.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, July 17, 2011

Lingkungan Membentuk Kepribadian

THE TWO PRINCESS

Di sebuah negara kecil di utara dikisahkan ada dua orang putri yang bersaing mendapatkan kedudukan sebagai penguasa negara. Mereka bersaudara dari ibu yang berbeda, nama kedua putri tersebut adalah ALDIS dan ORIGELD.

ALDIS dibesarkan di istana dengan penuh kasih sayang, sejak lahir dia cantik dan memiliki karisma seorang ratu. Tak punya rasa curiga, senyumnya bagaikan senyuman bidadari yang penuh keagungan, agak manja dan seperti umumnya seorang gadis. Caranya berdiri, menari, berjalan, selalu tampak indah. Dia dicintai siapa saja. Dia tumbuh dengan penuh kebahagiaan.

Sedangkan ORIGELD, walaupun ayahnya sama dengan ALDIS, ibunya pengkhianat kerajaan sehingga dia dibesarkan di penjara. Sebenarnya dulu ibunya seorang permaisuri raja, tapi dia masuk dalam jebakan para pengkhianat negara  dan oleh pengadilan diputuskan bersalah, hingga dihukum mati. Dengan adanya alasan-alasan tersebut, ORIGELD juga dimasukkan ke penjara yang gelap dan dingin. Dia dibesarkan di dalam penjara bersama para pengacau dan bangsawan pengkhianat. Dia tumbuh dengan memendam rasa dendam, mandiri, curiga, dan kesepian.


Dalam  sebuah komik berjudul Topeng Kaca karya Suzue Miuchi, dikisahkan dua orang gadis berbakat, Ayumi Himekawa dan Maya Kitajima saling bersaing untuk memperebutkan peran legendaris sebagai Bidadari Merah. Dalam perjalanan menuju Bidadari Merah, mereka beradu peran dalam sebuah drama panggung berjudul THE TWO PRINCESS di atas.

Ayumi Himekawa, seorang gadis cantik yang lahir di keluarga berada, ayahnya seorang sutradara dan ibunya artis terkenal.  Dia hidup di lingkungan yang mewah dan penuh cinta dari kedua orang tuanya. Sejak lahir hingga dewasa, dia dilayani banyak pelayan, dia tidak perlu bekerja untuk makan. Bahkan mewarisi bakat akting dari kedua orang tuanya. Dia tumbuh seperti seorang putri.

Maya adalah gadis biasa, berwajah tidak secantik Ayumi, namun memiliki bakat akting yang luar biasa. Dia lahir dari keluarga miskin, ayahnya telah meninggal, ibunya mempunyai toko mie ramen kecil (ibunya nanti sakit hingga meninggal). Dia berjuang mati-matian untuk menjadi aktris, demi akting dia kabur dari rumah. Pernah dibuang dari dunia artis karena dikhianati orang dekatnya. Dan mendapat kesempatan kembali beradu akting dengan saingan beratnya Ayumi.setelah mengikuti audisi The Two Princess.

Mulanya, melihat skenario The Two Princess, Maya mengira ia akan berperan sebagai Origeld, demikian juga Ayumi mengira ia akan menjadi Aldis. Secara, kehidupan kedua putri itu mendekati kehidupan nyata mereka. Tapi sewaktu pengumuman peran dilakukan, mereka terkejut. Ternyata Maya harus memerankan Aldis, dan Ayumi menjadi Origeld. Mereka kesulitan untuk memahami kepribadian dua putri yang harus mereka perankan, karena berbeda dengan kehidupan mereka sebenarnya.

Seorang sahabat Maya menyadari kesulitan Maya tersebut dan berkata kepada Maya kalau peran sebagai Putri Aldis yang anggun dan cantik memang sulit bagi Maya. Karena menurutnya Maya tidak tahu caranya bersikap sebagai seorang putri. Putri-putri di zaman dulu menjadi putri karena sejak lahir diperlakukan sebagai seorang putri oleh orang-orang di sekelilingnya. Mungkin Aldis cantik sejak lahir tapi TIDAK ADA yang menjadi putri sejak lahir. Sikap seorang putri yang penuh keanggunan terbentuk dari lingkungannya. Karena orang di sekelilingnya baik, dia tumbuh polos dan ramah. Karena orang menyayanginya, dia tumbuh jadi penyayang. Lingkungannya membentuk kepribadian Aldis. Kalau gak mengenal orang di sekeliling Aldis, memang susah menjadi Aldis.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Baca sendiri ya....!!!
Hahahahahaha.
Iyo, aku baru aja ngulang baca salah satu komik favoritku dari zaman SMP yang sampe sekarang blom tamat, judulnya Topeng Kaca.
Dan aku suka baca bagian di atas, bikin manggut-manggut....
Iya...ya...emang sedikit banyak lingkungan kita membentuk kepribadian kita.
Dan tentu saja....
KITA juga turut ambil bagian dalam membentuk kepribadian orang-orang di sekeliling kita loooo....^^V
Soooo.....harus hati-hati ni dalam bersikap setiap hari, karena kita gak tau siapa yang akan terpengaruh dan terbentuk kepribadiannya oleh sikap kita.




Palangka Raya, 16 Juli 2011
-Mega Menulis-




3 comments:

Marly said...

Yuuup...stuju banget.. tapi menurut psikologi aliran psikoanalisa... masa kanak2,ato pola asuh dalam keluarga juga berperan penting dalam pembentukkan kepribadian..... Sooo don't miss it

Mega said...

marly: busyettt...aliran apa tuh neng? hahahahaha, baru tau awak, maklum, ga pernah blajar psikologi, hahahaha. aku kira pola asuh dalam kluarga juga termasuk lingkungan-maklum, saia orang awam, hehehehe.btw,kamu kul psikologi non?

Marly said...

Yuuup...stuju banget.. tapi menurut psikologi aliran psikoanalisa... masa kanak2,ato pola asuh dalam keluarga juga berperan penting dalam pembentukkan kepribadian..... Sooo don't miss it

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs