.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, September 28, 2011

WhaTTTT??? Aku BUTA WARNA?!!!

TanyaDokterAnda.com share download link untuk tes buta warna di sini , aku iseng nyobain, dan hasilnya AKU BUTA WARNA. Alaaamaaaakkkkk.....tesnya yang ngawur ato aku emang buta warna ya sekarang? Tapi masa sih dulu pas zaman SMA aku pernah tes, hasilnya normal kok. Pas kuliah juga hasilnya normal. Pas tes buat kerja yang butuh surat keterangan ga buta warna, still normal kok. Dan yang terbaru nih ya....Agustus kemaren aku tes di RS Kasongan buat syarat penghapusan, I’M STILL NORMAL. Emang bisa ya, makin tua makin buta warna? Hahahahaha. Ngaco.com neh...:p Aneh emang ^^’

Tapi ngemeng –ngemeng masalah buta warna ni ngingatin aku pada seorang teman yang waktu kuliah baru nyadar kalo dia buta warna. Aku sempat heran waktu dia cerita. Gimana gak heran, wong hidup dah belasan tahun, masa pas TES dan keluar hasilnya dia baru tau kalo dia buta warna. Masa sih dia gak ngerasa buta warna. Jadi selama ini dia ngerasa gak buta warna, padahal dia buta warana?! Weleh-weleh.....Lah, jadi penasaran kan selama ini bagaimana dia memandang  dunia?

Aku juga penasaran, kontan aja waktu itu aku langsung nanya beberapa pertanyaan (errr....aku sangat ceplas-ceplos sama orang yang dah dekat sama aku, kalo blom dekat ma rada malu-malu HARIMAU, hehehehe) :

Hah? Kok bisa?
Iya Meg, aku sidang orang rumah. Ternyata dari pihak ibuku sumbernya.
(Iye...buta warna kan turunan)

Trus kamu selama ini gimana bawa motor ngeliat lampu lalu lintas?
Ngikut orang aja, ato ngliat mana lampu yang HIDUP. Selama ini kan urutannya sama, paling atas merah, tengah kuning, bawah ijo.
(Iya...ya....*aku manggut2*)

Lalu, bukannya sewaktu sekolah biasanya guru-guru IPA bawa kertas tes itu di depan kelas, trus nyuruh muridnya jawab, kamu gimana?
Aku ikutan teman-teman yang lain, kan rame-rame njawabnya Meg.
(Mak jangggg......bahkan dia gak bingung kok orang lain bisa jawab tapi dia gak?)

*aku ngambil bantal sofa* Ini warnanya apa?
*kebingungan dan agak ragu* Hijau bukan Meg?
*ngakak* Bukaaaannnnn, ini coklat tauk!
Ya gimana lagi Meg, aku kan buta warna.
Eh, tapi kok tau tadi bilang hijau, emang kamu ngeliatnya hijau?
Iya Meg....Aku ni kena buta warna parsial, jadi cuman bisa ngeliat sebagian warna aja. Beda yang buta warna full, asli ngeliat dunia cuman hitam putih.
Ooooo....*angguk-angguk saya*

Hehehehehe, jahat banget ya aku waktu itu pake ngetes segala. Just make it sure aja sih, sapa tau dia becanda. Untungnya dia gak tersinggung kugituin, maklumlah...dah temenan lama ^^V

Setelah di tes tuh temenku baru tau kalo dia buta warna.
Sebelum ini dia gak tau.
Orang lain pun gak tau.
Mungkin hanya Tuhan yang tau waktu itu.

Ya, hanya Tuhan yang tau gimana keadaan kita sebenarnya.
Hal-hal yang orang lain gak tau, Dia tau.
Bahkan apa yang kita gak tau tentang diri kita sendiri, Dia tau....
Tiada yang tersembunyi bagi-Nya.
Seluruh isi hati kita Dia tau (kok jadi nyanyi ya...?:p)

Jadi, jangan heran ya kalo Daud pernah meminta Tuhan untuk mengujinya
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Mazmur 26:3

Jadi ingat, aku pernah share di tulisanku Selidiki aku, lihat hatiku, ya Tuhan...  tentang mengapa Daud berdoa seperti itu.


Seperti temanku yang perlu diuji buta warna apa gak, kupikir tiap kita juga memerlukan tes dari BAPA kita di sorga. Supaya kita mengetahui keadaan diri kita yang sebenarnya.
Jangan sampai kita memandang diri kita gak buta warna, padahal kita buta warna :p
Jangan sampai kita memandang diri kita punya pengendalian diri, padahal aslinya no control at all
Jangan sampai kita merasa orang yang sabar, padahal aslinya cepat marah.
Jangan sampai kita menganggap diri kita orang benar, padahal kita penuh dosa.
Kita perlu mengenali diri kita. Memandang diri kita sebagaimana aslinya kita.

Kita perlu mengetahui bagaimana keadaan kita yang sebenarnya, seburuk-buruknya, dengan segala kelemahan dan kekurangan kita. Dan kemudian membawanya kepada Kristus, menyaksikan bagaimana kasih-Nya lebih dari segala keadaan kita, melihat bagaimana Dia tetap mengasihi kita, mengubahkan hidup kita dan bahkan tetap memakai kita dalam segala kelemahan kita bagi kemuliaan-Nya.

Saat kita memandang diri kita baik dan sempurna, kita gak akan pernah tau kalo kita membutuhkan Kristus dalam hidup kita.

“TUHAN, tes aku Tuhan, ujilah aku, supaya aku tau dan melihat hasilnya, siapa aku sebenarnya. Supaya aku semakin menyadari betapa aku membutuhkanMU dan bergantung padaMu semata.Amin.”

Kasongan, 28 September 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs