.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, August 20, 2013

Menunggu Alias Menanti



Pekerjaan apa yang paling membosankan?
Sekian persen orang akan menjawab “MENUNGGU”, aku yakin angka persennya lumayan besar. Nampaknya memang kebanyakan manusia ini tidak suka diminta menunggu.
Jika kita harus mengantri di swalayan, mana ada yang memilih antrian yang paling panjang. Mata kita akan jelalatan mencari antrian yang paling pendek, baru kita mengambil tempat di sana. Ya kan? Aku juga looo ^^’
Saat kita memesan makanan di warung makan atau restoran, tak lama setelah menuliskan pesanan, kita juga memesan kepada pelayannya, “GAK PAKAI LAMA YA...”


Menunggu dan berharap tuh satu paket.
Menurutku sih, hehehe, karena gak mungkin kita mau menunggu sesuatu yang yang gak kita harapkan. Kita berani menunggu karena kita punya harapan kalo yang kita tunggu akan datang.
Itu harapan kita.
Apakah kita selalu mendapatkan yang kita tunggu, well, itu perkara lain.

Setelah kita berusan dengan pertanyaan ‘apakah kita akan menerima apa yang kita tunggu’, pertanyaan lain yang muncul adalah:
KAPAN kita akan mendapatkannya?
“Sabar ya, TUHAN pasti pulihkan keluargamu..”
“Tuhan akan berikan pasangan hidup bagimu tepat pada waktunya, sabar yaaa...”
“Tuhan akan jawab doamu dan berikan pekerjaan sesuai passionmu, sabar ya, terus berusaha...”
“Tuhan akan berikan keturunan buatmu, sabar ya...”
Semua bilang untuk BERSABAR, tapi kapan Tuhan?
Bersabar itu gak mudah, apalagi jika kita ngga tahu kapan yang kita tunggu akan datang.

Saat kita diberitahukan keberangkatan pesawat yang akan kita tumpagi ditunda dua jam dari jadwal karena masalah teknis. Apakah kita akan menunggu?
Oke, aku akan tunggu. Dua jam lagi kan?
Bukan masalah besar bagi kita menunggu selama dua jam karena kita tahu, dua jam lagi pesawat akan berangkat, yeahhh, walau terkadang pesawat ini pun bisa molor lagi. At least, kita tahu, dan yakin pesawat ini akan berangkat dua jam lagi.

Masalahnya, jika kita berurusan dengan menunggu aka menantikan janji Tuhan, kita gak tahu jadwal pastinya. Gak ada tuh SOPnya, setelah masukin proposal ato setelah masukin berkas, maka setelah diproses selama sekian jam, taraaa.....kita mendapatkan janjiNya!
Gak ada tuh yang kayak gitu.
JadwalNya Tuhan kita gak tahu.
Jadi, kalo kita diminta bersabar saat menantikan janjiNya sejujurnya itu bukan perkara yang gampang. Wong kita gak tahu kapan kesabaran kita berbuah. Bisa besok, minggu depan, tahun depan ato entah kapan. Ini hanya Tuhan yang tahu. Bersabarlah.

Karena menunggu membutuhkan kesabaran-ketekunan dalam menanti.
Tetap menjaga hati kita dalam kondisi berharap tu gak mudah.
Karena lebih mudah bagi kita berhenti mengharapkan apa yang kita harapkan daripada tetap berharap. Berharap membuat kita rentan terhadap rasa sakit. Rasa sakit saat membayangkan:
“Bagaimana jika aku telah lama menunggu tapi pada akhirnya gak mendapat? Bukankah itu menyakitkan? Bukankah penantianku sia? Aku gak mendapatkan apa yang aku tunggu. Percuma!”

Banyak orang berhenti menunggu karena takut.
Takut dikecewakan.
Takut diingkari.


Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian Ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Ibrani 6:15


Abraham memperoleh karena:
Dia menanti apa yang dijanjikan Tuhan.
Dia bersabar.

Sehubungan dengan menanti,mungkin kita bisa menanyakan kepada diri sendiri.
Apakah kamu menunggu sesuatu yang dijanjikan Tuhan?
Apakah kamu bersabar?

Bagaimana kita tahu kalo apa yang kita tunggu adalah sesuatu yang dijanjikanNya?
Ask HIM first! ^^
Baca Firman Tuhan
Jangan-jangan selama ini kita menunggu sesuatu yang gak pernah dijanjikanNya. Jika demikian, wajar saja jika kita tidak menerima. Wong Tuhan gak pernah janji kok. Bagaimana kita mengklaim janji-janji yang tidak pernah Dia janjikan?

Jika kita menantikan apa yang telah dijanjikan Tuhan, tetaplah bersabar.
Karena Tuhan bukan pendusta. Alkitab telah menyaksikan kalau mereka yang diminta menanti janjiNya, menerima apa yang dijanjikan.
Jangan menyerah menunggu!
Bertekunlah dalam penantianmu.

Jadilah pemberani.
Gak sembarang orang yang mau menunggu untuk sesuatu yang gak pasti kapan datangnya.
Tapi, kita menunggu Dia yang FirmanNya adalah Ya dan Amin.
Kuatkan dan teguhkan hatimu hai pemberani.
Kamu akan menerima apa yang dijanjikan kepadamu, karena kamu telah mengalahkan rasa takutmu akan kekecewaan tidak menerima.

Tetaplah setia
Setia kepada Dia yang telah terlebih dahulu setia padamu
Dia tidak pernah mengingkari janjiNya, dan kamu juga dapat dengan setia menanti
Kamu pasti menerima yang dijanjikan, karena kamu tidak tergoda menukarkan yang terbaik dariNya dengan yang baik yang bukan dariNya

Selamat menanti saudara-saudariku....\(“,)/

Kasongan, 19 Agustus 2013
-Mega Menulis-









2 comments:

BlogS Of Hariyanto said...

sabar sabar dan sabar...itulah yang mesti kita lakukan sebagai hamba-NYA, tentunya dalam kesabaran itu kita tetap berikhtiar....agar apa yang kita harapakan bisa terwujud dan terkabulkan....salam :-)

Mega said...

Yuppp.....
Harus tetap berusaha ^^
karena kalo gak berusaha sama aja sebenarnya kita gak bener2 mengharapkan apa yang kita nanti, hehehe.
Salam kenal mas...

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs