.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, September 7, 2011

Menyembuhkan Luka Hatiku


Dari kisah aku dan lukaku  yang lalu  kudapati ternyata menyembuhkan luka hati tu agak mirip lo prosesnya ma penyembuhan luka kaki yang kuceritain kemaren, perlu yang namanya:

1.      Mengakui kalo aku terluka
Saat aku putus dari ex, sebenarnya hatiku sakiittttttt...banget. Aku sempat membencinya. SANGAT MEMBENCINYA! Tapi aku gak mau mengakui kalo aku sakit hati, aku berpura-pura kalo aku baik-baik saja, bahkan setelah apa yang diperbuatnya. Masa sih, hanya karena seorang cowok seperti itu aku mewek-mewek? Ogah. Yang kulakukan Cuma bengong kayak sapi ompong.

Tiap ada orang, entah keluarga ato teman kantor yang melihat sikapku bertanya,”What’s wrong with u?”, I say,”Nothing, I’m fine. I’ll be better.” Aku malu menceritakan masalahku, aku gak mau mengakui betapa aku terluka karena ex-ku.

Tapi Tuhan luar biasa, waktu-Nya sungguh sempurna, hari dimana aku terluka, Dia kirimkan teman-teman yang bahkan bukan teman dekatku untuk tunjukkan betapa Dia pedulikanku. Destya yang gak ada angin gak ada hujan nge-tag aku dalam catatannya, yang isinya pas banget. Grace yang tau-tau statusnya di FB made me cry. Mereka dengan gagah berani mengakui kalau mereka juga pernah terluka, tapi TUHAN menyembuhkan luka mereka. Thank’s a million girls *hug*.

Aku memutuskan untuk menceritakan sakitku kepada sahabat dekatku, dan ajaibnya lagi, TUHAN kirimkan banyak orang yang gak pernah kuduga untuk menghiburku di minggu-minggu awal sakitku, ceritanya di sini nih 

Kenapa aku bilang penting mengakui kalau kita terluka? Karena kalau kita sok gak ngerasa sakit dan  sok feeling better,bahaya!! Kita merasa ‘baik-baik saja’ padahal GAK, kita gak bakal mencari cara menyembuhkan luka itu, toh buat apa kan orang sehat ke dokter? Tapi, berbeda dengan orang yang mengakui kalo dia sakit dan ingin sembuh, dia akan mencari pertolongan. Dia akan mencari cara untuk sembuh. Dan cara yang terbaik adalah......


2.      Datang kepada Dokter
Aku memutuskan datang kepada Sang Dokter Hati, Our Father in Heaven, bner-bner gak tau harus berdoa gimana waktu itu, aku Cuma bisa nangis dan bilang yang aku rasakan, “Tuhan, sakittttt..” Dulu aku pernah share disini  Dan di sela-sela tangisku, Dia mulai menenangkanku, mengusap lukaku, memberikan obat bagiku, dan memulai proses penyembuhan-Nya bagiku.

TUHAN, Sang Dokter Hati, sanggup menyembuhkan luka hati kita secara sempurna. Dia gak pernah gagal. Mana mungkin gagal, Dia yang membentuk hati kita kok ^^
Jangan pernah berpikir manusia sanggup menyembuhkan luka hati kita seperti Dia menyembuhkan kita, gak mungkin! Manusia bisa memberikan saran-saran terbaiknya, tapi damai sejahtera, kekuatan untuk bertahan, semua yang kita perlukan untuk sembuh, hanya TUHAN yang bisa memberikannya. Dia punya obat yang manjur ^^V

Aku gak bilang ya, sekali datang pada-Nya langsung sembuh, seringnya sih perlu berkali-kali. Karena TUHAN berurusan dengan hati kita, dan hati ini rapuh banget. Makanya, lain kali harus lebih kita jaga, supaya gak dilukai orang lain ^^

3.      Minum obat dan mengikuti saran Dokter
Seringkali TUHAN memberikan kita obat, tapi kita menolak meminumnya. Iya sih, obat-Nya seringkali pahit. Gimana gak pahit, masa supaya sakit hatiku sembuh, TUHAN mau supaya aku mengampuni mantan?! Huaaaa.....Tidaaakkkk!!! Sori GOD, gak usah lah yaaauuuuuu.....! Gitu pikirku awalnya, aku menolak mentah-mentah obatnya, aku bahkan memikirkan pembalasan yang kejam bagi my ex.

Sama seperti kamu Steph, yang membuatku gak membalas dendam  adalah pemikiran kalo pembalasan tuh hak-Nya Tuhan, dan aku percaya Tuhan bisa lebih kejam dong membalaskannya, hahahahaha, emang pemikiran bodoh ya Steph?! Bagaimana bisa kita lupa kalo Allah kita adalah Kasih.

Trus, satu lagi yang aku pikirkan sehingga aku gak balas dendam adalah, aku percaya kita akan menuai apa yang kita tabur. Kalo aku dah menabur yang baik dalam hubunganku dengan my ex, aku percaya aku akan menuai yang baik pula nanti, entah kapan. Dan karena dia dah nabur yang buruk, tuaiannya juga buruk kan ntar God? Hahahahaha still ngarep :p

Intinya sih, di awal-awal aku masi ngerasa dendam tuh, tapi sekarang sih dah gak terlalu *loh???masih ada dung* Gkgkgkgkgkgk.

Sebenarnya kalo boleh, aku mau sembuh tanpa harus mengampuni, tapi Tuhan ‘memaksakan’ obatnya itu padaku ^^’ Kubilang memaksakan karena berkali-kali Dia ingatin aku untuk minum obat mengampuni ini, entah lewat Sateku, lewat buku yang kubaca, lewat teman-temanku juga. Obat ini pahit, tapi aku putuskan untuk meminumnya, aku akan mengampuni dan berbuat baik pada my ex, aku gak mau balas dendam. Emang taat pada Sang Dokter ni berat, aku dikuatkan melalui beberapa hal, ini ceritanya 

4.      Jangan Menggaruk Luka
Setelah memutuskan mengampuni, jangan pernah lagi mengorek luka lama.Yeaahhhh...JANGAN MENGGARUK ato MENGOREK LUKA. Ya iya lah, kapan sembuhnya kalo tiap mau sembuh dikorek melulu? Emang si kita gatel banget ya, maunya menggaruk ato bahkan menggarami luka hati kita.

Wooiiii sadarrrrr.....!!! Gak ada gunanya kaleeeee...... Buat apa luka digaramin, ntar awet lho lukanya, hehehehehe, tau kan kalo garam juga dipake buat ngawetin makanan :p

Seringkali kita mengorek-ngorek luka kita. Mulai mengingat-ingat ex, melihat benda-benda kenangan, foto, sms, dll. Aku bilang ya....SEMUA HAL yang mengingatkan kita ma mantan, mending dibuang deh. Demi mengeringkan luka tuh ^^’ Awalnya aku masi suka tuh ngeliatin sms jadul, ngeliatin foto, tiket nonton,dll. Tapi aku putuskan gak mau ngorek lukaku. Berat emang, tapi melihat kenangan-kenangan itu Cuma buat aku berharap lagi, buat apa?!

Trusss....aku gak mau tau kabar tentang dia lagi, aku remove my ex dari Fbku, dan yang baru (bner-bner baru brapa minggu ini) aku lakukan adalah, aku hapus nomornya dari hapeku. Jujur, ampe sekarang aku masih hapal kok, tapi entah kapan, nomor ini pasti terhapus dari memoriku ^^ Agak ekstrim kali ya apa yang aku lakukan, tapi inilah caraku ‘mengeringkan lukaku’. Mungkin teman-teman bisa tuh kering lukanya tanpa ngelakuin seperti yang aku lakuin, tapi aku blom bisa, makanya...^^’

O, iya satu lagi yang kulakukan adalah...AKU BERHENTI BERDOA BUAT MY EX. Ini kulakukan setelah aku baca note-nya Grace di sini , baca deh, disitu Grace tulis dengan jelas kenapa kita must stop doain ex or cowo yang udah punya pacar.

Aku akui, lukaku masih meninggalkan bekas, terkadang nyerinya kurasakan, tapi Dokterku bilang aku akan sembuh, dan aku mempercayai-Nya. Masih perlu berobat jalan nih aku, gimana dengaan kamu? ^^


Kasongan, 7 September 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs