.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, February 12, 2015

Bagaimana Menghibur Mereka yang Single?



Sebagai single, aku sering banget tuh mendengar kalimat-kalimat tidak sensitif seperti ini :
“Kapan kawin?”
“Buruan kawinnnn….Nanti kalau keburu tua, susah lo melahirkan.”
“Makanya diet, biar ada yang mau...”
“Masa sih gak ada yang mau sama kamu, kamu aja yang pilih-pilih.”
“Sudahlah, gak usah terlalu pemilih...”
“Apa enaknya sih hidup sendiri melulu?”

Serius. Menjadi single tu gak enak, apalagi saat salah dipahami oleh orang-orang di sekelilingnya. Berikut beberapa komentar dari kaum single tentang bagaimana mereka disalahpahami oleh orang yang lain (terutama mereka yang telah menikah):
-Mereka tidak percaya para lajang memiliki kehidupan yang utuh dan memuaskan tanpa suami.
- Orang yang melajang tidak punya tanggung jawab yang benar
- Mereka benar-benar bertanya,”Apa yang kamu lakukan saat weekend? Apa yang kamu lakukan di waktu luangmu?”
- Semua lajang sedang mencari atau hanya menunggu pasangan yang tepat
- Orang yang melajang bukan orang rumahan, tidak bisa memasak, dan membeli makan di luar sepanjang waktu
- Terlalu pemilih dan mandiri, membuat pria minder sehingga tidak ada yang tertarik
- dll

Kalimat-kalimat yang tidak sensitif maupun pandangan dan pemikiran dari orang-orang di sekelilingnya sering kali menjadikan mereka yang masih single tidak bisa maksimal menjalani hidup yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Seringkali itu menjadikan mereka menghabiskan banyak waktu untuk berpikir apa yang salah dengan dirinya, apa yang kurang dari dirinya sehingga belum memiliki pasangan, melihat sekeliling dan mencari pria potensial dan membuang waktunya yang berharga. Mereka lupa untuk berfokus pada Tuhan yang ingin menjadikan mereka single yang maksimal di tanganNya.

Kesalahpahaman, ketidakmengertian ini sering terjadi di antara mereka yang menikah dan melajang, dan sebenarnya mereka yang menikah tidak bermaksud melukai hati, menyakiti atau mengecilkan hati orang yang melajang, mereka hanya tidak bisa memahaminya. Mungkin saja pasangan yang menikah di usia muda tidak habis pikir mengapa mereka yang single tidak melakukan hal yang sama. Gak jarang, gak cuma mereka yang menikah saja yang salah paham, keluarga dan gereja terkadang tidak memahami para lajang dengan baik. Mereka membuat kaum lajang merasa tersisih dan terluka karena ketidakpahaman mereka. Kesalahpahaman dan ketidakpahaman orang lain akan para single terkadang menyakitkan.

Bagaimana cara kita menolong para single?

1.      Mengetahui kebenaran
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.Roma 12:2

Sampai kita benar-benar memahami maksud dan tujuan Allah bagi para wanita single, maka kita baru dapat menolong mereka untuk menjalani masa singlenya secara maksimal. Bagi mereka yang belum mengetahui kebenaran, bagi kebanyakan orang (yang mengaku Kristen sekalipun) kehidupan dianggap punya tujuan akhir hanya untuk melanjutkan keturunan, hanya untuk beranak cucu dan bertambah banyak. Belum lagi budaya di Indonesia dimana seorang wanita dianggap aneh bila tidak menikah. Seolah-olah seorang wanita dianggap lengkap hanya saat menikah dan memiliki anak.

Pertama-tama kita harus mengubah pemikiran kita yang demikian, karena pemikiran yang demikian akan mempengaruhi cara kita memperlakukan para single. Bagimana kita dapat menolong mereka untuk menjadi single yang maksimal jika pemikiran kita sama dengan dunia? Kita perlu menyadari bahwa Allah menciptakan wanita tidak sekedar menjadi seorang istri bagi seorang pria. Rancangan Allah jauh melebihi itu. Ya, Dia memang menjadikan seorang wanita sebagai penolong bagi pria, tapi simak ayat ini:
Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Yesaya 54:5

Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan. 1 Korintus 7:32-35

Melajang atau menikah hendaknya dipandang sebagai karunia dari Allah. Melajang ataupun menikah adalah kesempatan kita memuliakan Allah. Jika menikah adalah kesempatan dimana kita menjadi serupa seperti Kristus melalui pembentukan karakter sehari-hari bersama suami, maka melajang memberikan kesempatan bagi para lajang untuk memusatkan perhatian kepada Tuhan dan melayaniNya tanpa gangguan. Saat kita memiliki pemikiran demikian, maka kita akan memandang para single dengan cara yang berbeda. Bukan dengan tatapan kasihan, atau pemikiran untuk menjadi mak comblang bagi mereka, tapi kita akan rindu melihat bagaimana pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan melalui kehidupan single mereka.

2.      Berempati terhadap para single
Mustahil untuk mengasihi para single seperti diri sendiri jika kita tidak menempatkan diri kita pada posisinya, ya kan?

Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 1 Petrus 3:8

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Roma 12:15-16

Ada tiga cara utama untuk meningkatkan kepekaan kita terhadap kebutuhan dan perasaan para single:
1)      Dengarkan mereka.
Dengan mendengarkan secara sungguh-sungguh kita akan mengetahui masalah apa yang dihadapi para single. Dan, semakin baik kita mendengarkan, semakin besar kemungkinan mereka membuka hati dan mengungkapkan perasaan mereka. Permasalahan para single bisa jadi berupa gambar diri yang rusak sehingga, rasa kesepian, rasairi terhadap mereka yang telah menikah, atau luka karena hubungan di masa lalu yang masih menyakiti mereka dan membuatnya trauma memulai hubungan yang baru, atau ketidakpercayaan terhadap lawan jenis, rasa tidak puas dan utuh saat tidak memiliki pasangan, dll. Hanya jika kita mendengarkan mereka dengan seksama maka kita akan tahu bagaimana harus bertindak.
2) Amati mereka.
Tidak semua orang akan secara terbuka memberi tahu kita apa yang mereka rasakan atau apa yang sedang mereka alami. Namun, seorang pengamat yang baik akan memperhatikan sewaktu seseorang tampak mengalami depresi, atau memiliki masalah. Jika kita mampu memahami masalah melalui pengamatan kita, maka kita akan mampu menolong orang lain.
3)      Gunakan imajinasi kita
Cara paling ampuh untuk menggugah empati adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri: ’Seandainya saya berada dalam situasi ini, bagaimana perasaan saya? Bagaimana saya akan bereaksi? Apa yang saya butuhkan?’ Ketiga teman  Ayub terbukti tidak mampu menempatkan diri mereka pada posisi Ayub. Itulah sebabnya mereka mempersalahkan Ayub, menduga bahwa ia pasti telah melakukan dosa-dosa yang sebenarnya hanyalah khayalan mereka sendiri. Tidak ada yang salah dengan menjadi single. Setiap pilihan, melajang ataupun menikah, atau bahkan hidup selibat adalah karunia Allah.
Empati dapat membantu kita untuk menolong dan memahami orang lain. Jika kita harus memberi nasihat, kita mungkin akan melakukannya dengan cara yang jauh lebih simpatik kalau kita memahami perasaan orang lain. Mereka yang berempati selalu mengingatkan dirinya: ’Saya bisa berada dalam situasinya.’ Atau berpikir:’Bagaimana dampaknya jika saya berkata seperti ini.’. Empati mendorong kita untuk menawarkan bantuan jika kita mampu melakukannya, meskipun tanpa diminta. Agar dapat mengasihi ”dengan perbuatan dan kebenaran”, kita mula-mula perlu mengerti kebutuhan khusus saudara kita yang single. Apakah kita mengamati dengan saksama kebutuhan saudari kita yang single dengan tujuan untuk membantu mereka? Itulah makna empati.

3.      Dorong para single menjadi maksimal

Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Yesaya 54:5

Istri yang cakap, siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Amsal 31:10-11

Setiap wanita, baik ia melajang atau menikah adalah milik kepunyaan Allah, istriNya, kekasih hatiNya. Allah ingin setiap wanita kepunyaanNya menonjol sebagai perempuan yang tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada dunia. Setiap wanita baik yang single ataupun menikah adalah wanita cakap yang memancarkan kepercayaan penuh kepada mereka yang bergantung padanya. Orang-orang di sekeliling  wanita single dapat memiliki kepercayaan penuh pada wanita single karena mereka memiliki keyakinan penuh di dalam Allah dan hidup sesuai keyakinan itu. Kita dapat mendorong para single memanfaatkan potensi yang mereka miliki untuk melayani Allah, dengan cara:
1)      Puji mereka
Setiap talenta yang mereka miliki dapat menjadi berlipat ganda di tangan Allah. Pujian-pujian atas kekuatan dan kemampuan mereka dalam bidang tertentu dapat menjadi pendorong bagi mereka melakukan pekerjaan yang memuliakan Allah. Contoh nyata, saya punya blog dan suka menuliskan beberapa cerita dan pengalaman saya, saat beberapa orang memuji tulisan saya dan menyatakan betapa mereka diberkati, saya semakin terdorong untuk meneruskan kegiatan tulis-menulis saya ^^V Saat seorang single merasa dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat, dan apa yang dilakukannya menjadi berkat bagi orang lain, ia akan terdorong untuk melakukan lebih dan lebih lagi. Fokusnya bukan lagi terhadap statusnya yang melajang tapi lebih pada kesempatan untuk berkarya dan memuliakan Tuhan.
2)      Ajak mereka untuk melayani Tuhan
Beberapa wanita single di gerejaku menikmati pelayanannya sebagai guru sekolah Minggu setelah “dipaksa” oleh beberapa penetua di gereja. Sangat penting bagi gereja maupun komunitas untuk melibatkan kaum single dalam pelayanan. Selain untuk mengembangkan talenta mereka, dengan terjun langsung melayani, mereka akan tahu dalam bidang apa Tuhan ingin mereka berkarya. Melalui kesempatan tersebut, mereka akan merasakan sendiri apakah mereka dapat maksimal dalam bidang pelayanan tersebut. Karena gak jarang, saat mereka merasa tidak amksimal dalam pelayanan tersebut, Tuhan tunjukkan bidang lain dimana mereka dapat maksimal, pelayanan musik mungkin. Kesempatan untuk melayani Tuhan bersama orang lain memberikan para single sukacita tersendiri, karena mereka disibukkan dengan pekerjaan Tuhan dan berfokus untuk memenuhi kebutuhan sesama dan gereja, bukannya hanya kesepian memikirkan kesendiriannya.

4.      Doakan mereka
Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku. Filemon 1:4

Cliché but true, setiap wanita single memerlukan doa kita yang sungguh. Bukan sekedar doa supaya menemukan pasangan hidup yaaaaa….^^ Itu juga perlu, hahahaha. Tapi sebenarnya, jauh lebih penting daripada itu, doakan mereka supaya mereka menemukan tujuan hidup yang khusus diperuntukkan Allah bagi mereka. Supaya Allah sendiri yang menggenapi rencanaNya atas para wanita single ini, saat mereka single, atau menikah, atau jika mereka hidup selibat pun nantinya. Allah sendiri yang memberikan kemampuan, sukacita, ketaatan dan apapun yang mereka perlukan saat menjalani setiap musim yang ditentukan Allah. Gak peduli, menikah ataupun selibat nantinya,  biarlah masa-masa single ‘sekarang’ maupun nanti, mereka tetap maksimal bagi kemuliaan Tuhan. Doakan mereka supaya menjadi maksimal dalam segala kesempatan yang Tuhan berikan. Doakan mereka agar tetap kudus. Doakan mereka apapun yang Tuhan taruhkan di hatimu untuk didoakan. They really need your prays.

Kiranya kita semua mau dan dimampukan dipakai Allah untuk menolong saudara-saudari kita yang single dan menjadikan mereka yang terbaik sesuai rencana Tuhan. AMIN

Ditulis untuk Majalah Pearl Edisi 24

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs