.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, July 23, 2013

Wisdom in Book "Menghargai Gratisan"



Judul E-book               : Menghargai Gratisan
Nama Pengarang         : Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo
Tahun Terbit                : gak dicantumkan
Didapat dari                : Download dari webistenya Pandji, klik aja di sini http://pandji.com/for-you/

Resensi
“Pembajakan adalah kejahatan”, kita mengetahui itu. Dan Pandji mencurahkan isi hatinya mengenai pembajakan, dipandang dari sisi seorang seniman dan pekerja industri kreatif. Menarik sekali. Keenam bab dari penulisannya menjelaskan dengan gamblang pemikirannya, Pandji sangat subjektif di awal, menceritakan pengalamannya, kemudian ia menyampaikan pandangannya sebagai seniman yang relistis sekaligus kreatif. Terdapat berbagai alasan orang membeli bajakan maupun gratisan. Masalah pada produk bajakan dan gratisan pun gak luput dari analisanya. Terkadang orang membeli produk bajakan pun bukan hanya karena ingin barang murah, tapi akrena berbagai alasan lain. Di akhir penulisannya, dia gak mengeluh dan memohon-mohon supaya seseorang tidak menggunakan produk bajakan. Dia menyadari, adalah pekerjaan mustahil bagi seniman untuk menghentikan pembajakan, karena itu tugas pemerintah, atau siapapun yang berwenang, seharusnya. Lagipula, perkembangan zaman (dan internet pastinya), memang menumbuhkembangkan industri pembajakan di dunia. Pandji menghadirkan solusi bagi para seniman, bukan untuk menghentikan pembajakan, tapi MELAWAN PEMBAJAKAN dan itu sesuatu yang baru.


Hikmat
Membeli produk asli dan bukan bajakan merupakan penghargaan terhadap seorang seniman. Tapi di masa kini, lebih mudah untuk seorang seniman untuk disenangi dan dikagumi oleh orang-orang kalau dia menggratiskan karyanya daripada seniman yang berharap orang untuk beli karyanya. Itu bukan hanya pendapat pribadi seorang Pandji, tapi berbagai riset yang ditemuinya menunjukkan banyak orang memang menyukai GRATISAN. Orang senang bila tidak harus membayar.

GRATISAN KADANG MEMBUAT KITA KEHILANGAN KESEMPATAN UNTUK MENDAPATKAN PENAWARAN YANG TERBAIK, HANYA KARENA TAWARAN YANG SATU LAGI GRATIS.

Ini adalah resiko pemasaran. Dalam bisnis kehilangan pembeli  bisa terjadi hanya karena kompetitor menawarkan produknya gratisan.  Tapi justru pemasar  harus disiplin untuk tidak selalu ikut-ikutan menurunkan harga. Dalam konteks VALUE, kalau kompetitor menurunkan harga, justru pemasar tidak boleh menurunkan harga. Karena itu akan membuat pemasar terjebak pada banting bantingan harga. Justru cara terbaik adalah membiarkan harga kita seperti itu, tapi menambah VALUE pada album asli sehingga tidak akan bisa dibandingkan dengan CD bajakan.Itu adalah cara MENGALAHKAN pembajakan.

Gratisan juga punya satu lagi dampak negatif.
GRATISAN MENGHILANGKAN TANGGUNG JAWAB.

Didapati ternyata ada sebuah nilai yang tersembunyi dari produk bajakan. Banyak yang berpendapat bahwa produk bajakan mendemokratisasi yang tadinya eksklusif. Bill Gates pernah berkata, “Saat ini di Cina 100% software yang mereka pakai adalah bajakannya microsoft. Kami tau itu, dan kami biarkan. Tidak ada yang bisa kami lakukan pada saat ini. Yang kami mau adalah, kalau mereka akan menggunakan bajakan, lebih baik bajakan kami. Sehingga microsoft ada di top of mind mereka, dan mereka terbiasa menggunakan produk kami. Kelak ketika ekonomi mereka menguat, mereka akan teredukasi dengan sendirinya dan siap menggunakan produk asli. Kala itu datang, kami akan siap”

Keyakinan Bill Gates terhadap membaiknya kesadaran pengguna seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian mereka MIRIP dengan cerita perjalanan Pandji dalam beli bajakan. Dulu dia beli bajakan, tapi seiring dengan membaiknya kesadaran dan (terutama) keuangan, dia jadi lebih terbuka opsi utk beli asli.

Aplikasi
Dari sekian banyak hikmat yang aku dapat dari buku ini, aku belajar:
1.      Menghargai gratisan ^^
Aku suka mendownload lagu atau e-book gratisan dari internet, dan terkadang saking mudahnya mendapatkannya, aku hanya mendownload tapi tidak memanfaatkannya semaksimal mungkin, contoh:mendownload banyak e-book, tapi gak dibaca-baca *sigh* Pengakuan nih. Dan ada pesan Pandji di akhir penulisannya demikian:
Terima kasih sudah membaca buku ini, karena sesedikitnya, anda telah belajar

Berhubung ini gratis.. saya Cuma minta satu dari anda
            Sebarkan ilmu anda.
            Knowledge is king.
            Knowledge is your currency.
            Knowledge is FREE.
Membaca bagian ini mengingatkanku pada ayat Alkitab yang berbunyi demikian ,”Apa yang telah kamu terima dengan Cuma-Cuma, berilah dengan Cuma-Cuma.” ^^  Dan aku gak mau menahan-nahan apa yang telah kuterima dengan Cuma-Cuma. Gak mau pelit dengan pengetahuan yang aku miliki.
           
2.      Orang menghargai sesuatu yang memiliki nilai
Aplikasinya, aku harus memiliki nilai dalam diriku, hahaha, gak nyambung ya? Emang siapa yang mau membajak aku? Hahaha, gak gitu juga kaliiii...Cuma entah mengapa  aku jadi diingatkan untuk semakin meningkatkan kualitas diri, karakter, pengetahuan, kebaikan, dll. Supaya bisa jadi kesaksian yang luar biasa bagi orang lain ^^.
Sebenarnya, aku mau aplikasiku yang lain adalah gak memakai produk bajakan sama sekali, tapi aku harus mengakui kalau aku masih menggunakan beberapa produk bajakan. Yah, paling gak, as long as aku bisa membeli aslinya, aku berusaha membeli aslinya dulu lah, walaupun gak semua.

Kasongan, 22 Juli 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs