.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, June 20, 2012

Yang Terjadi Sewaktu Aku Berdoa Buat Indonesia


Beberapa minggu yang lalu aku mengajak kawan-kawan yang mau untuk menyediakan waktu khusus sehari dalam tiap minggu berdoa puasa bagi negeri kita ini, dan ternyata ada 2 orang kawan yang juga mau bergabung, Reni dan Abiga. Praise The Lord!!! Thank’s sis....  Bersyukur banget ada kawan yang sehati berdoa. Kenapa kita berdoa buat bangsa ini? Lihat deh di sini

Jadi, sudah 3 minggu ini kami berdoa, dan kali ini aku mau share sedikit, apa yang aku dapati waktu mulai doa puasa ini:
·         Twitterku mulai aku kunjungi.
 Loh? Apa hubungannya dengan doa puasamu Me?
Iyaaaa...jadi dulu aku paling males buka twitter gara-gara link berita kan tiap berapa menit ada melulu. Lah, kalo beritanya tentang Indonesia, kira-kira berita baik ato buruk nih yang terjadi? Jawabnya dalam hati aja ya, kagak usah kencang-kencang :p Yeahhhh, banyak berita buruk, dan aku dulu mualessss buanget ngebacanya, ngeliat judulnya doang cukuplah dulu, jangan harap aku klik tu link dan baca beritanya. MALES!!!

Tapi sekarang, tiap ada berita tentang kejadian di Indonesia, aku buka dah. Berita buruk itu adalah pokok doa yang harus aku doakan! Gak Cuma hari Senin loooo...tapi tiap hari, selagi aku buka twitterku dan ada link-link berita ini, aku buka dan doakan.

·         Jadi rajin nyari berita baik tentang Indonesia
Susye banget nih nampaknya, secara, yang sering ditampilin kan jelek-jeleknya doang di negeri kita ni. Padahal, kalo kita mau mencari (walopun agak susah payah ^^) PASTI ada hal baik yang terjadi di negeri kita. It’s time to say THANK’S to Our Beloved GOD.....!!! Yeaaayyyy...\(“,)/ Sekecil apapun kebaikan yang terjadi di negeri ini, aku belajar ngucap syukur. TUHAN gak berhenti bekerja loooo, Dia masih melakukan sesuatu di negeri ini. OPTIMIS. Tuhan sayang banget lo sama Indonesia, 200 juta lebih penduduk negeri ini, bagaimana mungkin Tuhan gak sayang.....

·         Aku bersyukur banget ternyata masih ada anak Tuhan yang bekerja di pemerintahan, sungguh-sungguh berdoa dan berharap, biarpun jumlahnya sedikit, tapi bner-bner bisa jadi terang di tempat gelap. Aku diingatkan banget pas kami kebaktian pemuda remaja, dan gak kebetulan yang khotbah adalah seorang pendeta yang juga dipercaya sebagai anggota dewan. Oh, sungguh waktu aku melihat bapak ini, aku jadi berdoa supaya dia dan mereka yang ada di posisi ‘atas’ menunjukkan integritasnya sebagai anak Tuhan. Karena mereka punya akses yang lebih luas untuk jadi kesaksian yang hidup bagi sekelilingnya. Supaya mereka bisa melakukan perubahan di negeri ini.

·         Bapak pendeta itu tau-tau pas ibadah nanya ke kami, apa yang menyebabkan bangsa kita terpuruk. Dan dia bilang, salah satunya adalah karena banyak orang di negeri kita ini yang mengutuk orang Israel. Bukankah di Alkitab dibilang, sapa yang memberkati bangsa Israel akan diberkati dan yang mengutuk juga akan dikutuk. Ngeri ya.....!! Duh, bingung, gimana ngebungkam mulut-mulut yang suka ngutuk itu ya..... Pengen rasanya kasi lakban satu-satu ^^ Well, kata Dhieta sih emang kebijakan luar negeri kita gak ngakuin Israel, dan lebih berpihak ke Palestina. Gak tahu harus ngapain ngedengar itu, harus berdoa juga buat Israel kali yaaa..... ^^V

·         Dorongan memaki pemimpin-pemimpin or pejabat di indonesia jadi berkurang. Kalo dulu sempat benci setengah urip, ato kemudian SUPER DUPER APATIS, sekarang tiap mereka ngelakukan yang aneh-aneh, yang ada aku kecewa, dan berdoa, minta Tuhan nyentil kupingnya ato tepok jidatnya biar tobat, biar nyadar dosa-dosanya, fiuhhh.....

Keadaan mungkin blum nampak berubah banyak di negeri kita, tapi hatiku berubah. Hatiku buat Indonesia tercinta.


Kasongan, 20 Juni 2012
-Mega Menulis-

Memahami Latar Belakang Seseorang


Suatu kali.....
Mega    : Lagi ngapain mas?
Coco      : Ngeliat bintang....

Di kesempatan lain.....
Mega    : Lagi ngapain mas?
Coco      : Ngeliat laut....

Dannnnn.....
Di beberapa kali percakapan, saat aku menanyakan hal yang sama pada Mas Coco, jawabannya hanya akan bervariasi di antara kedua jawaban itu, kalo gak ngeliat bintang, ngeliat laut ^^
Apa yang kalian pikir, kalo olwes nerima jawaban gitu?
For me....kalo aku gak tau sikon si mas ini, aku akan berpikir dia ni romantis abis, cowok malam-malam nelepon kita dan bilang lagi liat laut ato bintang, hmmm...sounds so romantic, huh? (or kurang kerjaan ya, malam-malam ke lautu melulu, ngapain coba?
THE TRUTH is......
KARENA emang itu aja yang bisa diliat Mas Coco, huahahahahaha *ngakak guling-guling*
Ya iya lahhhhh.....
Dia kerja di bidang perminyakan, di lepas pantai, di tengah laut sono dia kerjanya, makan, tidur di kapal, gimana ngga tuh, tiap malam hanya melihat laut or bintang. Mau ngeliat gunung, ato bilang jalan-jalan di mall gak mungkin kannn????
Hahahahahahaha.

Another true story....
Bendahara kami di kantor saat ini mungkin terkenal paling luambat ngumpulin SPJ keuangan dinas kami ke Bagian Keuangan sono.
Bagi yang gak kenal n gak ngerti kerjanya mungkin akan bilang:
Apa aja sih kerjanya dia, malas ya dia, gak bisa po nyicil kerjaan, lambat amat, gak bisa kerja ato berbagai fitnah keji lain... *lebaaayyyy*
Well, I told you...That’s not his fault.
Keterlambatan-keterlambatan itu sama sekali bukan karena hal-hal di atas. I know him, aku pernah ngeliat dan ngebantuin dia, aku juga pernah bertanya mengapa begini mengapa begitu, kok bisa gini kok bisa giti kerjaannya. Dan kudapati, kalo terjadi keterlambatan, itu karena pekerjaannya baru bisa dikerjakan kalo orang-orang di kantor melaporkan SPJ-nya. Dan seringnya, orang-orang ini gak ngerti kalo keterlambatan mereka berpengaruh banget dengan pekerjaan orang lain. Even bendahara kami olwes doing his best, tapi yang lain kagak, percuma!!  Kalo kita gak mengenalnya dan bner-bner open our eyes, bisa aja kita mikir, ah..cari alasan aja dia. Tapiiii....kalo kita ngeliat lebih dekat, we’ll know the truth.

Kita perlu melihat lebih dekat, mengetahui latar belakang mengapa seseorang berkata atau berbuat sesuatu, supaya kita gak ngambil kesimpulan seenaknya, or jatuh-jatuhnya menghakimi seseorang seenaknya.
Aku juga belajar banget hal ini. Susah. Apalagi aku seringnya memakai ukuranku pada orang lain. Memakai pikiranku. Memakai hatiku. Mengenakan situasiku ke orang lain, padahal kan gak mungkiiinnnnnn.....!!! Mana mungkin sama, wong tiap orang berbeda.
Misal yo, aku bisa mengerjakan ini, kenapa orang lain gak bisa? Malesnya!
Aku terluka dengan perkataan ini, trus bingung kok orang ini cuek aja ya ngomong gitu, dasar gak punya perasaan!
Dan beberapa kejadian lain....

Mencoba memahami latar belakang (kayak skripsi aja ya...hahahaha) seseorang dengan jelas mungkin gak akan selalu membuat kita menerima mengapa seseorang berbuat atau mengatakan sesuatu.
Siapa yang terima dikata-katain seenaknya?
Siapa yang terima kalo pekerjaannya selalu terlambat karena orang lain?
Kalo bisa diubah, kenapa gak, ya kan?

Tapi seenggaknya, kita mengerti alasannya berbuat demikian.
Jadi, kita gak akan jatuh pada kekecewaan yang terlalu dalam bila seseorang melakukan gak sesuai dengan harapan kita.

*tambahan
Kata Dhieta jadi ingat lagunya Sherina di Petualangan Sherina dulu, salah satu lagu kesukaanku juga, liriknya gini bunyinya....

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya  LEBIH DEKAT
Dan ku akan mengerti.....

LIHAT SGALANYA LEBIH DEKAT SUPAYA MENGERTI
Mantaaapppp....
Thank's Dit tambahannya d^^b


Kasongan, 20 Juni 2012
-Mega Menulis-

Tuesday, June 19, 2012

Gak Peduli Apa Kata Orang, Kamu Sangat Berharga Sayanggggg.....!!! \(",)/

Seorang kawanku ngomel gak henti, gara-gara mendengar kata-kata gak enak yang diucapkan seseorang padanya. Kata-kata gak baik lah pokoknya, sama sekali gak membangun. Aku yang Cuma dengar aja berasa gimaaannnnaaaa gitu, gak pantaslah diucapkan sama orang lain menurutku. Kalo aku aja ngerasa gitu, gimana dengan dia yang dikata-katain gitu? Aihhhh......Aku mengerti apa yang dirasakannya, secara aku juga agak-agak sensi :p TAPIIIII....aku kesal mendengar dia mengucapkannya berulang kali. Sampe aku bilang, please stop it, sakit telingaku mendengarnya. Aku gak becanda waktu ngomong gitu, tapi telingaku gak kuat dengar kata-kata negatif gitu SEPANJANG HARI!!!

Kayak gini gampangnya, ada seorang yang ngatain kalo aku bodoh. Trus aku jadi down dan kesal, wajar lah ya, sapa yang terima dikatain gitu waktu ngerasa dah doing my best. Oke, itu wajar....awal-awal juga aku pasti ngerasa down bin kesal. Tapi yang aku gak habis pikir, setelah gitu, ngapain sepanjang hari aku bilang BERULANG KALI,”Iya, emang aku ni bodoh”. Buat apaaaa???? Yang denger aja ikutan kesal. Trus yang ngucapin tuh jadi tambah nelongso, apa gak jatuh-jatuhnya jadi mengasihani diri sendiri?

Aku juga kadang down kalo dimarahin ato mendengar kata-kata yang gak enak. Too sensitive, huh? Maybe ^^ But, sekarang downnya SEBENTAR saja, malah kadang cuek. Bukan berarti ndablek trus gak meningkatkan kualitas yo, tapi CUEK dalam artian, aku gak mau ngasihani diri sendiri lalu mengulang-ngulang kata-kata negatif. NGAPAIN? Aku gak bakal biarin aku terintimidasi.
I KNOW MYSELF.
I KNOW WHO AM I.

Gak peduli apa pun yang dikatakan orang, apa yang paling penting adalah apa yang aku pikirkan sendiri.
Errr...terdengar SOK bin SOMBONG ya???
Hehehehehe, I don’t mean it ^^
Mungkin lebih tepatnya gini:
Aku gak peduli apa yang dikatakan orang tentang aku, aku tahu siapa diriku di mata Allah, aku tahu bagaimana Dia memandangku. Aku gak akan biarkan pandangan orang lain mempengaruhi diriku. I KNOW MYSELF IN GOD’S EYES.

Beberapa waktu yang lalu, aku share ke kawanku gini:
Sesuatu yang berharga layak untuk ditunggu. Jangan pernah merasa terburu-buru

Trus tahu-tahu dia balas gini:
Menunggu jodoh ya Meg? Aku juga ^^ Tapi SMS mu membuatku merasa berharga, karena tau ada seseorang yang menungguku.

Hahahahahahaha, kok menunggu jodoh sih? Maksudku kan menunggu ni gak tentang jodoh, tapi menunggu sesuatu yang berharga (apapun itu) :p

Seharusnya keberhargaan kita terletak bukannya karena ada yang menunggu kita ato gak dunk, tapi karena Yesus yang sudah menebus kita ^^ Ya to?

Eh, kemaren dunk, aku dan Dhiet ketawa-ketawa membahas yang namanya SINAMOT (eh, bener gini gak sih tulisannya). Katanya sih itu bahasa BATAK. Artinya tu (maaf kalo salah ngartikan), hantaran/jur-juran kata orang Banjar (sumber:orang Batak asli, Manogar Simanullang), yang kayak pelaku kalo orang Dayak bilang. Haissss, bingung jelasinnya, intinya sih kayak ‘bayaran’ yang harus dibayarkan cowok waktu ngambil cewek jadi istrinya. Buat pemenuhan adat sih, biasanya. Lah, katanya siiiii....di beberapa tempat, kalo nilai yang dibayarkan si cowok semakin gede buat ‘ngebeli’ si cewek, nah berarti si cewek ini muahal alias berharga banget.....

Trus Dhieta becanda, ntar kalo merit, diam-diam tambahinlah ya uang jur-jurannya, jadi nilai si cewek nampak naik di mata keluarga besar si cowok. Huahahaahhahaha, ngakak-ngakaklah aku, penting ya gitu...? Kan kita calon istri ideal sudah Dit *colek Dhiet* (hohohohoho, muji diri sendiri).
Kami Putri Raja....
Kami adalah wanita-wanita yang MAHAL
TAPIIIIIII..................
Yang membuat kami mahal bukanlah HARGA JUR-JURAN/PELAKU/SINAMOT/HANTARAN/ apalah itu ^^
Kami mahal, karena kami gak bisa ditebus dengan emas perak atau duit ato barang yang fana lainnya.
Kami mahal...
kami berharga, karena kami ditebus dengan darah yang mahal, darah Kristus.

Wahai, kawan-kawan di luar sana (aku di dalam, hahahahaha :p), jangan biarkan apa kata orang merusak pandanganmu atas dirimu sendiri.
DENGARKAN APA KATA TUHAN:
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. Yesaya 43:4
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 1 Petrus 1:18-19

See?
Kamu sangat MUAHAAAALLLLL.....
Bukan karena ‘HARGA’ yang ditetapkan manusia, tapi karena KRISTUS memandang kita sangat berharga.
Kamu sangat berharga sayaannnggggg.....\(“,)/


Kasongan, 19 Juni 2012
-Mega Menulis-




Monday, June 18, 2012

SBY:Partai Lain Lebih Korup


Postinganku kali ini berjudul sama dengan postingan ini Dah beberapa hari ini pengen nulis ini, tapi kalo aku dah pulang ke Palangkaraya tiap akhir pekan( Jumat-Minggu) jarang banget tuh nulis. Yang ada ma spending time sama keluarga, jalan sama teman, masak-masak (mengejutkan hah? Hahahaha), nonton, istirahat, pelayanan. Jarang banget tuh ngadepin laptop buat nulis di hari-hari itu, well, kecuali emang niat banget yoooo.

Eniwei, aku dah baca beberapa artikel sejenis, dengar juga dari adekku yang cewek tentang Pak BeYe yang ngomong kalo partai lain lebih korup dari partainya....
HELLLLLLLLLLLLOOOOWWWW......!!!!
Si Bapak ni nyadar gak sih, kalo omongan gitu amat teramat sangat gak pantas untuk dia ucapin walopun dalam kapasitas sebagai Pembina partainya. Buat apa dia ngomong gitu?

So what gitu loh kalo partai lain lebih korup dari partainya?
Itu tetap aja gak membenarkan tindakan korupsi kan?
Mungkin ada yang bilang, itu kenyataan kok, yang lain lebih korup kok Meg.
So????
Pertanyaanya still:Buat apa dia ngomong gitu?
Buatku sih itu seperti membela diri, membenarkan tindakan korupsi itu sendiri.
Seakan-akan dia bilang,”Kader kami  tidak terlalu bersalah bo dibanding kader partai lain, nih liat angka-angka yang ada, yang laen lebih parah loooo, yang kami lakukan ni gak ada apa-apanya loooo...”
Terdengar demikian bagiku. Entah si kalo buat orang lain terdengar piye.

Sebagai partai yang menang PEMILU dan presidennya dari partai tersebut, gak salah kan kalo aku ngarepin sesuatu yang lebih dari kader-kader partai ini?
Dan tentunya yang kuharap bukan LEBIH SEDIKIT KORUPSINYA dibanding kader partai lain
Aku berharap TIDAK KORUPSI.
Terlalu muluk-mulukkah harapanku?

Banyak kek. Dikit kek.
Yang namanya korupsi ya korupsi aja.
Heran deh, emang kalo semua partai korup lebih banyak partainya, berarti kader partai ini juga ga papa kalo korup? Ato karena lebih sedikit nominalnya jadi gak masalah? Hmm......
I know, aku harusnya berdoa buat Bapak Presiden tercinta kita, dan aku emang dah berdoa.
Actually, setelah berdoa,  keinginan buat memaki-maki agak berkurang, tapi kecewa sih masih.
Aku jujur nih.

Yeahhhh, mungkin Bapak BeYe gerah karena banyak yang menuding-nuding kebobrokan yang terjadi di partai ini, seiring munculnya kasus korupsi yang melibatkan kader partainya. Tapi kuteringat kata-kata yang pernah kubaca, kalo gak salah gini: Hanya karena semua orang melakukan yang salah, tidak menjadikan sesuatu yang salah itu benar. Dan hanya karena tidak ada seorang pun melakukan yang benar, tidak menjadikan hal yang benar itu salah.

Aku gak mau menghakimi.
Dan waktu aku mikir tentang hal ini, talking with GOD tentang kekecewaanku, eh...aku malah diingatin sesuatu. Seperti tuh bapak BeYe bilang,”Kagak masalah kader kami korup, korupsi kami lebih dikit dibanding yang lain.” Well, seperti itulah kita memandang dosa kita dibanding dosa lain.Gak terucap kayak Pak BeYe sih, gak pake dibikin berita juga sih, tapi bukankah kita juga sama.
Tanpa terucap, kita punya anggapan tentang yang mana yang dosa kecil mana yang dosa besar.
Seringkali kita anggap orang lain lebih banyak dosanya dibanding kita.
Pernah dengai istilah WHITE LIE?
Bahkan bohong pun ada tingkatannya loooo....
Lucu ya kita ni ^^

Hayooo....
Siapa yang pernah mikir fitnah lebih kejam dari pembunuhan? :p
Ato mikir kalo kejahatan membunuh dosanya lebih berat daripada mencuri?
Or.....berbohong tu gak papa kalo terpaksa?
Hehehehehe, AKU pernah lo mikir gitu ^^
Aku ngeles dan mikir,”Ah ga papa ya Tuhan, orang laen lebih parah kok dari aku. Aku terpaksa lo kayak gini. Yang kulakukan gak ada apa-apanya dibanding yang dilakukan orang lain.”

SESAAAATTTTTT....!!!
Mana ada di Alkitab dosa besar dan dosa kecil.
Dosa ma dosa aja.
Terlalu sering kita (well, aku) memperlakukan dosa gak sebagaimana mestinya. Hanya karena orang lain melakukan lebih banyak dosa daripada aku, gak mengubah kenyataan aku juga berbuat dosa.
Mau banyak kek, sedikit kek.
Dosa ya dosa.....

Emang ya, naluri manusia dimana-mana kebanyakan sama, maunya membela diri.
Maunya menampakkan ‘citra’ yang baek.
Membandingkan sama orang lain untuk looks better.
Untuk membenarkan kesalahannya.

Padahal dah dibilangin:
Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Roma 3:9-12

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Roma 3:23

Sepertinya Pak BeYe dan kita semua perlu belajar dari Daud, yang saat diingatkan nabi Natan atas dosanya, ia TIDAK berkata,”Orang lain telah melakukan dosa yang lebih hebat dan besar dari aku.” ^^
NGGAK!!!
Daud gak ngomong gitu kok.
Dia segera menyadari dan mengakui dosa-dosanya yang hebat, mengarahkan kembali hatinya kepada Allah dan menerima teguran Allah dengan kerendahan hati.

Sewaktu kita tahu kita salah, ya sudah, akui saja kesalahan kita, dan bertobat! Jangan ngeles Matematik, apalagi les Fisika :p Yok, kita melakukan pertobatan yang benar!

Kasongan, 18 Juni 2012
-Mega Menulis-

Thursday, June 14, 2012

Mengapa Daud Berkenan di Hati Allah?


Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu." 1 Samuel 13:14

The only man yang berkenan di hati-Nya TUHAN, Daud.....
Aku dulu bingung lo dengar hal ini, padahal Daud kan ga perfect, tapi dia satu-satunya yang dibilang Tuhan berkenan di hatiNya. How can? Dan aku emang gak ingat dimana ayat yang bilang Daud adalah orang berkenan di hati Tuhan. Nah, pas aku cari-cari, ketemulah ayat di atas.

Perhatikan!
TUHAN bilang kalo Daud tu orang yang berkenan di hatiNya sebelum Daud jatuh dalam dosa perzinahan, wajar aja lah ya Tuhan bilang gitu, seblom itu mungkin saja Daud tak bercacat cela kali ya, bahkan dia berani membela nama Allah di hadapan si Goliat. Imannya kepada Allah luar biasa, bahkan konon katanye Mazmur 23 itu ditulis Daud sewaktu dia masih di padang menggembalakan dombanya.

Jadi, kesimpulannya yeeee...Daud disebut berkenan sebelum dia jatuh dalam dosa, iya to???? Wajaaarrrrrrrr.....!

But....Eittttt......Tunggu dulu!!!
TUHAN tahu kan masa lalu, masa sekarang dan masa depan kita. So....Tuhan tahu lah ya kalo Daud akan melakukan dosa itu di masa depan pada waktu itu (bingung gak sih dengan bahasaku ini? Gak lah ya? Ngerti to? *maksa*), tapi kenapa Tuhan masih bilang Dia berkenan sama Daud? Ntar Daud bakal berbuat dosa looooo!!!! Tuhan tau dan Dia masih bilang Dia berkenan sama Daud. How can???!!!!

Ternyata dari awal aku salah.
Salah besar!
Emang sapa yang bilang kalo BERKENAN DI HATI TUHAN tu berarti super perfect, gak punya dosa, gak punya salah, selalu melakukan yang benar. Pemikiran dari mana itu Meg?
Iya ya......aku rupanya mikir berkenan tu yang kayak gitu rupanya, makanya aku dulu terheran-heran dibilang Tuhan berkenan sama Daud, bahkan satu-satunya yang berkenan di hatiNya looooo...Gak main-main tuh.

Emang Daud ga perfect.
Dia berbuat banyak dosa.
Berzinah.
Mengingini milik sesamanya.
Mencuri apa yang bukan haknya (iye lahhhh...istri orang gitu lohhh..)
Merancangkan pembunuhan atas panglimanya.
Masih panjang kali daftar dosanya kali yaaa....^^'

Seharusnya seorang yang berkenan di hati Allah gak gitu kan?
Harusnya dia perfect kan? Bersih cemerlang tanpa noda (haissss, iklan sabun cuci banget yaaaaa...)
HELLOOOOOOOO.......!!!
Emang kamu sapa Meg, kok menghakimi Daud?

Kamu lupa ya.....Bukankah ada tertulis:
Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Roma 3:9-12

TIDAK ADA YANG BENAR.
TIDAK ADA YANG BERAKAL BUDI.
TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MENCARI ALLAH.
SEMUA ORANG MENYELEWENG.
SEMUA ORANG TIDAK BERGUNA.
TIDAK ADA YANG BERBUAT BAIK.

Di ayat 23 lebih jelas dikatakan:
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Roma 3:23
Ayat itu gak bilang:
Semua orang kecuali Daud telah berbuat dosa telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Mana ada gitu.....!!!
Daud sama, dia manusia biasa seperti kita, dapat berbuat dosa juga, kita eh aku mungkin gak ingat kalo Daud adalah manusia biasa. Tapi Tuhan ingat kok.

Waktu Tuhan bilang Daud berkenan di hatiNya tu bukan berarti Dia lupa kalo Daud manusia biasa yang gak lepas dari salah dan dosa. Daud menyadari hal itu, bahkan Daud bilang kalo Tuhan gak pernah lupa siapa dia.
Dia sendiri tahu apa kita, dia ingat, bahwa kita ini debu. Mazmur 103:14

(Eniwei, coba deh baca Mazmur 103  ,aku gak tahu kapan persisnya Daud menulisnya, setelah dia diampuni Allah atau belum, tapi Mazmur ini salah satu favoritku juga ^^).

Jadi, jika Daud sama seperti kita yang juga sama-sama berdosa.
Mengapa Allah berkenan pada Daud?
Well, I still don’t know jawaban tepatnya, tapi satu hal yang aku amati dari Daud dan aku kagumi banget. Baca deh Mazmur. Apa yang kamu temukan di sana?

Setiap kita akan menemukan sesuatu lah ya.....
Tapi kalo aku....
Aku menemukan Daud yang manusiawi banget.
Bisa kecewa. Marah. Sedih. Senang. Bingung. Berbuat dosa. Sadar akan dosanya. Diampuni. Bersyukur. Iri sama orang fasik. Menuntut keadilan sama Tuhan. Minta Tuhan menghabisi musuhnya. Curhat sama Tuhan. Memuji Tuhan. Ketakutan. Berteriak minta tolong sama Tuhan. Memohon belas kasihan Tuhan. Mengagumi ciptaan Tuhan. Menyembah Tuhan. Menari bagi Tuhan. Bernyanyi. Menangis.

Dia bukan manusia yang holy bin perfect. Kagaaakkkk....
Daud sama seperti kita, tapi Dia sangat dekat sama Tuhan.
Dia jujur sama Tuhan, apapun yang dia rasakan, dia katakan semua sama Tuhan. Gak ada tuh yang namanya jaim-jaiman sok kuat dan sok kudus. 
Noooo....!!! 
Dia curahkan semua yang di hatinya pada Tuhan, hubungannya sangat dekat sama Tuhan, hingga gak ada yang ditutup-tutupinya lagi. Semua kekecewaan, amarah, sukacita, dll. Semua emosi dia tumpahkan. Tuhan lah yang terdekat denganNya. 

Biasanya kita punya kan orang terdekat kita yang menjadi tempat kita mencurahkan segalanya? Apapun bisa kita ceritakan dan tumpahkan padanya karena kita mengasihi dia dan kita percaya dia mengasihi kita, sehingga apapun yang kita katakan gak mengubah hatinya pada kita. Kita mau dialah orang yang pertama kali mengetahui apa yang kita rasakan. Gak ada rasa malu ato takut dihakimi kalo-kalo dia mengetahui siapa kita yang sebenarnya. Kita bisa menjadi diri kita sendiri di hadapannya. Well, seperti itulah nampaknya TUHAN bagi Daud.

Mazmur yang dituliskan Daud menunjukkan betapa dekatnya Daud sama Tuhan, hatinya melekat sama Tuhan, hingga gak ada lagi yang tersembunyi, dia datang sebagaimana adanya dia. TUHAN merindukan hubungan. Dan ini yang Dia dapati dari Daud, hubungan yang mesra looo...Kupikir, inilah mengapa Daud berkenan di hatiNya ^^


Kasongan, 14 Juni 2012
-Mega Menulis-


Impatience is Danger


Sesuatu yang berharga layak untuk ditunggu.

Masalahnya, menunggu tu bukan hal yang gampang, ya to?
Hahahahahahahaha. Maklum, aku bukan orang yang sabar sebenarnya *sigh* Kalo menahan emosi, well...masih mendinglah aku rasa kesabaranku dibanding kesabaran dalam hal menunggu ini.

Dan, hari ini SMS adekku Babel menamparku, He said:
IMPATIENCE IS DANGER.
Awalnya, kupikir yang dimaksud Babel adalah ketidaksabaran yang menahan emosi, tapiiiii..... ketidaksabaran menanti sesuatu ato seseorang  (or lebih kerennya menanti janji TUHAN)  ternyata juga berbahaya loooo, let’s see this.....

Ketidaksabaran membuat Sara meminta Abraham, menghampiri Hagar budaknya, membuat Hagar melahirkan keturunan yang menjadi musuh bangsa Israel sampai sekarang.
Ketidaksabaran membuat Ribka berinisiatif menyuruh Yakub menipu ayahnya sendiri, sehingga menjadikan Yakub seorang penipu, membuat Yakub bermusuhan dengan Esau dan terpaksa lari dari rumahnya.
Ketidaksabaran membuat Rahel menyuruh Yakub tidur dengan budaknya untuk sekedar merasa menang dari kakaknya Lea.
Ketidaksabaran Saul menunggu Samuel untuk mempersembahkan korban bakaran, membuatnya gak taat pada Allah, membuat Allah marah.

Ketidaksabaran menanti Tuhan bertindak membuat mereka bertindak sendiri. 
membuat mereka hanya memikirkan kepentingannya sendiri-daripada memikirkan kepentingan Allah
membuat mereka mengambil keputusan yang salah, yang gak Cuma berakibat buruk pada diri mereka sendiri, tapi pada generasi bahkan entah sampai turunan ke berapa
membuat mereka melakukan yang gak berkenan di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan berduka melihat ketidaktaatannya
membuat mereka ‘mengambil’ yang bukan haknya, 
membuat mereka ‘mencuri’ apa yang sebenarnya menjadi miliknya-tapi karena tidak sabar mereka 
bertindak mendahului waktu Allah
membuat mereka melakukan dosa,
membuat mereka mendapatkan yang baik-bukannya yang terbaik yang telah disediakan Allah.

Dalam segala ketidaksabaran mereka, Tuhan ternyata tetap bekerja dalam segala sesuatunya dan sanggup mendatangkan kebaikan dari ketidaksabaran-ketidaksabaran yang terjadi.
Karya Allah gak ada yang luput dari apa yang telah dijanjikanNya.
THAT’S TRUE...
Tapi itu bukan karena ketidaksabaran mereka. 
Semua hanya karena Allah penuh kasih karunia, dan Dia adalah Allah perjanjian yang gak pernah mengingkari janji-janjiNya.
Tapi mari kita bayangkan, kalo mereka sabar menanti Allah yang bertindak, kira-kira apa yang terjadi ya...??? *mikir*

Ada kasih karunia Allah yang selalu tersedia, tapi juga ada konsekuensi buruk jika kita bertindak tanpa menanti-nantikan Tuhan.

Babel, you’re right dek :
IMPATIENCE IS DANGER.


Kasongan, 14 Juni 2012
-Mega Menulis-
blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs