.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, January 21, 2013

Kisahnya di Hari Istimewa Itu



bdk Lukas 5:12-16

Dia sudah menderita sangat lama karena penyakit kusta, dihina dan diasingkan oleh banyak orang sudah cukup buruk-semua orang menjauhi dan memandangnya jijik. Tapi yang paling buruk dari semua ini ialah ia tidak dapat menyentuh dan memeluk keluarganya.

Dan suatu hari dia bertemu Yesus, sudah lama didengarnya tentang Yesus, ia pernah mendengar bagaimana Yesus telah memberi makan banyak orang dengan mukzizatNya.
“Mungkin Dia dapat menyembuhkanku.”, pikirnya,tidak ada salahnya mencoba. Tapi, apa yang harus dikatakannya, bagaimana jika Yesus jijik melihatnya seperti banyak orang selama ini? 

Tapi bagaimana pun dia harus mencobanya, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”, katanya sambil tersungkur di hadapan Yesus. Kemudian Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menjamahnya, dan berkata-kata.

Ini mengherankan! Mengapa Yesus mau menyentuhnya, sudah begitu lama tidak ada orang mau menyentuhnya. Dia merasakan perhatian dan kepedulian, suaraNya pun begitu lembut. Kedamaian yang luar biasa melingkupinya dannnn..perlahan ada sesuatu yang mulai berubah pada tubuhnya, dia sembuh! Wow..ini tak dapat dipercaya, Yesus sungguh melakukan mukzizat, sungguh ajaib....!!!

Tapi aneh baginya, Yesus melarangnya memberitahukan kepada siapa pun juga kejadian itu, tetapi hanya memintanya membawa dirinya kepada imam dan memberi persembahan atas kesembuhannya, Yesus “hanya” memintanya mengucap syukur. Bagaimana mungkin dia hanya melakukan itu? Dia harus mengabarkan berita gembira ini kepada keluarganya! Para tetangganya harus melihat mukzizat yang terjadi padanya, dia ingin membungkam semua orang yang menghinanya selama ini.

“Tak bisa. Aku tak bisa diam.”, pikirnya. Semua orang harus tahu.
Dia berteriak, mengangkat tangannya dan berkata,”Aku sembuhhhh...aku bukan orang najis!! Yesus sudah menyembuhkanku...!!!” .
Sukacitanya begitu besar, sehingga ia memberitakan kabar gembira itu pada semua orang. Dan berita itu tersebar.

Semua orang terkagum-kagum. Lalu mereka juga menginginkan mukzizat itu terjadi dalam hidup mereka, pada keluarga mereka, dan mereka mencari Yesus. Tetapi anehnya, Yesus tak nampak lagi dimana-mana.

Lama sesudah itu, dia merenungkan lagi apa yang terjadi padanya, dan hatinya penuh dengan ucapan syukur, betapa banyak keajaiban yang terjadi padanya hari itu.
Sejak lama tidak ada yang mau berdekatan dengannya tapi untuk pertama kalinya, dia merasakan sentuhan dari seseorang setelah entah berapa lama-bahkan ia tak ingat lagi, sentuhan dari seseorang yang sangat istimewa, yang bahkan sentuhannya saja memberikan rasa damai di hatinya. Kini, dia bisa menyentuh lagi orang-orang terkasihnya.
Setelah selama ini mengalami penolakan dan hinaan dari orang lain, hari itu dia merasa diterima, kata-kata lembut ditujukan padanya, oh...betapa lama dia tidak mendengar orang lain berbicara padanya tanpa berisi ejekan.
Kesembuhan atasnya terjadi, sesuatu yang selama ini hanya bisa dia impikan, bahkan dia berandai-andai SETIAP SAAT, “Seandainya aku sembuh, aku akan...”, demikian suara hati dan pikirannya setiap detik, dan hari itu dia benar-benar sembuh. Oh, betapa banyak,yang bisa dilakukannya kini.
Dia dapat menghadapi banyak orang dengan kepala tegak, tidak perlu lagi mencari tempat yang sepi untuk menghindari orang-orang yang memandangnya dengan tatapan jijik.
Penderitaan yang selama ini dialaminya telah terlepas, beban terangkat dari punggungnya, kehormatannya telah kembali. Jika selama ini orang memandangnya dengan jijik, mulai hari itu orang memandangnya keheranan, takjub akan keajaiban yang dialaminya, yang gak semua orang mengalaminya.
Hari itu, dia bertemu pribadi yang luar biasa.
Itu hari yang tidak akan terlupakan sepanjang umurnya.

Kasongan, 19 Januari 2013
-Mega Menulis-





No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs