.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, November 24, 2013

Siapakah Namamu?

Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Kejadian 32:27-28

Aku gak pernah membaca bagian Alkitab di atas ditemani keheranan. Karena sudah merupakan yang wajar kan menanyakan nama seseorang yang baru kita temui? Tapi coba kita pikir lagi, bagaimana jika yang bertanya kepada kita adalah Allah. Dia yang tahu segalanya. Eh,tiba-tiba bertanya demikian. Apa coba maksudnya. Kemarin aku belajar dari khotbah yang disampaikan seorang pendeta dalam kebaktian KORPRI.
Tentang laki-laki yang bergumul dengan  Yakub, ada yang mengatakan Dia adalah Allah sendiri, ada juga yang mengatakan dia malaikat Allah. Entah mana yang benar, yang jelas dia bukan manusia biasa. Apalagi setelah itu, Yakub berkata dia telah berhadapan muka dengan Allah. Nah, jika demikian, menanyakan nama Yakub merupakan hal yang aneh kan, tidak mungkin Allah tidak mengetahuinya.
Ternyata sebuah nama pada zaman dahulu bukan hanya sebuah nama. Nama mengandung arti yang dalam. Kalau Shakespeare bilang, apalah arti sebuah nama. Well, nama berarti banyak di zaman dulu. Sebuah nama menggambarkan siapa sesungguhnya orang itu, kepribadian dan karakternya. Nama "Yakub"  berarti "penipu".  Dan kita tahu bagaimana kehidupan Yakub sebelum berhadapan dengan Allah. Sama peserti namanya. Dia benar-benar hidup sebagai penipu. Dia menipu Esau. Dia menipu ayahnya. Dia menipu mertuanya. Hampir sepanjang hidupnya dia menipu.
Saat Allah menanyakan namanya, Dia menanyakan esensi diri Yakub, keberadaannya yang sesungguhnya. Saat itu Yakub mengakui siapa dirinya di hadapan Allah, kelemahan dan dosanya dia bawa di hadapan Allah tanpa ditutup-tutupi. Dan seketika itu juga, Allah mengubah namanya. Mengubah hidupnya. Perjumpaannya dengan Allah mengubah hidupnya.
Siapakah namamu?
Bukaannnn...Bukannn.... Aku bukan menanyakan nama di akte kelahiran, hehehehe.
Tapi siapakah kamu selama ini?
Si Penipu seperti Yakub?
Atau si Peragu seperti Thomas?
Atau si Bebal seperti Nabal?
Atau si penakut seperti Gideon?
Atau siapa?
Si Gila Harta?
Si Congkak?
Si Pengkritik?
Si Munafik?
Jika selama ini kita hidup dengan segala kelemahan dan dosa yang demikian melekatnya, sehingga itu menjadi identitas kita. Sudah saatnya kita datang kepada Allah dan mengakuinya, sehingga Allah dapat membebaskan kita dari ikatan dosa tersebut. Dia akan berikan kehidupan baru, kehidupan bersamaNya. Identitas kita di dalam Kristus akan diubahkan, kita bukan lagi anak-anak gelap, tetapi anak terang. Tidak percaya? Alkitab telah menyaksikan betapa banyak yang diubahkan hidupnya oleh Kristus.
Jadi, siapakah namamu?
Kasongan, 24 November 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs