.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, September 8, 2013

Your Mission is(not) Finished



Here is the test to find whether your mission on Earth is finished: if you're alive, it isn't.
Richard Bach

Baca kalimat di atas bikin sedih sekaligus senang.
Senang karena masih hidup pastinya.
Sedih karena berarti aku masih punya tugas yang belum selesai. Misi yang diberikan Tuhan buatku belom selese. That’s why I still alive.
Kita semua yang masih hidup berarti punya misi yang perlu diselesaikan.


Yesus menjelang akhir hidupnya bilang gini:

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Yohanes 17:4

Itu berarti,sewaktu kita telah mempermuliakan TUHAN dengan cara yang diinginkanNya, melakukan pekerjaan khusus yang telah diberikanNya kepada kita, maka pekerjaan kita selesai. Dan matilah kita ^^

Sudahkah kita memuliakan TUHAN?
Saat kita mengasihi orang lain, berarti kita memuliakanNya.
Saat kita membawa mereka yang terhilang, kita memuliakanNya.
Saat kita bersaksi tentang kebaikanNya di dalam hidup kita setiap hari, kita memuliakanNya.
Saat kita menjadi a Godly wife or a Godly mother, kita telah memuliakanNya.
Saat kita tetap mengucap syukur apapun yang terjadi, kita memuliakanNya.

Setiap hari kita berkesempatan dengan berbagai cara memuliakan Tuhan, but the question is, pekerjaan apa yang dikhususkanNya bagi masing-masing kita? Pekerjaan khusus apa yang diberikanNya hanya untuk kita?
Nah, jawabannya hanya bisa kita temukan saat kita bertanya langsung kepada Tuhan. Karena setiap orang mempunyai panggilan yang berbeda. Tugas khusus yang berbeda, yang hanya bisa dilakukan oleh kita. Menyedihkan saat kita mati tanpa menyadari apakah kita telah menyelesaikan tugas atau belum.

Sebuah ilustrasi dalam buku Cat and Dog Theology yang pernah aku baca, menceritakan bagaimana seseorang bisa mati bahkan tanpa menyadari hidupnya telah dipakai untuk kemuliaan Tuhan, kalo mau baca lengkapnya silakan klik ini  , tapi ini cuplikannya:

Prajurit Daud : Tuhan,mengapa Engkau membawa kami pulang, padahal kami tidak sedang berperang?
Tuhan : Daud berbuat dosa.
Prajurit Daud : Apa? Daud berbuat dosa dan kami dihukum untuk dosanya?
Tuhan : Aku tidak menganggap membawa kalian ke hadirat-Ku sebagai hukuman, tetapi kalau kalian menganggapnya begitu, Aku prihatin. Tetapi ya, itulah yang terjadi.
Prajurit Daud : Maaf Tuhan, Engkau mengagumkan, tetapi mengapa Engkau  tidak  membawa Daud pulang?
Tuhan : Karena Aku mempunyai rencana untuk hidupnya.
Prajurit Daud : Tetapi bagaimana dengan hidup kami?
Tuhan : Oh, Aku juga mempunyai rencana untuk hidupmu.
Prajurit Daud : Apakah rencana itu?
Tuhan : Untuk mati ketika Daud berbuat dosa, dan untuk menjadi pendorong bagi pertobatannya.
Prajurit Daud : Tetapi Tuhan, nampaknya itu tidak adil.
Tuhan : Oh, Aku tidak pernah memerintah kerajaan-Ku berdasarkan ‘keadilan’ menurut pandangan manusia.

Kita sadar ga sadar, suka gak suka. Cetak biru rencana ALLAH atas hidup kita pasti terjadi. Hidup kita dapat mendatangkan kemuliaan bagiNya. Tapi sekali lagi, bukankah menyedihkan kalo kita gak sadar, bagaimana Dia mau memakai kita dan kita malah memilih gak peduli. Menjadi rekan sekerja Allah sungguh pengalaman yang luar biasa, jika kita gak mau, kita yang rugi. Sayang sekali kalau kita melewatkan kesempatan dan sukacita besar dalam hidup kita.

Ada satu lagi tokoh Alkitab yang menyadari kematiannya sudah dekat dan bisa berkata demikian:

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 2 Timotius 4:7

Guess who?
Yup. Paulus ^^
Paulus tahu kapan pertandingannya usai. Dia tahu kalo dia mencapai akhir. Karena dia tahu apa tujuan hidupnya. Dia bukan petinju yang asal pukul. Dia gak asal hidup.

Menyenangkan bukan jika saat menjelang ajal kita tahu telah menyelesaikan tugas khusus yang diberikan ALLAH pada kita. Di sorga kita tahu apa yang menanti kita, Tuan kita yang akan berkata:
Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25:21

Kasongan, 5 September 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs