.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, November 13, 2013

Untuk Kamu yang Mau Bunuh Diri

Sebenarnya, aku tidak berencana menuliskan surat ini di hari keempat dalam rangkaian #30harimenulis surat yang aku buat. Tapi ternyata aku menuliskannya ;-)
Hai kamu, iya... kamu yang mau bunuh diri.
Sebelum kamu memutuskan mau bunuh diri, pliss, baca dulu surat ini, aku mau menceritakan pengalamanku kepadamu. Kita sesama calon pembunuh diri sendiri, jadi boleh lah saling berbagi ;-)
Aku mau bunuh diri. Sama seperti kamu.

Dulu.
Zaman kuliah gitu.
Ingat banget waktu pulang kuliah, aku naik motor trus terlintas pikiran pengen menabrakkan motorku ke sebuah mobil yang menuju arahku.
Kalo aku ingat-ingat sekarang sih rasanya aku akan bunuh diri karena alasan yang bodoh banget. Niat bunuh diri tersebut dilatarbelakangi rasa kesepian (ceileee....), ngerasa hidup ga ada artinya buat orang lain, gak punya pacar ato orang spesial yang care lagi #alasankonyol kan? Trus penasaran juga, kalo aku mati, siapa aja sih yang peduli dan menangis buatku #inibodohjuga-pasti dah keluarga yang pertama, yang lain ngantri :p Gimana dengan kamu dear? Apa alasanmu? Wanna share?
Puji Tuhan, niat tinggallah niat, yahhh...gak seru kan? Kurang drama jadinya. Hahahahahaha. Hussss...!!!! Kamu ketawa kan sekarang, mosok aku pengen buat drama bunuh diri #sigh
Dan ini saatnya aku bilang:
PUJI TUHAN, aku masih hidupo saat ini.
Puji Tuhan,di detik-detik menentukan antara pilihan tabrak...ngga...tabrak...ngga... Ternyata Tuhan beri aku otak buat mikir gini waktu itu:
Megggg....tunggu dulu, iya kalo nabrak langsung mati, lah kalo cacat gimana? Tok...tok...#ketukmeja, amit-amit banget kan?
Indeed, what doesn't kill us makes us stronger.
Kamu tau pepatah ini kan? Nah, aku harus bilang ini gak bisa diterapin dalam percobaan bunuh diri dengan cara nabrakin diri seperti yang aku pikirkan. Bayangan jadi invalid kalo gagal bunuh diri membuatku takut. Ogah ah harus cacat karena kebodohan sendiri, begitu pikiranku waktu itu (gak terpikir ya kalo kan bisa coba bunuh diri lagi, hahahaha :p rupanya ada juga kapok karena sesuatu yang belum dilakukan).
Membayangkan seperti itu aku jadi mengurungkan niatku, dan saat itu aku merasa aku ini pengecut ternyata. Aku gak berani mati. Keinginan untuk membuktikan keberanianku untuk mati dan logikaku berperang saat itu #superrrsekaliya :p Emang aku mau membuktikan aku berani mati sama siapa? Wong kalo mati gara-gara tabrakan siapa yang tahu aku berani mati? Paling-paling dikira murni kecelakaan #errr...Sepertinya aku harus meninggalkan surat wasiat.
Ternyata orang mau bunuh diri pun masih bisa mikir ya... Kamu juga masih berpikir kan? Aku tau kok. Kalo ngga, kamu pasti gak akan membaca surat ini.Seperti ada peperangan batin gitu? Ya kan? Dan kamu tau gak sih, setiap aku membesarkan hatiku untuk melakukan niatku, adaaaa...saja timbul pemikiran yang membuat niatku seperti balon besar yang dikempesin.
Saat itu tiba-tiba aku teringat sebuah fakta, SEMUA MANUSIA PASTI MATI. Tinggal nunggu panggilan aja dari Tuhan kapan. Pada waktu yang ditentukan pasti mati..ti..ti..ti...#efekgema. Aku. Kamu. Dia. Mereka. Semua pasti mati. Entah siapa yang lebih dulu :p Kalo kita belum mati sampai sekarang, itu karena kita masih punya tugas yang harus dilakukan, ada misi yang harus kita selesaikan di dunia ini, gak peduli apapun halangannya. Suka gak suka. Siap gak siap. Berani gak berani. Kita pasti mati. Sekarang masalahnya cuma, apakah kita berani hidup? Karena untuk mati gak dibutuhkan keberanian sebenarnya, hidup yang membutuhkan keberanian. Karena hidup jauh lebih sulit daripada mati. Kita gak pernah tahu apa yang menanti kita. Atau apa yang terjadi nanti. Hidup penuh dengan ketidakpastian. Kalo mati kan udah pasti.
Sewaktu aku berpikir demikian. Balonku makin kempes, niat bunuh diri pupus. Apakah balonmu juga kempes? (Eh, balon ato ban ya yang kempes :p).
Dan ku sadari belakangan. Aku memilih untuk hidup bukan sekedar karena aku berani hidup. Aku masih hidup karena kasih karunia Tuhan. Kamu juga kok, sampe sekarang kamu masih hidup hanya karen kasih karuniaNya.
Puji Tuhan karena aku masih pake acara mikir dan mengalami perang batin saat itu.
Puji Tuhan karena Dia berikanku kekuatan untuk tetap hidup.
Puji Tuhan karena sungguh segala perkara dapat aku tanggung di dalam Dia.
Aku gak jadi mati hari itu, dan aku makin kuat di dalam Dia. Semua yang aku alami kemudian gak membunuhku (atau membuatku ingin bunuh diri lagi), aku kuat karena Dia. Sesulit apapun. Sesakit apapun. Sesedih apapun. Aku dibuatNya makin kuat.
Itu adalah terakhir kalinya aku ingin bunuh diri. Aku berdoa semoga kamu juga mengalami kasihNya seperti yang aku alami.
Lama-lama aku mulai lebih memahami kalo bunuh diri tu dosa. Dosa membunuh. Membunuh diri sendiri. Bunuh diri itu seperti kita hendak mencoba menjadi Tuhan dan bilang,"Ini hidupku, terserah dong mau aku apain". Faktanya, dan puji Tuhan, bagi kita yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, hidup yang kita hidupi sekarang bukanlah milik kita lagi. Tetapi milik Tuhan. Apakah kamu milik Tuhan juga? Kalo iya, jangan bunuh diri donggg....Plisss.
Kenapa sih kamu pengen mati? Banyak orang yang pengen bunuh diri karena berbagai alasan. Ada yang bilang, ada gak ada dia pun sama saja di dunia ini. Ada yang telah mengalami berbagai kekecewaan dan kesedihan sehingga merasa tidak sanggup hidup lagi. Ada pula yang tertekan karena berbagai masalah. Aku gak tahu apa saja persisnya alasan-alasan lain kenapa orang memilih mati dibandingkan hidup. Aku gak tahu alasanmu. Tapi aku sungguh berdoa supaya Tuhan Yesus menjumpaimu kamu yang sekarang. Hanya Dia yang sanggup menunjukkan keindahan hidup di dalam Dia. Karena hidup emang gak berarti apa-apa di luar dia. Kematian sepertinya jadi jalan mudah dibanding kehidupan. Sayang sekali lo sebenarnya kalau kamu mati hari ini, kamu melewatkan banyak hal. Dan salah satu yang terpenting adalah kamu melewatkan kesempatan untuk makin mengenal Kristus. Rugi amaaatttt.
Kamu, kuharap kamu gak mati karena bunuh diri hari ini. Ato besok. Aku sungguh berdoa buatmu. Tuhan Yesus mengasihimu.
Love,
Mega
PS.Kalo aku mati, gimana aku tahu ya ada yang peduli apa gak dengan kematianku. Hahahaha. Konyol
Kasongan,13 November 2013
-Mega Menulis-

2 comments:

Lievandy Tiwow said...

like this... ijin share yeeee.. terus berkarya dan menjad saksi...

Mega said...

Silakan dishare.
Makasih ya supportnya :)

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs