.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, December 26, 2013

Hadiah Natal Terindahku

Apa yaaa.....????
Hahahahaha.
Nulis judul trus baru bingung mau nulis apa :p
Sebenare,beberapa orang yang aku kenal bilang mereka mendapatkan hadiah Natal yang terindah tahun ini, dari yang mendapatkan kelulusan PNS,dari yang lamaran di bulan ini, sampe ada yang lahiran bayinya di bulan ini ;)

I'm happy for them...
Beneran!
Banyak yang mendapatkan jawabn doanya di bulan ini.
Banyak pula yang menerima melebihi apa yang pernah dibayangkannya.
Tuhan Yesus baik,sungguh,selamanya Dia baik.

Pernyataan mereka membuatku berpikir apa sih hadiah Natal terindah yang pernah kuterima.Dari Natal pertamaku di usia setahun (yang jelas-jelas aku gak ingat) trus Natal tahun-tahun berikutnya yang aku ingat adalah kami beribadah bersama keluarga di malam Natal,lalu keesokannya open house selama 2 hari. Tidak pernah ada tradisi memberikan atau menerima hadiah Natal di keluarga kami. Waktu aku SMP mulai ada tradisi memberikan kartu Natal ke beberapa teman. Itu saja. Tidak pernah ada hadiah-hadiahan Natal,hehehe.

Jadi tahun ini, aku memikirkan hadiah apa yang telah kuterima selama Natal yang telah aku lewati, membandingkan mana yang terindah, kemudian aku tertawa sendiri karena beberapa sebab. Pertama, apa yang mau kubandingkan,wong blom ada yang secara resmi ngasih hadiah berjudul 'hadiah Natal'. Kedua, Natal kan memperingati kelahiran Tuhan Yesus,kok malahan siapa yang dapat hadiah,bukannya Tuhan Yesus, malah manusia yang pengen hadiah Natal. Tidakkah itu sedikit menggelitik?

Natal adalah tentang kehadiran Tuhan Yesus di dunia ini. Bagi semua orang. Tuhan Yesus akan selalu jadi hadiah Natal yang terindah buatku. Yang gak ternilai dengan apapun. Yang gak bisa dibandingkan dengan apapun. Dan di Natal ini aku kembali diingatkan untuk bersyukur Yesus yang telah lahir ke dunia ini. Gak ada lagi hadiah lain selain kehadiranNya.

Sebuah drama singkat di ibadah Malam Natal di gerejaku menampilkan tentang berbagai makna Natal menurut beberapa orang. Ada yang bilang Natal berarti banyak makanan enak (bukan aku lo yang bilang gitu), ada yang bilang Natal berarti libur (ini jelas bukan aku,karena prmohonan cutiku ditolak,huhuhuhu), ada yang bilang Natal berarti waktu berkumpulnya keluarga (karena keluarga dari mana-mana emang menggunakan momen Natal untuk berkumpul), Natal juga berarti kesempatan berburu doorprize bagi beberapa orang di tempatku (lain kali aku akan menceritakannya :p),dll.

Natal bagiku adalah tentang Yesus yang hadir dalam setiap momen di hidup. Natal adalah pernyataan kasih Allah kepada dunia. Kepadaku. Kepadamu.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.Yohanes 3:16

Natal mengingatkanku akan begitu besarNya kasih Allah. Betapa Ia telah mencurahkan kasihNya kepada dunia,dan bahwa sebenarnya aku telah menerimanya setiap hari. Tanpa henti. Imannuel. Tuhan sungguh besertaku setiap saat.

Terima kasih Tuhan.
Satu Natal lagi boleh aku rayakan.
Aku sungguh menikmati kasih dan kebaikanMu.

Palangka Raya,26 Desember 2013
-Mega Menulis-

Saturday, December 21, 2013

What Would Jesus Do

"Bayangkan suatu hari Yesus bangun dari tidurnya dan menjalani hidup kita yang sekarang, adakah yang berbeda dari hidup kita?"
Demikian kak Imelda membawa kami dalam perenungan pada persekutuan doa yang aku ikuti di ukm kristen bertahun-tahun lalu.

Aku ingat banget kemudian kami sharing bersama,kira-kira bagaimana Yesus akan menjalani hidup kami.Yeahhhh,hobi kak Imelda kan sharing,hahaha. Aku bayangkan,Tuhan Yesus akan bangun pagi-pagi sekali,saat teduh, bersih-bersih rumah (Yesus gak mungkin maleslah ya kayak aku...hihihi), lalu Ia akan duduk sarapan bersama eyangku-mengobrol tentang banyak hal-mendengarkan eyang menceritakan tentang apapun,lalu Ia berangkat kuliah naik motor dengan santai tanpa ngebut sambil ngobrol dengan BapaNya atau bernyanyi-nyanyi - tersenyum melihat mereka yang ngebut.Yesus sampai di kampus gak telat dunk,Ia membantu kawan yang belum mengerjakan tugas-membantu ya bukan memberi contekan, sesekali Ia bercanda dengan kawan-kawannya-tentunya bukan lelucon kotor yang dikeluarkannya, tidak pula gosip, tapi tanpa begitupun Ia mampu membuat orang lain tertawa,dst.

Membayangkan Yesus menjalani kehidupanku sangatlah menarik, membayangkan Dia berbicara,kuliah, ikut ujian,dll. Aktivitasnya kurang lebih apa yang aku lakukan pastinya minus DOSA pastiiii...dan plus berhubungan mesra dengan Babe,hohoho. Saat Yesus berada di tempat istimewa kita, Dia akan melakukan berbagai hal dengan caraNya, dan YA, hidup akan berbeda. Mega yang ini akan berbeda dengan Mega yang sebelumnya pasti. Secara, yang bertindak dan berbicara adalah Yesus di dalamnya,luarannya aja yang daku, dalamnya dipenuhi Yesus.

Kira-kira demikianlah seharusnya hidup kita saat kita mengakui telah menerimaNya sebagai Juruselamat kita. KehadiranNya nyata nampak dalam hidup kita. Seharusnyaaaaa....tapi kenyataannya gak gitu kan? Jika kelakuan kita sebelum dan sesudah menerimaNya masih sama,gimana tuh????

Beberapa waktu kemudian aku mendapat kesempatan membaca sebuah buku tulisan Max Lucado yang berjudul Just Like Jesus, dan ternyata dari kak Imelda mirip dengan pembukaan di awal buku itu. Bagaimana jika suatu hari Yesus ada di tempat istimewa kita,dan bagaimana Dia akan menjalaninya berbeda.

Max Lucado menjelaskan kalau yang membuat kita berbeda dengan Yesus adalah hati kita.

Ini hati kita:
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.Matius 15:19

Berbeda banget dengan hatinya Yesus yang murni,yang penuh belas kasihan,yang mau mendengar, yang bisa dipercaya,yang ga ada dusta, makanya gak heran lah ya di Amsal dikatakan:
Jagalah hatimu dengan segala kewaspasdaan karena dari situlah terpancar KEHIDUPAN.(Amsal 4:23)

Tau gak kenapa kata KEHIDUPAN aku tekankan?
Aku baru menemukan sesuatu yang menarik dan jadi sungguh menyadari betapa dalamnya hikmat Fiman Tuhan. Mari kita lihat bersama,Amsal (iyaaa....Amsal yang di Perjanjian Lama itu ;p) ditulis entah tahun berapa,konon di zaman Raja Salomo. Beratus tahun (ato beribu tahun) kemudian Tuhan Yesus bilang gini:
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6

Kedua ayat itu seperti berbicara gini sama aku dengan sebuah kalimat:
Jagalah hatimu kalo mau hidupmu memancarkan YESUS yang ada di dalammu!

Selama ini tentunya kita pernah melihat orang-orang yang katanya telah menerima Kristus tapi hidupnya (amit-amit) gak memancarkan Kristus. Orang-orang yang bukannya membuat orang lain tertarik pada Kristus tapi malah membuat orang gak peduli bahkan berucap gini:
"Orang Kristen kok gitu...."

Kita telah menerima Kristus,tapi gak cukup sampai di situ.Kita harus menjaga hati kita dan menempatkan Kristus pada tempatNya yang seharusnya,di tahta hati kita. Jangan biarkan pikiran jahat atau dosa merebut tahta Kristus. Kristus bukanlah pemaksa,jika Dia mau,Dia bisa memaksakan diriNya menempati tahta hati kita, tetapi Dia ingin secara sukarela kita menempatkanNya di tempatNya seharusnya bertahta melalui pilihan-pilihan yang kita ambil setiap hari.Pilih mana, menaatiNya yang adalah raja,atau menurunkanNya dari tahta dengan memilih hidup di luar kehendakNya?

Jakarta,21 Desember 2013
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs