.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, July 27, 2011

Review Film Angels & Demons

Minggu kemaren, aku nonton 3 film yang aku copy dari adekku. Ketiga film itu berjudul Angels & Demons, She’s The Man dan I am Number Four. Film lama semua tuh, tapi emang aku blom pernah nonton sebelomnya. Ada beberapa hal menarik yang aku ingat dari film-film tersebut. O, iya...udah pernah blom nonton film-film tersebut? Ok, kali ini aku ceritain ringkasan cerita salah satunya dulu ya.....Here it is....

 
Angels & Demons
Terjadi pencurian bahan peledak berbahaya yang bernama “anti materi”, hasil penelitian di sebuah laboratorium. Salah seorang ilmuwannya dibunuh. Sementara di Vatikan, Paus baru saja meninggal, dan diadakan pemilihan Paus yang baru. Kemudian baru diketahui bahwa 4 orang kardinal yang merupakan kandidat Paus diculik. Penculiknya mengirimkan pesan berupa video dan akan membunuh keempat kardinal tersebut pada pukul 8, 9, 10 dan 11 malam, lalu tepat pada pukul 12 malam akan meledakkan Vatikan menggunakan “anti materi” yang dicurinya. Penculiknya mengaku berasal dari suatu kelompok yang menamakan dirinya “ILLMINATI”, kelompok ini konon telah berusia 400 tahun dan ingin membalas dendam kepada Vatikan. Untuk menyelamatkan Vatikan, dipanggillah seorang ahi simbol bernama Robert Langdon. Robert Langdon berusaha menemukan keempat kardinal melalui pesan video yang ada dan mencegah terjadinya ledakan di Vatikan. Berhasilkah dia? Bagaimana akhir ceritanya? Tonton sendiri yeeee...:p

Film ini penuh ketegangan, apalagi si Robert Langdon harus berpacu dengan waktu dan memecahkan kode yang ditinggalkan si penculik. Buatku sih endingnya gak ketebak, tapi pelakunya bisa aku tebak di pertengahan cerita, kebanyakan baca cerita detektif neh aku, hahahaha. Iye, aku suka cerita detektifnya Agatha Christie (tokoh favoritku Hercule Poirot dan Miss Marple), trus Sherlock Holmesnya Sir Arthur Conan Doyle, Detektif Conan, dll dah....^^’
              
Btw, film ini diangkat dari salah satu novel karangan Dan Brown yang berjudul sama dengan filmnya. Ingat Dan Brown gak? Waktu awal-awal dia muncul dengan novelnya Da Vinci Code, entah kenapa katanya tu novel jadi kontroversi. Katanya sih karena banyak hal yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan kebenaran iman Kristiani. Yah....aku bilang katanya, lupe kata siapa, hehehehe, karena emang aku blon pernah baca tu novel. Kayaknya aku pengen deh nyari dan ngeliat piye isinya, apa bnar kayak yang orang bilang. Nah, satu-satunya novel Dan Brown yang baru aku baca adalah Benteng Digital, dan emang menarik, tentang kode dan simbol-simbol rahasia, ASLIIII...bikin penasaran. Apalagi di akhir bukunya dia memberikan tantangan kepada para pembacanya untuk memecahkan sebuah kode yang diberikannya. I like it.

Bagian yang berkesan dalam film ini bagiku adalah sewaktu si Robert Langdon ditanyai Pastor
Pastor              : Apakah anda percaya pada Tuhan?
Langdon           : Bapa, aku hanya percaya bahwa agama adalah....
Pastor              : Saya tidak bertanya pada anda soal apa yang manusia bilang tentang Tuhan. Saya                      bertanya apakah anda percaya pada Tuhan?
Langdon           : Saya seorang akademisi. Pikiranku berkata bahwa aku takkan pernah mengerti
                            Tuhan.
Pastor              : Dan hatimu?
Langdon           : Berkata bahwa aku tak dimaksudkan untuk itu. Iman adalah anugerah yang belum aku terima.

“YES. Amen. You’re right Mr. Langdon”, That’s what I said in my heart, segera, setelah adegan itu. Emang bner bahwa iman tu anugerah, pemberian Allah semata. Bukan hasil belajar, bukan sekedar pencarian kita, tapi ANUGERAH yang diberikan ALLAH.
Dan sekali lagi ya, pikiran kita memang gak akan pernah bisa mengerti Tuhan, bagaimana mungkin yang diciptakan bisa mengerti pikiran penciptanya? Impossible. Kita mengerti Tuhan hanya karena Dia sendiri yang menyatakan diri-Nya, Dia sendiri yang mau bermurah hati dan mengatakan isi hati dan pikiranNya. Hanya karena Dia mau kita mengerti Dia maka kita dapat mengerti. Kita mengerti Dia pun adalah anugerah-Nya melalui pekerjaan Roh Kudus. Bukan karena otak kita pandai mikir jadi ngerti Dia, bah! Jangan lupa, otak yang kita miliki ini pun adalah pemberian-Nya. Ya kan? ^^

Waktu nonton adegan di atas aku bener-bener diingatkan lagi kalo SEMUA YANG AKU PUNYA, ADALAH ANUGERAH TUHAN SEMATA. Gak ada yang ada dalam hidupku yang bukan pemberian TUHAN.
Gajiku bekerja? Kan aku bekerja lalu dapat upah, aku layak mendapatkannya kan? Ini hasil kerjaku kok, bukan pemberian Tuhan.
Heyyyy, pekerjaanmu dari sapa Meg?
Dari pemerintah daerah Kab. Katingan.
Coba mikir, kamu bisa kerja gak kalo sakit?
Ngga.
Kalo gak bernapas, kamu bisa kerja gak?
Ngga.
Sapa yang kasih kamu kesehatan Meg? Sapa yang kasih kamu napas?
TUHAN

See? Ujung-ujungnya, teuteppppp...semua adalah pemberian TUHAN semata!
Wuihhhh......Betapa aku bersyukur mengingat BETAPA BUANYAK pemberianNya dalam hidupku.
Sungguh besar anugerah-Nya. Gak terhitung. Gak terkatakan.
Hatiku mengucap,”Terima kasih TUHAN buat semua anugerahMu”. \(“,)/




Kasongan, 27 Juli 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs