.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, February 7, 2014

Mengikut Tuhan Sepenuh Hati



“Bagaimana pekerjaannya?”, tanya Gibbs tentang seorang tersangka marinir pada komandannya.
“Biasa saja. Dia tidak mengerjakannya dengan sepenuh hati”, jawab sang komandan.
Demikian dialog dalam serial NCIS yang aku lihat beberapa hari lalu.


Dan bagian itu benar-benar menendangku. Cukup keras.
Apalagi, sang komandan menggunakan kata “AVERAGE”  yang kemudian di teks Indonesia diterjemahkan jadi “BIASA SAJA”
AVERAGE berarti…
BIASA….
RATA-RATA…
Saat kita melakukan  sesuatu gak sepenuh hati, hasilnya bakalan gitu rupanya.
Hanya AVERAGE

Hasilnya bukannya…
AMAZING
Ato MARVELLOUS
Ato PERFECT

Alamakkkk, dunia aja tau ya tentang hal ini, anak Tuhan tahu gak ya tentang kebenaran ini?
Segala sesuatu yang gak sepenuh hati tuh hasilnya NGGA BANGET DEHH, karena bakalan biasa aja, dan bukannya menghasilkan sesuatu yang berbeda.
Gitu juga dengan mengikut TUHAN, kudu harus must wajib SEPENUH HATI. Jangan setengah hati, separo hati, ato seperempat kilo hati, karena ntar gak  ada hasilnya.

Perhatikan ini:

Bahwasanya orang-orang yang telah berjalan dari Mesir , yang berumur dua puluh tahun ke atas, tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Ishak, dan Yakub oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya.Bilangan 32:11

Kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikuti dengan sepenuh hatinya.Bilangan 32:12

Tau kan latar belakang Tuhan ngomong kayak gitu?
Booo…gara-gara masalah hati yang gak sepenuh-penuhnya ngikut Tuhan ini, sejumlah besar orang Israel gak bisa melihat negeri yang telah dijanjikan Tuhan. Mereka gak menerima apa yang telah dijanjikan Tuhan, karena mereka gak percaya. Semua tersedia di hadapan mereka, mereka tinggal nurut aja sama Tuhan, tapi mereka gak mau nurut. Mereka meragukan Tuhan.  Mereka malah berpikiran negatif tentang Tuhan.

Saat kita gak habis-habisan percaya sama Tuhan, keadaan kita bakal sama seperti orang Israel. Mereka beriman sama Tuhan gak full, mereka masih ngandalin diri sendiri. Makanya waktu ngeliat dan dengar kabar kalo penduduk Kanaan besar-besar mereka ketakutan, langsung deh negative thinking dan mikir Tuhan jauh-jauh bawa mereka Cuma supaya mereka mati di situ.
Stupid kan mikir gitu?
Iye, stupid lah kita bilang sekarang, padahal kita juga sering ngelakukan hal yang sama looo…
Sadar gak sadar.
Coba deh diinget-inget, berapa kali kita meragukan janji Tuhan waktu keadaan nampaknya sulit di mata kita? Kita jadi gak percayaan gitu sama Tuhan. Hanya karena kita gak bisa menghadapi suatu keadaan, lalu kita mikir Tuhan juga  ngga bisa?
Pengharapan kita ditaruh di dalam Tuhan sepenuhnya ato ngga sih kalo gini ceritanya?
Mengikut Tuhan sepenuh hati berarti menaruh SEMUA pengharapan kita di dalam Dia looo…
Mengikut Tuhan sepenuh hati berarti mempercayai kemampuanNya, gak peduli apa kata orang, gak peduli keadaan gimana, gak peduli apa kata diri sendiri, pedulilah hanya sama kata Tuhan ^^

Amit-amit, jangan sampai deh kita gak menerima apa yang telah Tuhan janjikan ‘hanya’ karena masalah hati ini ;) Rugi banget kan, dah sejauh ini ngikut Tuhan, eh….pas mau menerima janjiNya, kita ragu hanya karena apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat. Padahal iman kita kan harusnya timbul dari pendengaran akan FirmanNya alias perkataanNya. Ngapain iman kita didasarkan sama apa yang dilihat mata dan yang didengar dari orang lain, kan bagi yang mengasihiNya, Tuhan janji akan memberikan jauh melebihi apa yang pernah dilihat mata dan yang pernah didengar telinga ^^V 

Kasongan, 6 Februari 2014
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs