.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, July 8, 2013

Wisdom in Book NASIONAL.IS.ME


Judul Buku                   : NASIONAL.IS.ME
Nama Pengarang        : Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo
Jenis Buku                   : Nasionalisme
Tahun Terbit               : 2011 (kalo gak salah, secara e-book gitu ^_^’)

Kabar baiknya adalah e-book ini GRATISSSS!!!! \(“,)/ Horeeee....!!! O, iya aku pertama kali melihat alamat unduh buku ini dari websitenya Panji  ,tapi belum tertarik untuk mengunduhnya, apalagi membacanya.  Sampai nama Panji disebut Ligwina Hananto di bukunya yang berjudul Untuk Indonesia yang Kuat,sepertinya mereka berteman, dan berbagi kecintaan yang sama akan Indonesia. Aku terkesan dengan semangat Ligwina Hananto untuk perubahan di Indonesia, dan jadi penasaran bagaimana seorang Panji juga melakukan perubahan. Akhirnya aku mengunduh e-booknya Panji yang berjudul NASIONAL.IS.ME. Judul yang unik ya? Aku membacanya. Dan buku ini sukses membuatku menangis, dan merasakan berbagai perasaan pada Indonesia yang sudah lama gak aku rasakan.


Buku ini tentang semangat nasionalisme seorang Panji Pragiwaksono Wongsoyudo-yang namanya Indonesia banget dan Jawa banget ^^’ Dia berkata dia menuliskan buku ini untuk Indonesia. Dan kupikir dia tidak bohong. Membaca buku ini berasa banget cintanya sama Indonesia, bukan hanya di mulut, bukan hanya pemanis bibir atau cinta palsu, he do something for Indonesia. Di awal, dia menceritakan keprihatinannya akan permintaan seseorang yang ingin meminjam uang kepadanya untuk pindah ke Amerika dan mengubah nasibnya. Negeri impian mereka adalah Amerika, dan Panji mengaku keheranan.Alih-alih menghakimi mimpi mereka, Panji malah berkata:
I just hope, in the near future, my own country could be just like America…


Di bagian inilah pertama kalinya Panji serasa mengajakku untuk do something, cekidot :
GA ADA PENDIDIKAN GRATIS? KITA DONG, PERBANYAK BEASISWA.
KITA DONG, INISIATIF PADA KANTOR KITA UNTUK PUNYA CSR DI BIDANG PENDIDIKAN.

FASILITAS KESEHATAN MASIH MAHAL? BIKIN DONG, YAYASAN. JANGAN KOMPLEN DOANG.
WHAT WE DO, WILL EFFECT OTHERS.

Halaman demi halaman yang Panji tuliskan membuatku jatuh cinta sekali lagi kepada Indonesia. Masa kecilnya diceritakan seolah-olah sambil bercakap dengan kita, dan kupikir masa kecilnya ni juga yang mendasari cintanya pada Indonesia. Kemudian Panji membawa kita berpetualang ke berbagai tempat di Indonesia, tentunya tempat-tempat yang pernah dikunjunginya, dan melihat berbagai tempat tersebut dari sudut yang menarik, memancing kita yang gak suka berpetualang menjadi ingin berpetualang ke seluruh Indonesia.

Aku setuju saat Panji mengatakan ini:
“Saya selalu berpendapat: tidak boleh kita membenci sesuatu yang tidak kita  pahami.Saya terus terang bingung dengan orang-orang yang terang-terangan kepada saya mengaku pesimis terhadap  Indonesia, mengaku skeptis, mengaku kehilangan harapan, bahkan (dan ada beberapa yang bilang ke saya langsung) bahwa mereka benci Indonesia.”

Seperti kalimat tak kenal maka tak sayang, maka wawasan Panji yang mendasari isi buku ini akan membawa kita makin mengenal Indonesia, dan makin cinta tentunya. Jika selama ini kita hanya mengetahui dan mendengar sisi buruk Indonesia, tentulah kita akan membenci Indonesia. Tapi mengetahui Indonesia dari sudut pandang Panji yang luas, mengubah hatiku. Panji juga menceritakan banyak sekali ternyata orang-orang Indonesia yang punya semangat untuk melakukan perubahan untuk Indonesia. Hal-hal yang sederhana, mungkin kecil bagi banyak orang, tapi ternyata itu akan membawa perubahan. Tidak perlu rencana besar, tapi tindakan kecil pun berarti bagi perubahan di Indonesia. Siapa yang pernah mengira, menjadi donor darah setiap 3 bulan sekali dapat membawa perubahan? Tapi,kamu bisa!

Ada banyak hal yang aku dapatkan dari e-book ini, selain jatuh cinta untuk kesekian kalinya,aku mendapatkan hikmat, bahwa ada cara untuk melakukan hal-hal hebat untuk kebaikan Indonesia, dan setidaknya ada 3 hal (selain berdoa tentunya) yang akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang hebat:
1.      Kenali Indonesiamu
2.      Temukan passionmu
3.      Berkaryalah untuk masa depan bangsamu


Tulisannya mengubah pemikiranku, yang awalnya apatis pada negara kita ini, yang awalnya ngerasa gak bisa berbuat apa-apa, jadi ingin berbuat sesuatu untuk negara ini. Dan merasa kalau aku bisa. Serius. Aku mengalaminya. Optimisme akan Indonesia. Melakukan  sesuatu,  mengambil  tindakan,  berkarya,  untuk  Indonesia,  sebagai  buah  dari optimisme terhadap Indonesia.

Tindakan yang aku lakukan salah satunya adalah, aku bener-bener bertekad menjadi golongan menengah Indonesia yang kuat. Seperti yang aku telah share dalam tulisan sebelumnya, aku sudah merencanakan investasiku. Bangsa kita bukan bangsa yang miskin, bangsa kita bangsa yang gak mau belajar (atau lambat belajar). Aku percaya, saat kita golongan menengah Indonesia kuat secara finansial, maka bangsa kita akan semakin kuat dalam ekonomi. Dan ya, sepulang dari dinasku aku akan mendonorkan darahku yang sehat ini secara rutin, hohohoho, hal yang simple ya tapi aku mau berbuat sesuatu.

Palangkaraya, 7 Juli 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs