.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, January 16, 2013

Siapa Yesus Bagimu?



Markus 6:45-52

Murid-murid Yesus ketakutan melihat Yesus berjalan di atas air jam tiga malam dan mengiraNya hantu. Mereka terkejut dan berteriak-teriak. 

 Membaca ini sebelum-sebelumnya, dengan mudah aku berpikir,payah ni para murid, masa gak mengenali Yesus sih. Tapi kali ini saat membaca lagi, aku mencoba membayangkan situasi yang dialami para murid dengan penghayatan yang lebih dari biasanya. Dan ternyata, nampaknya aku juga akan melakukan hal yang mirip dengan yang dilakukan para murid. Gak berteriak sihhhh (masih aja sok berani), tapi bagian terkejut dan mengira itu hantu akan menjadi bagianku juga (heran juga kok kebanyakan manusia bisa mengira hantu ya kalo melihat sesuatu yang aneh dan misterius, padahal gak pernah tuh mengenal hantu, melihat aja iya kalo ada setahun sekali :p).

Seharusnya para murid (dan aku, kalo aku ada di situ ^^V) mengenali Tuhan Yesus dunk, tapi apa daya, apa yang dilakukan Yesus gak logis (helllooowww, dari mana rumusnya tuh manusia bisa berjalan di atas air), jadi jangan salahkan kami dunk kalo aku mengira hantu. Okeh ya, jangan salahkan kami! Yang dilakukan Yesus tuh sesuatu yang gak biasa, yang mustahil dilakukan manusia, yang ajaib, yang dahsyat, yang penuh misteri, yang gak bisa dijeleskan dengan akal, yang gak pernah terpikir, yang gak terbayangkan oleh manusia, yang emang gak pernah dilihat manusia. Sampai disini, aku bisa menerima ketakutan para murid.

Tapiiii....Masalahnya adalah kemarin aku membaca tentang mukzizat yang dilakukan Yesus, saat Ia mengubah 5 roti dan 2 ikan menjadi berbakul-bakul dan membagikannya kepada 5000 orang, dan mereka makan sampai kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Nah, para murid gak Cuma membaca apa yang dilakukan Tuhan Yesus, mereka MENYAKSIKANNYA dengan mata kepala sendiri. Nah, kejadian ini berlangsung kurang dari sehari sebelum kejadian Yesus berjalan di atas air.
Pada waktu itu hari sudah mulai malam, datanglah murid-muridNya kepadaNya dan berkata:”Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa  dan di kampung-kampung sekitar sini.” Markus 6:35-36

Jadi, perkiraanku, Yesus memberi makan 5000 orang itu jam-jam maghriblah... ^^V
SEMUA MURID MENYAKSIKAN MUKZIZAT YANG DIPERBUAT-NYA!!!
TAPI, kurang dari 12 jam kemudian, kira-kira jam tiga malam (bdk. Markus 6:48), Yesus melakukan mukzizat lagi-berjalan di atas air, dan murid-murid langsung tidak mengenaliNya, bahkan mengira Dia adalah hantu! Segitu aja rupanya pengenalan mereka akan Dia, mereka belum mengenal Yesus sebagai Tuhan. Setelah apa yang diperbuat Yesus, mereka masih belum mengerti kalau Ia adalah Tuhan, ini terjadi karena mereka tidak berpikir dan merenungkan mukzizat yang dilakukanNya.

Dan karena mereka gak mengerti apa yang diperbuat Yesus, keajaiban itu berlalu begitu saja, gak menimbulkan kesan dalam hati mereka. Lalu murid-murid dengan gampang melupakan apa yang telah diperbuat Yesus. Mukzizat yang harusnya menggetarkan hati mereka dan diingat, bahakan dibicarakan paling ngga sampai beberapa hari, terlupakan dalam sekejap. Begitu Yesus datang dan melakukan mukzizat yang berbeda dengan sebelumnya, mereka sudah tidak mengenaliNya, karena pengertian mereka akan Yesus adalah Tuhan belum mereka miliki.

 Mereka gak mengerti kalau sesuatu yang besar sudah terjadi di hadapan mereka karena mereka gak mengenal siapa Yesus sebenarnya. Bagi mereka Yesus adalah manusia, guru mereka terkasih, tapi Yesus sebagai Tuhan? Well, itu belum sampai menjadi pemahaman mereka.

Bukankah kita juga sering bersikap seperti para murid?
Dalam sekejap melupakan keajaiban dan mukzizat yang diperbuatNya karena kita gak mengenaliNya dengan sungguh. Pemahaman sejati kita akan siapa Yesus dalam hidup kita rupa-rupanya akan mempengaruhi  respon kita atas apa yang diperbuatNya dalam hidup kita. Bahkan mukzizat yang sesungguhnya sedang dilakukanNya atas kita, akan membuat kita berteriak ketakutan bila kita tidak mengenaliNya dengan sungguh-seperti yang dilakukan para murid saat melihat Yesus berjalan dia atas air.

Siapakah Yesus bagi kita?
Apakah Dia hanya sekedar tokoh hebat di Alkitab?
Atau jangan-jangan Dia bukan siapa-siapa bagi kita.
Siapa Dia bagi kita akan mempengaruhi sikap dan respon kita padaNya.

Jika kita mengenaliNya sebagai Tuhan kita, yang sungguh berkuasa, kita tidak akan berteriak atas hujan badai yang kita alami, kita tahu, hidup kita tetap aman di dalam Dia, dan Dia sanggup memberikan pelangi setelah hujan badai.
Jika kita mengenaliNya sebagai  Sang Pencipta yang menjadikan langit dan bumi, kita mempercayai pertolonganNya adalah sempurna atas setiap masalah kita.
Jika Ia adalah sungguh kita kenali sebagai penyelamat jiwa kita, kita akan menghargai apa yang diperbuatNya dan bersyukur, lalu melakukan yang terbaik bagiNya sebagai ucapan syukur kita.
Jika Ia Raja dalam hidup kita, kita akan mulai menghormatiNya dan menaati apa yang diinginkanNya dalam hidup kita.
Jika Ia sahabat bagi kita, banyak hal akan kita ceritakan padanya, hal yang penting  dan tidak penting sekalipun akan mewarnai setiap perbincangan kita denganNya, karena kita tahu Dia peduli akan semua hal tersebut
Jika Ia adalah kekasih jiwa kita, betapa kita akan merindukan kehadiranNya dalam setiap hidup kita, mengasihiNya dengan sungguh dan sungguh ingin dekat denganNya setiap saat, kita hanya akan melakukan hal-hal yang meyenangkan hatiNya, kita tak ingin mendukakanNya
Jika Ia adalah BAPA bagi kita, oh sungguh kita akan merasakan damai sejahtera dalam pemeliharanNya, karena Dia BAPA yang baik dan gak pernah lalai menjaga hidup anakNya, kita tak kuatir akan kebutuhan hidup kita
Jika Ia adalah Penghibur bagi kita, setiap ada masalah kita gak berlari padaNya, bukannya malahan mencari kawan, atau mencari hiburan duniawi.
Jika Ia adalah sukacita kita, kehadiranNya saja cukup dan mampu mendatangkan senyum bahkan tawa lebar. Tidak perlu kabar baik, promosi, uang banyak, harta benda melimpah  dan berbagi hal lain untuk endatangkan sukacita bagi kita
Jika Ia adalah Pembela kita, penghakiman tidak akan lagi menggentarkan kita, bahkan suara iblis yang menghakimi kita dengan perbuatan masa lalu kita, tak lagi membuat kita susah tidur
Jika Ia benteng hidup kita, gak perduli apapun serangan atas hidup kita, kita tetap akan aman, Dia membentengi kita dengan kekuatan dan kasihNya,gak ada yang perlu dikuatirkan
Jika Ia adalah Penjaga kita, kita dapat tidur nyenyak di malam hari karena kita tahu Dia gak pernah tertidur

Siapakah Yesus bagimu?

Kasongan, 16 Januari 2013
-Mega Menulis-






5 comments:

Lasma Frida said...

Love this,Mega!

Mega said...

Thank you, Lasma ^^

Mega said...

Felissss, kok aneh ya, tadi aku dah baca komenmu, giliran mau bales kok hilang T_T Buku yang kamu bilang tuh terbitan mana, jadi pengen nyari dan baca juga ^^

Jeremia said...

Izin share ya mba Mega. Sangat memberkati.

Mega said...

Silakan... ^^

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs