.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, January 28, 2013

Mengajar dengan Kuasa



Markus 1:21 b-28

Bagian ini menjadi rhema buatku:
Mereka takjub mendengar pengajaranNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Markus 1:22

Entah kenapa, membaca bagian ini aku teringat beberapa penguasa di kantorku *hahahahaha,penguasa kok banyak ya di kantor? :p*
Inti ne, orang-orang yang berkuasa alias punya jabatanlahhhh.... Ini baru di kantor, masih banyak lagi orang yang berkuasa di dunia luar sono, politikus, pejabat, pengusaha sukses, dan lain-lain. Dan membayangkan gaya mengajar Yesus seperti mereka, aku geleng kepala kuat-kuat!!! IMPOSSIBLE!! Tuhan Yesus gak mungkin mengajar kayak mereka. Idih bangettttt...Gak terima!  Apalagi macam beberapa orang berkuasa yang ngomongnya nampak hebat itu (tapi omong doang), gak mungkin dah :p

Dan, akhirnya aku membaca Alkitab dalam beberapa versi lain, dan ini yang tertulis:
Orang-orang yang mendengar-Nya kagum akan caraNya mengajar. Sebab, Ia mengajar dengan wibawa, tidak seperti guru-guru agama.  Bahasa Indonesia Sehari-hari
Orang takjub mendengar khotbah-Nya, sebab Ia berbicara dengan kuasa dan mengemukakan pendapat-Nya tanpa mengutip pendapat orang lain. Berbeda sekali dengan yang biasa mereka dengar. Firman Allah Yang Hidup

Membaca 2 versi lan dari ayat tadi membuatku angguk-angguk ^^
 Kenapa?
Karena jujur aja, versi yang pertama membuatku geleng-geleng. Aku teringat betapa terlalu banyak orang yang berkuasa di negeri ini (maupun di kantorku) yang NGGA BANGETTTT, gaya ngomong meyakinkan, penuh percaya diri menyampaikan kebohongan (bah!!), berbicara A dan berlaku B pulakkkk!!! Tuhan Yesusku gak gituuuuu... :(

Kalau orang yang berkuasa adalah orang yang demikian, berarti aku bisa yakin Tuhan Yesusku gak mungkin mengajar demikian. Tuhan Yesus mengajar dengan kuasa, kuasa dari BAPA-Nya.  Saking berkuasanya, setan pun ketakutan mendengar hardikan-Nya

Dikatakan pula, orang-orang takjub mendengar-Nya. Pada waktu Ia membuka mulut-Nya dan mengajar, orang-orang mendengarkan dengan serius. Mereka takjub. Jadi ingat, peristiwa Yesus membaca bagian dari kitab Yesaya di bait Allah. Aku yakin, ahli-ahli Taurat pernah melakukan hal yang sama denganNya, tapi PENGARUH dari apa yang diucapkanNya berbeda dengan orang lain yang mengucapkannya. Gampangnya kayak yang aku pernah share beberapa waktu lalu di sini . Jika kemaren aku belajar dari Yesus bahwa kita dibenarkan melalui perkataan dan perbuatan. Nah, kali ini aku belajar tentang mengapa kata-kata Yesus bisa punya wibawa yang besar alias bisa punya kuasa alias punya pengaruh bagi yang mendengarNya.

Ini bukan sekedar karena kata-katanya menarik, atau karena Dia mengucapkan sesuatu yang manis dan enak didengar loo....
Tidddaaaakkkkk...saudara-saudara!!! *apaan sih ^^’*
Perkataan Yesus punya kuasa karena...
Kata-kata itu keluar dari imanNya yang sungguh kepada BAPA-Nya, Dia gak Cuma ngomong. Saat dia bicara tentang kasih dengan bahasa yang sederhana sekalipun, orang-orang mendengarkan. Kata-kataNya punya kekuatan karena Dia bicara dengan kejujuran. Tak ada dusta karena omong doang. NO!!! Dia hanya berkata apa yang telah dipraktekkanNya, makanya kekuatan kata-kata-Nya berbeda dengan orang lain.

Yesus bisa berkata, “Roh Tuhan ada padaku...”, dan yang mendengarNya membenarkan Dia karena Yesus tahu benar apa yang diucapkanNya, dan itu memang benar.
Beda dunk, saat kita berkata,”Roh Kudus ada dalamku...”, ehhh...kelakuan kita ternyata lebih menyerupai roh kudis daripada Roh Kudus, gimana orang percaya, gimana mungkin ada kekuatan dalam kata-kata kita.

Yesus dapat berkata kepada orang,”Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” , taraaa....12 murid mengikut Dia.
Bayangkan, kita berkata demikian kepada orang lain, apa respon mereka kira-kira? Pasti orang-orang akan heran, dan tertawa, “Gila apa ni orang ya”, pikir mereka.Boro-boro mengikuti kita, jangan-jangan ada ambulans dari RSJ yang menjemput kita :p

Yesus mengajar dan kata-kataNya penuh kuasa karena Dia tahu benar apa yang diucapkanNya, dan Dia hidup dalam kebenaran itu, Dia telah mengalami dan melakukan apa yang diucapkanNya, sehingga ucapanNya punya kuasa yang besar.

Kasongan, 23 Januari 2012
-Mega Menulis-


No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs