:38

“Kamu malu ga mengakui Yesus?”
Seakan-akan, itu yang ditanyakan ke aku, waktu dengar ayat tersebut dibacakan pendetaku dalam ibadah Minggu. Dan, dalam hati aku menggeleng kuat-kuat.  Gak lah, aku gak malu mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Mosok sih aku malu mengakui Dia yang sudah mati buatku? ^^’

DAAANNNN....
Tiba-tiba, pak pendeta bilang kalo malu disini bukan sekedar ‘malu’ mengakui dengan mulut thok kalo Yesus Juruselamatmu! Tapi, dalam hidupmu, malu gak sih melakukan apa yang diinginkan Tuhan Yesus dalam hidupmu? Malu gak sih jadi berbeda dengan dunia ini? Malu gak sih berlaku sebagai anak-Nya?

JEDEEERRRR!!!!
Bagai kesambar geledek dah aku *gaya, kayak pernah disambar geledek aja kamu Meg!*

AKU MALUUU.....!!
Iya, seringkali aku malu (bahkan takut) MELAKUKAN yang berbeda dengan orang-orang di sekelilingku. Tau kan kalo ajaran dan teladan Yesus berbeda dengan dunia?


Saat aku berlaku jujur, dan orang lain berlaku gak jujur, seringkali aku takut dibilang munafik, sok-sokan, sok suci....
Sewaktu orang lain menyampaikan banyak cerita, entah benar ato gosip, dan aku gak tau apa-apa, karena MEMILIH TIDAK MAU MENDENGAR, kadang aku ngerasa malu ato kuper ato pendek antenaku (konyol ya, padahal dah tau pembicaraan tersebut banyak yang berguna).....
Saat orang lain membicarakan hal-hal yang jorok dan aku tau itu seharusnya tidak untuk dibicarakan di depan umum, aku malu karena saat orang lain bicara, aku memilih diam dan dianggap bodoh, bah.....
Dan banyak lagi....

Aku sedih.....
Ternyata, aku juga sering malu mengakui TUHAN YESUS...
Fool me.... Tapi emang itu yang sering aku lakukan!
Payah ya?!

Menjadi berbeda dengan dunia bukan hal yang mudah, jadi berbeda tu gak enak, bahkan walaupun benar! Beneran deh, ada rasa terasing, jadi makhluk aneh sendiri rasanya. Hahahahaha.....That’s what I feel.
MALU karena berbeda dengan dunia.
MALU melakukan yang benar.
MALU melakukan kehendak Tuhan.
MALU .......

Bersyukur banget diingatin tentang hal ini, jadi mengkoreksi diri , jadi tobattt....
Minta ampun ke Tuhan karena dah malu mengakui-Nya, jahat banget ya aku?
Teganya kamu melakukan ini pada Yesus, Meg!

Mengakui Tuhan Yesus ternyata gak Cuma dengan mulut ato dengan lidah, mengakui Dia dalam segala tingkah laku, dalam segala perbuatan, itu juga perlu. Jangan hanya bangga di mulut aja jadi anak-Nya, jangan hanya mengakui Dia di mulut aja Meg, tapiii.......

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Amsal 3:6

DALAM SEGALA LAKUMU, MEG, AKUILAH TUHAN YESUS!
DALAM SEGALA LAKUMU!!!!
Gimana caranya?
Dalam segala yang kamu perbuat Meg,
nyatakanlah Yesus yang ada di dalammu,
ikutilah teladan-Nya!

JANGAN PERNAH MALU KARENA BERBEDA MEG!
NGAPAIN MALU SAAT  KAMU MENYENANGKAN TUHAN?
JANGAN PERNAH MALU MEG!


Kasongan, 27 Juni 2011
-Mega Menulis-

Wednesday, June 22, 2011

Being On Time

AGAIN, kali ini aku mau ngebahas masalah waktu.
Hahahaha, bosan...bosan dah...ngebacanya :p  Hayo, yang bosan angkat tangan?
*angkat tangan*
Piye ki? Mosok yang nulis juga dah bosan? Kacaaaauuuu...!!! ^^’
Gak deng, becanda, aku blom bosan kok. So, selagi yang ngetik blom bosan, manut wae yo...??? ^^V

Okey, kali ni aku mau ngomongin eh ngetikin masalah ON TIME. Sebagai penggenapan janjiku ke sahabatku Ria, yang share masalah ‘on time’ tapi ga hobi nulis dan maksa-maksa aku nulis pengalamannya, huahahahahaha, piss Ya.... ^^V

Ok, aku tanya dulu, sapa yang doyan on time?
Haduh....kok dikit yang angkat tangan? Yang laen pada kemana?
Hmm.....

Masalah on time ni sering banget disepelein, bahkan anak Tuhan pun banyak yang anggap enteng masalah on time ni. Hei.... Jangan sembarangan. Dah pernah dibilang kan, barangsiapa setia dalam perkara kecil, dia juga setia dalam perkara besar. Kalo masalah waktu aja kita gak bisa dipercaya, gimana masalah laen yang lebih besar?

Cerita dikit yooo.....
Dulu zaman aku pelayanan di UKM Kristen, pertama-tama jadi pengurus aku terima undangan rapat, dan disitu tertulis waktu mulai rapat pukul 16.00 WAT (Waktu Anak Tuhan), weisss......baru tau ada waktu ginian, hahahahaha, ada-ada aja. Aku datang ½ jam sebelum dimulai rapat, maklum.....masih baru jadi pengurus (gak enak kan ma senior kalo telat, gkgkgkgkgk) lagian udah terbiasa dididik disiplin waktu sekolah (SD-SMP ku di sekolah swasta Katolik yang mengharamkan banget telat, sampe-sampe aku dulu olwes datang pagi barengan Pak Bon yang bersih-bersih sekolah, huaaaa.....segitu ta). Dan, ternyata....WAT di rapat perdana tu bneran kok, dimulai ON TIME!! Mantappppp d^^b

Sayang teramat sayang, itu Cuma berlangsung di awal kepengurusan, hiksss.....Lama kelamaan, mulai deh penyakit ‘NGARET’ menjangkit. Gak tau sapa yan duluan kena ni penyakit, tapi mulailah penyakit ini muncul hampir di tiap kegiatan. Yang bikin sebel, dan maluuuuu.....Kalo pas PU (Persekutuan Umum), pembicara udah datang, kita dah mau doa pelayan, ehhhh, ada aja singer ato mc ato pemusik ato pengurus yang blom datang. Duh, bner-bner dah. Molor 10 ato 15 menit ma uda biasa, hiksss....dan itu gak dihitung telat. Tiap evaluasi dibahas, ada perbaikan, tapi then terulang lagi gak lama. Ini gak Cuma di Persekutuan Umum, tapi di Persekutuan Doa, Desa Binaan, Rapat dan evaluasi, latihan pelayan, dll. Fiuhhhh..... Sediihhhh.....

O, iya...yang sering jadi alasan telat dimulainya (padahal udah ada yang datang ni) adalah karena menunggu banyak yang hadir. Soalnya gimana juga mau mulai, kalo yang datang on time baru 2 ato 3 ato 4 orang, sedang yang blom datang serombongan. Lucu kan rapat Cuma berempat?

Sedangkan alasan yang telat datang adalah,”Ngapaen juga on time, toh pasti blom dimulai.” Nah lho? Kalo semua mikir gini, kapan on time-nya???
Duh, miris banget gak sih?

Aku termasuk golongan yang ga suka telat dan berusaha on time olwes (minimal 15 menit sebelom acara aku dah ada di tempat), kalo aku telat (ato bahkan gak bisa datang) aku bakal ngasi tau sama yang ngadain kegiatan. Jadi, pas acara telat dimulai aku bakal kesel buanget (tapi kalo bawa buku buat dibaca pas nunggu, tingkat kekesalanku LOW kok, gkgkgkgkgk). Gak sabaran banget ya aku? Hahahahaha.

Gregetan deh ngeliat orang yang gak on time, apalagi pas kegiatan Gereja ato pelayanan. Bukannya aku sok-sokan, aku juga pernah kok gak on time (karena ketiduran, hahahahaha, kacauuuu!!! ^^’) tapi ada lo orang yang suka molor datang pas acara, haisss....! SUKA boooo...Ya itu tadi, karena dia mikir,”Toh mulainya gak on time juga kok, udah lah molor dikit.”. Beneran, ada kok yang mikir gini... *geleng-geleng*

Nah, temanku yang kadang ngaret (piss  Ya...^^V), suatu hari dapa pelajaran yang buagussss banget masalah on time, sampe-sampe, ini pengakuannya dia lho....dia bertekad bakal on time, hehehehe.

Gini ceritanya, suatu hari Ria dinas ke Jogja dan pulang ke Palangka Raya menggunakan sebuah maskapai penerbangan. Jadi tu pesawat dari Jogja berangkat jam 6 pagi , dan bakal transit di Jakarta jam 7. Selanjutnya, Ria harus nunggu pesawat ke Palangka Raya jam 12 siang. Bah!! 5 jam di bandara boooo...! Mateng dah! Hahahahahahaha, poor Ria... :p Untungnya, karena dah tau bakal nunggu selama itu, Ria dah prepare majalah buat dibaca-baca dan entah apa lagi (Ya, jangan majalah, kalo aku ma milih novel yang tebel, hahahaha). Sialnya (ato beruntungnya? ;-) ), eh tau-tau dia dikasi tau kalo pesawat ke Palangka Raya telat berangkatnya gara-gara nunggu tu pesawat telat datang darimana gitu (somewhere lah, lupa aku). Mak jannggggg.....BT lah kawanku tersayang ni, kaciaannnnn....

Ria ber-sms ria (apaan neh bahasanya?) selama menungggu denganku, dan dia keseeelllll buanget, aku ketawa-ketawa ngebales smsnya, gimana gak, Ria ma biasa ditunggu, bukan menunggu (bukan begitu saudari Ria?^^’). Sampe jam 2 lewat, Ria blom juga berangkat. Bayangkan derita saudariku ini! Gkgkgkgkgkkgkgk *kok ketawa sih Meg?*

Nah, yang luar biasa dia diingatkan Tuhan masalah ‘on time’ waktu nunggu ni. Kami bercanda dan berkata, rupanya beda maskapai, beda harga, beda juga masalah ‘on time’ ini. IYA, emang maskapai yang dipilih Ria ni terhitung lebih murah tiketnya dibanding maskapai lain, TAPIIIII.....untuk masalah jadwal penerbangan, paling sering NGAWUR dan seenak’e dewe. Telat ma biasa banget, syukur-syukur gak dicancel, parah kan!! TAPI AGAIN, masalah harga emang LEBIH MURAH.

Hai Ria, ingatttt.....kamu telah lunas dibeli dan dibayar KRISTUS dengan harga yang suangggggaaatttttttt mahaaaallllllll!!! Dengan darah-Nya, dengan pengorbanan-Nya. Jadi kamu kudu on time dunk! ^^V Kalo kamu dibeli dengan harga murah kayak tiket pesawatmu itu, bolehlah gak on time. Tapi kamu tu MUAHAAALLLLL, harus on time dunk!!!
*PLAK!!PLAK!!!PLAKKK* ^^V

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 
1 Korintus 6:20

SMS Ria yang sharingkan hal ini gak sengaja kehapus (maap Ya....), tapi kurang lebihnya kayak gitulah dia diingatin masalah on time ini dalam bayangan (liarku), gkgkgkgkgk...

Kenapa sih harus ‘on time’?
Dan ini beberapa jawaban yang terpikirkan.
Memuliakan Tuhan dengan memberikan yang terbaik.
Jadi setia dalam perkara kecil.
Menjadi kesaksian dan teladan yang benar bagi orang lain.
Mendisiplin diri sendiri.
Jadi berbeda dengan dunia.
Belajar menghargai orang lain.
Menggunakan waktu dan kesempatan dengan bijaksana.
........ (ada yang mau menambahkan? Monggoooo.....)

Yuk, being on time!


Kasongan, 22 Juni 2011
-Mega Menulis-

Penatalayanan Atas Waktu (2)

Sesuai janji, (halah!janji ma sapa kamu Meg? ^^’) kali ni aku lanjutin ngebahas Penatalayanan Atas Waktu. Err...sebenarnya postingan ini juga caraku mengingatkan diriku lagi supaya jadi penatalayan yang baik atas waktu dan kesempatan yang kumiliki. So, let’s check the last point:


PRINSIP PENATALAYANAN ATAS WAKTU #3 : PENGELOLAAN

Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:15-16
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Yohanes 9:4

Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani yang digunakan untuk waktu adalah kronos (54 kali) dan kairos (85 kali). Kronos dipakai untuk istilah waktu yang berurutan secara berkesinambungan, dalam detik, menit, jam, dst. Kairos dipakai untuk istilah waktu yang tepat untuk melaksanakan sesuatu, atau kesempatan.

Penatalayanan atas waktu meliputi keduanya, yaitu bagaimana menggunakan setiap waktu dengan bijaksana dan juga bagaimana menggunakan setiap kesempatan yang diberikan Tuhan untuk melakukan sesuatu dengan bertanggung jawab.

Langkah pengelolaan waktu:
  1. Susunlah kehidupan doa di sekeliling bidang-bidang utama (Masih ingat bidang-bidang utamanya? Kalo lupa, klik di sini  ) agar dapat menggunakan waktu (kronos dan kairos) sesuai kehendak Tuhan.
  2. Tentukan sasaran mingguan untuk masing-masing bidang tersebut.
Ada dua macam sasaran:
a.       Sasaran kronos : Prioritas penggunaan waktu mingguan yang rutin (dibuat satu kali per periode tertentu)
b.      Sasaran kairos : Prioritas penggunaan kesempatan mingguan yang non-rutin (dibuat satu kali per minggu).

  1. Lakukan penjadwalan waktu dari masing-masing sasaran (bukan hanya untuk pekerjaan/studi), terapkanlah dengan integritas, dan evaluasilah secara berkala.

Setelah melakukan 3 langkah di atas, bagikan evaluasi yang telah dilakukan pada rekan pertumbuhanmu (misal:saudara KTB, teman cell-group, dll). Berusahalah melakukannya setiap minggu. Jika telah mempunyai (calon) pasangan hidup, lakukanlah disiplin penatalayanan ini bersama-sama.

Mengapa kita memerlukan rekan dalam melakukan evaluasi ini? Karena, jika kita hanya melakukannya sendiri, tanpa dievaluasi bersama, ada kecenderungan untuk berkompromi dan gak menepati sasaran-sasaran yang telah dibuat, kita cenderung mencari alasan atas ketidakmampuan kita berdisiplin. Bukan berarti kita menjadi hamba atas jadwal atau sasaran yang kita buat, tapi kita belajar untuk sungguh-sungguh bertanggung jawab atas setiap waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan.

Pengalamanku mempraktekkan pelajaran ini, bisa dibaca di sini   ^^’

JANGAN LUPA, yang terpenting adalah berdoa, supaya kita gak jadi hamba atas jadwal yang kita buat. Sasaran penatalayanan atas waktu bukanlah mengatur sedemikian rupa ‘jadwal’ dan melakukannya tepat sesuai rencana kita. Tapi bagaimana kita membuat rencana bersama dengan Tuhan dan menjalankannya juga bersama-Nya. Belajar menikmati waktu dan kesempatan yang ada sebagai petualangan bersama-Nya. Membiarkan-Nya memimpin kita melakukan hal-hal di luar keinginan kita, mendengar suara-Nya dan mengikuti jadwal-Nya. Waktu dan kesempatan ini adalah hanya milik-Nya. AGAIN, kita hanyalah pengelola!!

Sumber: Buku Peserta KAMBIUM-Bertumbuh Dalam Kristus



Kasongan, 22 Juni 2011
-Mega Menulis-

Tuesday, June 21, 2011

Penatalayanan Atas Waktu (1)



Ini materi yang diajarkan waktu aku ikut kelas di KAMBIUM, Penatalayanan Atas Waktu, yang sebelumnya pernah aku janjikan di postinganku manajemen waktu. I’m so blessed ngikutin materi ini, jadi belajar untuk jadi penatalayan atas waktu yang diberikan Tuhan dengan penuh tanggung jawab dan setia.Cekidot!! ^^ O, iyo...hampir lupa, yang tulisannya warna biru tuh pikiranku doang, yang warna coklat asli  dari buku.


PRINSIP PENATALAYANAN ATAS WAKTU #1: Pandangan Alkitab


Pandangan Alkitab mengenai waktu:

WAKTU HIDUP KITA DI DUNIA  BERLANGSUNG SANGAT SINGKAT
Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat. Mazmur 144:4
Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Yakobus 4:14

WAKTU HIDUP KITA DI DUNIA MEMPERSIAPKAN BAGI KEKEKALAN
Tetapi firman Allah kepadanya:Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Lukas 12:20
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah yang sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 2 Korintus 4:18

WAKTU HIDUP KITA DI DUNIA KITA TIDAK TAHU BERAPA YANG TERSISA
Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu. (Amsal 27:1)

HIDUP kita di dunia ni Cuma sesaat,kata kak Johan (salah satu fasilitator di KAMBIUM) bayangin deh ada garis imajinasi yang puaanjaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggggg buanget, nah hidup kita ni hanya seperti TITIK di garis yang puanjang tadi itu. TITIK boooo, berapa sih gedenya sebuah titik tu? ^^’

Jadi, masa hidup kita didunia ni hanya sesaat, seperti angin, seperti uap, seperti bayangan yang berlalu, pokok’e singkat tenan!! Kita dipersiapkan bagi kekekalan, dan apa yang kita lakukan di masa hidup kita sekarang akan menentukan bagaimana dan di mana kita menghabiskan kekekalan. Gunakan WAKTU SINGKAT kita di dunia ini dengan sebaik-baiknya!!!


PRINSIP PENATALAYANAN ATAS WAKTU #2 : Prioritas


PENGGUNAAN WAKTU HARUS DIPRORITASKAN BAGI KEPENTINGAN SANG PEMILIK

Prinsip: Pengelola bukan pemilik waktu
Kata Yesus kepada mereka:”Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Yohanes 4:34
 Jangan pernah bilang waktu yang ada pada kita adalah milik kita!! WAKTU ini adalah milik Tuhan, kita hanyalah pengelola. Dan sebagai pengelola, kita wajib menggunakan waktu ini sesuai keinginan sang pemilik, Tuhan.

Pertanyaan yang perlu kita ajukan dalam seluruh kehidupan (dalam menggunakan waktu kita):

Apakah ini sesuai dengan kehendak Tuhan? (pertanyaan ini akan membuat kita mencari tau, apakah yang kita lakukan sesuai dengan kehendak-Nya, we’ll find the answer through The Bible or by our prayer)

Apakah hal ini membuatku semakin serupa dengan Tuhan? (ini akan membuat kita memandang Tuhan, melihat karakter dan sifat-Nya, dan belajar melakukan sesuatu seperti yang Dia lakukan, menyelami hati-Nya dan menyelaraskan hidup kita denganNya. Saat kita MEMILIH melakukan satu hal, apakah membuat kita makin serupa dengan-Nya ato ngga, kalo ngga, don’t try this at home or anywhere!!!)

Apakah hal ini mengasihi dan memuliakan Tuhan? (yang kita lakukan di waktu yang dipercayakanNya ini, sudahkah menjadi bukti kita mengasihiNya? Apa waktu ini sudah kita berikan bagi-Nya atau hanya digunakan untuk kita pribadi?)

That means KRISTUSlah pusat dalam kehidupan kita orang percaya, kita melakukan segalanya hanya karena dan untuk kepentingan Tuhan kita. Kalo emang dalam yang kita lakukan ternyata gak ada kepentingan Tuhan di dalamnya, maybe we must stop it ^^

Tiga pertanyaan tadi kiranya bisa mulai kita tanyakan ke diri kita masing-masing saat melakukan sesuatu, supaya sungguh kita menggunakan waktu yang ada hanya untuk Tuhan.



PENGGUNAAN WAKTU HARUS DIPRIORITASKAN DALAM BIDANG UTAMA KEHIDUPAN

Prinsip: Keseimbangan bukan hirarki (tingkatan)

Tidak ada tingkatan dimana aspek kehidupan tertentu merupakan hal lebih rohani daripada aspek kehidupan yang lain.

Agree banget dah sama bagian ini, jangan sampe kita misahkan kehidupan kita jadi rohani dan sekuler, helllooooouuwwwww.....yang bener aja. Gak ada yang gituan kale, SEMUA hal yang kita lakukan dalam waktu kita bisa jadi rohani/kudus waktu kita melakukan semuanya buat TUHAN. Ini bukan tentang jenis pekerjaan ato kegiatannya, misalkan kita anggap semua yang di luar gereja tu gak rohani! SALAH boooo....!! Check this :

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1

APAPUN, SEMUA yang dilakukan tubuh ini bisa menjadi persembahan yang hidup bagi Tuhan, ASALKAN kita melakukannya bagi Tuhan, bagi kemuliaan-Nya, untuk kesenangan-Nya. Believe it!

Pernah gak sih bingung, mau ikut KKR ato acara ultah teman?
Sepintas, ikut KKR terlihat ‘lebih rohani’ ya? ^^’
Tapi, come on....TUHAN melihat hati lhooooo....Don’t forget this!!

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 1 Samuel 16:7

Kalo kita datang ke acara ultah teman untuk merayakan kebaikan TUHAN dalam hidupnya, mendoakannya dan jadi teman yang menyatakan kasih Kristus baginya, bukankah itu akan sama ‘rohaninya’ dengan datang KKR? ^^V

Jangan juga yo, kalo gak ibadah PAKE ALASAN SEMU, “Gak papa milih melakukan yang laen, toh Tuhan kan melihat hati,” Haissss....Justru karena TUHAN tau banget hati kita, kita gak boleh sembarangan beralasan kayak gitu, HE KNOWS YOUR HEART! Inga-inga:
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Galatia 6:7

Seenggaknya ada 5 bidang utama dalam kehidupan: (baca sendiri ya ayat-ayatnya ^^V)
  1. Kehidupan pribadi (Roma 12:1-2; Efesus 4:17-5:21, 6:10-20; Kolose 3:1-17)
  2. Keluarga (Efesus 5:22-6:4; Kolose 3:18-21)
  3. Pekerjaan (Efesus 6:5-12; Kolose 3:22-4:1)
  4. Tubuh Kristus (Roma 12:3-21, 14:1-23; Efesus 4:1-16)
  5. Masyarakat (Roma 13:1-14; Kolose 4:5-6)
Ingat prinsipnya ya, ini bukan masalah tingkatan, tapi keseimbangan. Gak ada artinya kalo setiap hari kita pelayanan melulu tapi keluarga terlantar. Ato sibuk pelayanan pemuda di PMK tapi kuliah kacau balau. Wah, wah.....itu gak bakal jadi kesaksian yang bener tuh di tengah dunia (cieee.....). Iyalah....!! Beragama ataupun tidak, percaya Kristus atopun gak orang di sekitar kita, sadar ga sadar hidup kita ni adalah surat yang dibaca oleh SEMUA ORANG. Mereka melihat bagaimana kita menggunakan waktu kita, membuat penilaian, dan belajar dari yang kita lakukan (entah belajar meniru ato belajar gak meniru, hahahahaha ^^’). So, masih mau gunakan waktu dengan sembarangan???



PENGGUNAAN WAKTU HARUS DIPRIORITASKAN PADA MENDAHULUKAN YANG UTAMA

Prinsip: Yang penting bukan yang (seolah-olah) genting

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. Markus 1:35-39

See? Yesus tahu apa yang penting. Dia sangat peduli dengan hubungan pribadi-Nya dan BAPA-Nya, dan Dia MENYEDIAKAN WAKTU untuk itu (jangan kira Yesus punya waktu lebih banyak dari kita, Dia sama dengan kita, punya waktu hanya 24 jam sehari). Dan Yesus tahu apa tugas-Nya, saat murid-murid ribut karena banyak orang mencari-Nya (minta disembuhkan, dsb.nya), dengan tegas Dia bisa bilang,”Boy, tugas Gw sekarang ngabarin injil ke kota sebelah, itu yang utama!” (Yesus kita gaul banget yee??? Hehehehehe). Kalo kita tau UNTUK APA KITA DI DUNIA, kita pasti tau mendahulukan mana yang utama. Yesus gak biarkan manusia mengganggu jadwalNya dengan Allah.

CS Lewis bilang,”Dahulukan yang utama, dan kita akan mendapatkan juga yang sekunder; Dahulukan yang sekunder dan kita akan kehilangan baik yang utama maupun yang sekunder.”

Sebenarnya ada matriks manajemen waktu di bagian ini, tapi aku gak bisa nggambarinnya, hiksss.....ntar aku coba cari lagi deh piye caranya masukinnya ke postingan ini.

Hmm, I think enough for now....pegel nih tanganku, padahal masih ada 1 lagi Prinsip penatalayanan atas waktu,  tentang pengelolaan, fiuhhhh......tak sanggup dilanjutin sekarang. Capeeeee....
Wokeh! Ntar lagi lah ya aku posting di postingan berikutnya! Hehehehehehehe.....
Nantikanlah besok, pada jam yang sama! Gkgkgkgkgkgk....
GOD bless you... muachhhh....



Kasongan, 21 Juni 2011
-Mega Menulis-

Manajemen Waktu

“Ya ampun, gak kerasa dah jam segini, waktu cepat banget berlalu”.
“Sepertinya aku gak punya waktu buat mengerjakan ini semua, aaarrggghhhhh...!!!”
“Kenapa sih sehari Cuma 24 jam?” *konyol*



Aku pernah berpikiran seperti itu lho....hahahahaha
Tapi sejak jadi pegawai yang terjadi adalah aku berpikir:
“Kenapa ya waktu berjalan luaaammmmbbbaaaatttt buanget??”

Gubraakkkkk!!!
Padahal dari dulu ampe sekarang ma sama aja, sehari tu terdiri dari 24 jam kan?
Something wrong with me dunk ^^’
Jadi ingat, zaman kuliah dulu, habis dapat pelajaran Penatalayanan Atas Waktu pas di KAMBIUM, aku langsung praktekin buat jadwalku selama seminggu, dari bangun ampe tidur aku punya jadwal, tu jadwal lengkap dari bangun tidur, sate, bersih-bersih, kuliah, pelayanan, berenang, jalan-jalan, ngerjain tugas, belajar, di rumah doang (iye, bner-bner spending time just with my brother n my eyang, hehehehehe), gak lupa disitu ada juga waktu-waktu ‘kosong’ dalam sehari dimana aku bisa ngerjain hal-hal di luar kegiatan rutinku.




Trussss.....tiap malam aku buat list hal-hal yang WAJIB aku lakuin(di luar jadwal mingguanku di atas) buat besoknya, jadi besok kalo dah aku lakuin aku centang. Misal, besok aku musti:
-          - Belanja bulanan
-         - Ambil foto copy buku (maklum mahasiswa, mikir-mikir beli buku)
-          - Hubungin pemusik dan singer buat persekutuan
-          - Ke warnet cari bahan buat buletin El Shaddai
Nah, ‘list’ ini aku kerjakan di ‘waktu-waktu kosong’ dalam jadwal rutinku hari itu.

Supaya gak lupa, jadwal ini aku bawa kemana-mana di tas, trus aku tempel di gabus yang kupasang di dinding kamar, jadi orang rumah (eyang dan adekku tau kegiatanku hari itu).

Mungkin ada yang heran yo, kok aku segitunya, ato mengerutkan dahi, mau-maunya aku serepot itu dan diatur jadwal gitu, hahahahaha.... ^^’
Yeaaahhh, I love to make a plan...!!

Bahkan, aku punya daftar hal-hal yang pengen aku kerjakan kalo lagi ‘kosong’ ato BT, ga ada kerjaan, dsb. This is my list:
-          - Nonton film yang blom kutonton (tentunya udah aku copy tuh film-film) ke komputer
-         -  Buat kristik
-         -  Baca ulang koleksi bukuku
-         -  Menata ulang kamarku
-          -Buat kartu ato pembatas Alkitab (tentu saja bahannya udah ada, jadi aku tinggal buat)
-          - Dll

Segitunya ya aku masalah pengaturan waktu!! Hahahaha, makanya aku gak heran kalo ada karakter kayak Monica di serial Friends yang perfeksionis habis dan bener-bener A Planner dah, aku gak ‘segila’ Monica sih, hehehehe...tapi seneng aja sih merencanakan sesuatu dengan detil. Gak masalah kalo ntar gak berjalan sesuai rencana, aku juga suka kejutan ato hal-hal yang spontan kok, tapi at least aku punya pegangan awal. O,iya aku gak gila kebersihan kayak Monica kok, aku berantakan kok ^^’ (tobat Meggggg!!!).

Tau gak sih, sewaktu skripsi dulu, aku beli kalender gede yang cuma buat sebulan tapi kosong, trus aku tulis tanggal-tanggal dalam bulan itu dan aku nulis targetku bulan itu (misal ACC bab 1-3 dari dosen 1) di tanggalnya. O, iya tu kalender bisa ditulisin dan dihapus kayak whiteboard lo..... ^^’ Kalo aku bimbingan pagi ma dosen trus dikasi saran ato disuruh ngubah sesuatu, aku gak pulang ke rumah, mending nongkrong di tempat teman ato ke rental ngerjain tu skripsi, jadi tar siang usahain ktemu tu dosen. I don’t want to wasting time!!

Gak sembarang Cuma ngikut jadwal kok aku, waktu ‘kosong’ ku juga gak lalu aku buang sembarangan. Belajar dengar-dengaran dan peka ma suara TUHAN juga, asking HIM di ‘waktu’ ini TUHAN mau aku ngapain, dan itu pengalaman yang menyenangkan looooo.... Pernah suatu kali aku pulang dari kuliah (seharian dah gak ada kuliah lagi), trus di jalan I asking GOD, “TUHAN, habis ni ngapain ya enaknya?”. O, iya....kampus ma rumah Eyangku juga lumayan jauh, jadi aku suka talking-talking with God gitu, hehehehe. Udah ngebayangin nyantai di rumah aja, entah nonton, entah dengar musik, ato baca buku, pokoke nyuantaaiiiii, cape tau seharian kuliah. Dan tau-tau ada perasaan aku harus mengunjungi seorang temanku. Sempat mikir juga sih,”Haduh, ngapaen juga kesana, aku lagi males ngobrol, maunya nyantai di rumah aja”.  Tapi yo wes lah, aku mampir bentar, iya juga kalo orangnya ada, sapa tau dia kuliah, kan aku bisa langsung pulang, lagian rumahnya sejalur kok sama jalanku pulang. Dan, taukah kamu? Ternyata eh ternyata, temanku tu lagi perlu teman ngobrol, dia sedang ada masalah, dan she say thanks to me karena datang paad waktu yang tepat. BAHHH!!! Salah alamat teman, u must say thanks to GOD ^^’ GOD is awesome......

Pokoknya, sejak dapat pelajaran Penatalayanan Atas Waktu tuh aku bertekad ga bakal buang waktuku percuma. Kalo aku gak bertanggung jawab ma waktu yang dah diberikan Tuhan kan maluuuuu.....Aku rindu banget someday, GOD will say to me:
“Baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku Mega yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara yang Kuberikan, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaanKU”.
bdk Matius 25:21

Huaaaa.....ngebayangkannya aja aku dah sueeeneeenggggg buanget...!!! \(“,)/

Sejak lulus, aku gak pernah buat jadwal kayak dulu, paling aku buat daftar yang mau aku kerjain hari berikutnya aja, hmm....kayaknya perlu nih diterapkan lagi. Belajar berdisiplin lagi ahhhh.....^^V

Eniwei, just want to share bahwa penting banget lo mengatur waktu kita sebaik-baiknya, coz kita adalah penatalayan atas waktu yang diberikan TUHAN. Jangan sembarangan menggunakan waktu yang diberikan Tuhan, karena waktu adalah harta yang sangat berharga, kalo hilang dah gak bisa kembali lo.....!!! Ntar deh, aku postingkan tulisan ringkasan Penatalayanan Atas Waktu dari Buku Bertumbuh dalam Kristus Kambium ^^

Karena itu perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:15-16




Kasongan, 21 Juni 2011
-Mega Menulis-


ps: believe it or not, saking ngga mau ngabisin waktu dengan percuma, kemana-mana aku bawa buku lo, buat dibaca kalo harus nunggu sesuatu, hahahahaha.
blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs