.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, July 8, 2011

Day 4-Pencobaan di Padang Gurun

 

Matius 3:1-27
Matius 4:1-11

Dah baca bagian ini dari kemaren, tapi baru sempat nulis eh ngetik sekarang ^^’ *soksibuk*

Udah di day 3 aku baca tentang Yohanes Pembaptis, jadi pas baca bahan sate selanjutnya, terfokusnya (halah, bahasamu Meg) ngeliat Yesus dicobai di padang gurun. Entah kenapa, teringat ayat ini:

dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah.Efesus 6:16-17

Wowww...Tuhan Yesus mempraktekkan Efesus itu bahkan sebelon dituliskan loooo, waktu diserang iblis, Yesus menangkisnya dengan PERISAI IMAN, Yesus SELALU LEBIH PERCAYA kepada ALLAH BAPANYA dibandingkan si iblis. Saat iblis berkata apa, eh Yesus selalu bilang:
Ada tertulis......
Ada tertulis....
Ada pula tertulis....
(dan Dia mengatakan apa yang dituliskan BAPANYA, apa yang diakatakn BAPANYA)

Seolah-olah, Yesus mau bilang:”Apapun yang kamu bilang ib,apapun yang terjadi, aku CUMA PERCAYA apa yang dikatakan BAPAKU di sorga.”

TRUS.....iblis akhirnya pergi kan? Dia gak tahan waktu Yesus balas menyerangnya dengan PEDANG ROH alias Firman Tuhan. Sekali, dua kali dia Cuma luka-luka, tapi kalo terus-menerus, bah....gak tahan juga dia :p Ingat, iman timbul dari pendengaran kan? Dan gak sembarang dengar, tapi dengar FirTu. Saat kita mengucapkan FirTu, kita sedang menyerang iblis dengan Firman Tuhan (Pedang Roh) dan sedang membangun perisai iman kita.

Sering memperkatakan FirTu waktu mengalami pencobaan/masalah seperti yang dialami Kristus, membawa dampak yang luar biasa:
  1. Membangun perisai iman kita sendiri (AGAIN!Iman timbul dari pendengaran akan FirTu). Menguatkan kepercayaan kita kepada Allah.
  2. Mengusir masalah/pencobaan
BTW, ngucapinnya kedengaran dunk, pake suara yeee...jangan Cuma dalam hati. Beda lo kekuatannya saat FirTu didengar oleh kuping kita ^^
Yuk, belajar dari Yesus yang memperkatakan FIRTU waktu masalah datang! ^^V



 

Kasongan, 8 Juli 2011

-Mega Menulis-


No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs