.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, November 27, 2013

Ilustrasi Anak yang Diancam

Sebagai orang percaya yang telah menerima keselamatan dari Kristus, tentunya kita pernah merasa dihakimi oleh iblis atau diri kita sendiri, apalagi saat kita berbuat dosa. Seketika kita merasa kalau kita sudah tidak lagi memiliki keselamatan yang dari Allah. Seolah-olah Allah tidak menganggap kita anak lagi karena kesalahan dan dosa yang kita buat. Kita tahu kalau Allah membenci apa yang kita lakukan, kemudian kita merasa Allah juga membenci kita. Tapi,benarkah demikian?
Aku sering merasa dihakimi setelah berbuat dosa, merasa Allah kemudian menjauh dariku. Sebuah ilustrasi di menolongku memahami suatu kebenaran.

Suatu hari seorang anak~kita sebut saja dia Matius, memecahkan vas kesayangan ibunya saat bermain.  Saat itu saudara Matius yang bernama Lukas melihat apa yang terjadi. Lukas menakut-nakuti Matius dengan mengatakan ibu mereka pasti akan membencinya kalau tahu, belum lagi hukuman yang akan diberikan ibunya kepada Matius. Matius pun ketakutan, dia tahu ibunya sangat menyukai vas itu, dan dia pasti akan marah bila mengetahui dia yang memcahkan. Kemudian Lukas mengancam Matius akan mengadukan perbuatan Matius ke ibu mereka jika Matius tidak menuruti permintaannya.Selama berminggu-minggu Matius ketakutan bila berada di dekat ibunya dan Lukas, dia takut Lukas membocorkan rahasia tersebut, mau tidak mau dia berada di bawah perintah Lukas. Dia tertekan karena diancam Lukas. Dia harus menuruti Lukas setiap waktu, dia harus merelakan makanan kesukaannya, waktunya, bahkan apapun yang diminta Lukas supaya rahasianya aman. Hingga suatu hari dia tidak tahan dengan kelakuan Lukas dan memilih mengakui perbuatannya pada ibunya, biarlah ibu marah pikirnya, asal dia bebas dari tekanan Lukas. Dia tidak tahan. Akhirnya Matius datang mengakui perbuatannya pada ibunya dan meminta maaf, ibunya memaafkannya, menasehatinya, dan memintanya berhati-hati lain kali. Yang membuat Lukas heran,ibunya mengakui sebenarnya ibunya tahu sejak lama apa yang terjadi, dia tahu siapa yang memecahkan vas kesayangannya, dia tahu Matius takut terhadap ancaman Lukas, dia tahu semua. Tapi dia diam, dia menunggu Matius datang dan mengakui kesalahannya.
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. 1 Yohanes 5:11-13
Demikian juga saat kita melakukan dosa. Segeralah minta ampun kepada Tuhan. Jangan pernah mengira saat kita berbuat dosa maka Tuhan akan secepat kilat memutuskan hubungan dengan kita. Sekali kita menjadi anakNya maka selamanya kita menjadi anakNya. Saat kita berbuat dosa, status kita tetap anak. Keselamatan kita di dalam Kristus tetap menjadi milik kita, tapi yang terjadi adalah relasi kita dengan BAPA kita menjadi rusak. Saat kita berdosa, kita merasa Dia menjauh, padahal kita yang menjauh, karena secara alami naluri dosa adalah menyembunyikan diri terhadap Allah. Seringkali hal ini dimanfaatkan iblis, dia tidak mau hubungan kita dan BAPA dipulihkan! Dia mengintimidasi kita dengan berbagai kebohongan seperti Allah pasti begitu membenci kita sampai tidak mau mengampuni kita, iblis akan mengingatkan betapa sering kita jatuh sehingga Allah dah gak mau mengampuni kita, atau dia akan bilang ngapain minta ampun kalau ntar kita mengulang lagi.Iblis gak suka kita memiliki hubungan yang mesra dengan BAPA kita. Dia ingin menghancurkan relasi kita karena dia tahu, dia sudah gak bisa mengambil keselamatan yang menjadi milik kita.
Saat berbuat dosa, apapun itu, segera datang pada BAPA kita dan meminta ampun. Supaya hubungan kita denganNya gak rusak. Ini bukan untuk mengamankan keselamatan kita tapi karena Dia BAPA kita, dan kita mau mengakui dan minta ampun karena teleh mendukakanNya. Mungkin kita merasa kesalahan kita terlalu besar untuk diampuni, atau terlalu kecil untuk dimintakan ampun. Tapi dosa is dosa. Dosa membuat kita menjauh dari Allah, dosa membuat kita merasa gak layak berhadapan dengan kekudusan BAPA kita,itu benar. Tapi kita juga perlu ingat, yang melayakkan kita menghadap BAPA kita adalah penebusan Kristus, kita perlu datang dan mengakui segala dosa kita kemudian membiarkan Dia menyucikan kita dari segala kejahatan kita. Saat berbuat dosa, ingatlah selalu firmanNya ini:
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 1 Yohanes 1:9
Jangan tunda mengakui dosa kita. Tidak ada yang perlu menahan-nahan kita untuk mengakui. Toh Tuhan tahu semua yang terjadi pada kita. Sebenarnya Dia berjanji akan mengampuni,lalu kenapa kita ragu? Kita mengakui dosa agar hubungan kita pulih kembali dan mencegah iblis mengambil kesempatan.
Kasongan,27 November 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs