.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, February 20, 2014

Keluaran....DONE!!! ^^



Postingan ini aku buat dengan penuh perjuangan…
Dimulai dengan perjuangan melanjutkan baca Alkitab setahun yang semalam sampai Kejadian masih semangat 45, tapi ke belakangnya jadi males-malesan…
Dan setelah membaca, dilanjutkan dengan perjuangan mencatat dan mengetikkan kembali apa yang aku dapatkan dan bingungkan selama membaca Kitab Keluaran… ^^’

Konsistensi, fokus, dan tetap setia sampai akhir dengan apa yang telah dimulai bener-bener jadi perjuangan seumur hidup. Tidak mudah untuk melakukannya. Banyak alasan yang bisa aku tampilkan disini. Tapi mengingat sebuah kalimat dari seorang kawan membuatku urung beralasan. Seorang kawan pernah berkata:
Jika hati ingin maka dia akan menemukan 1001 cara, tetapi jika hati tak ingin maka akan ada 1001 alasan.

Lebih mudah membaca novel setebal ratusan halaman dibandingkan membaca Alkitab sampai habis. Kebayang gak sih, tahun ini (yang baru nyampe Februari) aku dah baca 5 buku yang notabene 3 di antaranya novel  yang lumayan tebalnya (Trilogi The Hunger Games), lah baca Alkitab malahan baru nyampe beberapa kitab doang #sigh. Mungkin targetku baca 50 buku tahun ini sebenarnya harus diganti dengan baca Alkitab sampai habis doang ya, hahaha ^^’ Aihhh, aku gak mau menyerah ah, mosok belom habis 2014 udah nyerah, hehehe. Please pray for me ya... Supaya bisa menikmati baca Alkitab setahunku sebagai kerinduan, bukan sekedar kewajiban. Tolong doakan juga supaya pengenalan akan Tuhan dan ketaatan pada firmanNya jadi buah yang nyata dari baca Alkitab ini.

Dan ini, beberapa hal yang mau aku catatkan.

Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Keluaran 3:1

·          SEBELUM menggembalakan orang Israel dan memimpin mereka ke Kanaan, Musa ditempatkan Tuhan jadi gembala kambing domba mertuanya, woo.wow.wow. Artinye, Tuhan mempersiapkan Musa lebih dahulu tanpa dia sadari. Sekilas kayaknya, dia Cuma pengembara di negeri asing. Tapi di situ Allah tempa dia jadi gembala bagi satu bangsa. Jadi, kalo aku ngerasa aku do nothing di tempatku berada sekarang, ato aku gak tahu apa yang Tuhan mau kok aku ada di tempatku sekarang. Mungkin aku perlu belajar dari Musa, mengerjakan tugas-tugas biasa atau pekerjaan biasa ini dengan setia, karena aku gak tahu pekerjaan besar apa yang menantiku. Mana pernah Musa bermimpi memimpin suatu bangsa sewaktu kerjaan sehari-harinya memimpin kambing domba (yang punya mertuanya pulak).

Hahaha,aku jadi kebayang gini, saat Musa memimpin orang Israel, pernah gak ya dia teringat kambing dombanya :p Trus menyamakan pengalamannya saat menggembalakan kambing domba itu ^^’

Aku juga memperhatikan bagian yang selama ini gak pernah aku perhatikan, itu kambing domba kan bukan punya Musa ya, tapi punya mertuanya looo…. Kalo kambing domba itu miliknya sendiri, tentu ada perbedaan. Dia bertanggung jawab ke mertuanya tentang keadaan kambing dombanya, gak bisa dia sesukanya.  Luar biasa cara Tuhan mengajar Musa untuk bertanggung jawab kepada empunya tentang apa yang dipercayakan padanya. Tentunya ga ada tempat bagi Musa untuk menyombongkan diri tentang kambing dombanya, karena itu bukan miliknya. Musa harus bertanggung jawab kepada Sang Pemilik, karena sesungguhnya orang Israel adalah dombaNya. Perlakuannya kepada domba-domba tersebut gak boleh menyimpang dari keinginan Sang Pemilik.


Tetapi firman TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya" --Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya. Keluaran 4:4

·         “Ciyus?”, kalo jadi Musa aku kayaknya bakal nanya gitu deh sama Tuhan, hehehehe. Tapi ketaatan Musa patut  diacungin 10 jempol (aku pinjam jempol tetangga ^^), dia rela melakukan hal yang berbahaya demi tetap taat. Kalo Tuhan menyuruhku melakukan hal yang berbahaya, mungkin aku akan berdoa lagi dan bilang,”Gak salah ni Tuhan? Tuhan becanda kannnn…?”. Kalo mau taat sama Tuhan, berarti kita kudu mau must wajib keluar dari zona aman nyaman terkendali kita, dan mempercayai Tuhan yang pegang kendali sepenuhnya. Karena kadang emang Tuhan nyuruhnya aneh-aneh looo…Hehehehe. Piss Tuhan ^^V Aneh dalam artian, Dia seperti memaksa kita keluar dari zona nyaman kita, melakukan perbuatan-perbuatan yang kita gak mengerti. Ngapain coba pake acara uji nyali pegang ular segala, tapi apapun yang dimintaNya, Dia punya tujuan kok. Tuhan kita bukan Tuhan yang ngasal dan suka iseng. Mempercayai Tuhan berarti taat sama Tuhan, bahkan saat Dia meminta kita melakukan hal-hal yang aneh di mata dunia. Buat dunia mungkin keanehan, tapi bagi Tuhan, itu ketaatan.

Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." Keluaran 4:10
·         SPEECHLESS. Kenapa ya Musa yang tadinya begitu taat sama Tuhan, dan berani sama ular, tiba-tiba disuruh ngomong ke orang Israel aja pake acara nolak dan beralasan gitu? Aku gak ngertiiii…!! Kalo aku disuruh milih, mending aku ngomong sama orang Israel deh daripada nangkap ular J

Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu. Keluaran 4:24-26
·         Gara-gara Musa belum menyunat anaknya, Tuhan mau membunuh Musa. WOWWW….Tuhan kejam amat ya nampaknya, awalnya aku mikir gitu, tapi kupikir ini tanda keseriusan Tuhan pada perjanjianNya. Di kejadian (lupa ayat berapa) sunat tanda perjanjian Allah dan Abraham serta keturunannya. Dan Allah gak pernah lupa dengan perjanjian itu. Kalo Tuhan memandang serius perjanjianNya, kita juga harus memandang serius perjanjian itu. Musa gak menyunat anaknya,dan Tuhan memandang bersalah kelalaian Musa. Tapi di sini aku melihat Tuhan tetaplah Allah yang mengampuni, setelah Zipora menyadari kesalahan suaminya dan mengambil tindakan, Tuhan mengampuni ^^

Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli. Sesuatu apapun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu." Keluaran 12:19-20
·         Baca bagian ini aku mikir, AADR-Ada Apa Dengan Ragi ya, kok Tuhan sampe segitunya ngelarang orang Israel makan makanan yang beragi, trus pas nulis postingan ini penasaran dan searching KENAPA OH KENAPA dengan ragi ini, dan aku menemukan ini di sini http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=ragi, untuk lengkapnya baca ajah sendiri ya…Aku salin sedikit:

Larangan memakai ragi dan madu (Im 2:11), mungkin dibuat karena peragian melibatkan penghancuran dan pembusukan, dan bagi Israel keadaan membusuk menimbulkan kesan kenajisan. Para penulis rabi sering menggunakan ragi sebagai lambang kejahatan dan kebusukan manusia turun temurun (bnd Kel 12:8, 15-20). Plutarkhus mengulangi pendapat kuno ini tatkala menggambarkan ragi sebagai 'benih kebusukan yg membusukkan adonan yg dicampurinya'. Istilah fermentum digunakan Persius (Sat. 1:24) untuk 'kebusukan'. Mungkin dengan alasan ini pula ragi tidak dipakai dalam korban di mezbah Yahweh; yg diizinkan hanya roti dibuat dari tepung tanpa ragi (masysyot, Im 10:12). Ada dua kekecualian terhadap peraturan ini (Im 7:13; bnd Am 4:5). Roti bundar beragi menyertai korban syukur, roti batangan beragi dipersembahkan sebagai persembahan unjukan pada Hari Raya Pentakosta.

Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. Keluaran 16:14-15
·         Membayangkan cara Tuhan memberi makan bangsa Israel SETIAP HARI dengan mukzizat seperti itu bikin geleng-geleng deh. Luar biasa bagaimana Tuhan memelihara orang Israel selama 40 tahun dengan menghidangkan makanan setiap pagi bagi mereka, dan mereka tinggal memungutnya SETIAP PAGI. Tuhan sungguh baik, sayangnya di kemudian hari, berkat yang diberikan Tuhan kepada orang Israel dipandang rendah karena mereka bosan dan bersungut-sungut gak bisa lagi makan daging. Aku belajar, kalo kita gak mengucap syukur atas berkat yang disediakan Tuhan setiap hari, maka akan timbul ketidakpuasan dan sungut-sungut dalam hidup. Padahal, kalo dipikir-pikir, bangsa mana selain bangsa Israel yang diberikan makan setiap hari dengan cara yang ajaib seperti itu?

Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?Keluaran 32:11
·         Musa bener-bener punya hati yang lemah lembut, dia tetap mau membela bangsanya di hadapan Tuhan, padahal kelakuan mereka parah abis, berapa kali coba mereka menyalahkan Musa untuk semua yang mereka alami. Dari sini aku juga yakin kalo Musa bukan pendendam. Bisa aja kan Musa cuek bebek pas Tuhan mau menghukum bangsa Israel, tapi ternyata ngga, dia bener-bener punya hati yang mau mengasihi bangsanya. Dia mau berdiri di hadapan Tuhan dan memohon kemurahan Tuhan ^^’

Dari sini, perjuangan dah ngebaca habis Keluaran terutama pada bagian penjelasan hukum dan ketentuan mezbah dan teman-temannya #tepok jidat#. Luar biasa deh hidup di zaman dulu, aturan ne buanyak pollll!! Sungguh kalo gak karena kasih karunia Tuhan, ga mungkin deh dengan kekuatan sendiri bisa penuhin semua hukum yang ada. Blom lagi bikin berbagai peralatan dengan detail-detail gitu, alamaaakkkk….kalo bukan Tuhan yang kasih roh keahlian tersebut, gak ada yang bisa deh bikin tepat sama seperti yang Tuhan mau. Di sini aku kembali diingatkan kalo Tuhan kasih kita tugas untuk membuat ato mengerjakan sesuatu, Dia pasti perlengkapi. Dia mengenal kita. Dia tahu kapasitas kita.

Daaaannn…..kesabaran Tuhan sungguh luar biasa dalam menghadapi bangsa Israel ni. Kadang yang Cuma baca aja bisa gregetan sendiri ngeliat tingkah laku bangsa Israel, ehhh…Tuhan dan Musa bisa-bisanya sesabar ini, ckckckckck.

Kasongan, 20 Februari 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs