.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, February 9, 2015

He Loves Me...He Loves Me Not... He Loves Me...He Loves Me Not...



Suka…Ngga…Suka…Ngga…Suka…Ngga…
Jadi bingung nih, kok kayaknya dia kadang perhatian, tapi kok kadang cuek.
Kayaknya dia suka sih sama aku, tapi dia pemalu.
Apa harus aku yang memulai duluan buat pdkt?

Girls, pernah gak mikir kayak gitu?
Bertanya-tanya dan galau sendiri harus bersikap bagaimana pada pria yang gak jelas nih apa maunya, dibilang pdkt tapi kok malahan lebih sering cuek. Beneran serius gak sih ni cowok? Kita bertanya-tanya demikian. Lalu kita mulai berpikir untuk mendekati cowok tersebut dan mulai lebih atraktif. Mengirimkan SMS lebih dulu, menelpon dan mulai memberikan perhatian biasanya. Berusaha supaya si cowok makin mengenal kita dan kita makin mengenalnya. Melakukan banyak hal supaya si cowok memperjelas perasaan sukanya pada kita.
Ato, daripada pusing, langsung aja kali ya ngomong ke tu cowok kalo kita suka sama dia Meg, gimana?

DON’T!!!
Please girls, jangan lakukan itu…
Selama cowok itu gak pernah bilang suka ke kita, jangan berpikir kalau dia suka sama kita.
Berpikir pun jangan, apalagi ngomonggggg.
Kenapa mikir aja jangan? Kita cewek suka mikirnya kejauhan, mengkhayalkan macam-macam, bingung sendiri, galau sendiri, sedih sendiri, nangis sendiri deh ujung-ujungnya #sigh.

Kenapa kita gak boleh ngomong langsung ke cowok (ato bahkan mikir dia suka sama kita)?
1. Untuk menjaga hati kita girls
Hati kita para wanita demikian lembut girls, bahkan kata-kata pun bisa menyakiti kita, apalagi PENOLAKAN!!! Pernah ga membayangkan, kita dengan segala impian masa depan bersama si cowok tiba-tiba mendapati kalau dia gak mencintai kita, boro-boro mencintai, peduli aja ngga, apa gak sakit tuh. Sakit tauk! Sakitnya tuh di sini #nunjuk dada. Padahal, bisa aja lo cowok itu cuma bersikap ramah, dia melakukannya tanpa perasaan special, sementara kita udah terlanjur klepek-klepek duluan, aih…apa gak sedih tuh ntar ujungnya.

Ayo ngaku, waktu cowok yang kita suka bersedia mengantarkan kita pulang ke rumah dari suatu acara, gimana perasaanmu? Berasa ke langit ketujuh gak? Kalo aku sih dulu gitu. Asliiiii….seneng bangettttt!!! Bahkan diajak pergi gereja bareng sama tu cowok aja, aku dah suenengggg banget, padahal perginya rame-rame booo #tepok jidat. Segitu GR-nya aku sampe-sampe segala tindakan tu cowok padaku kuanggap indikasi dia suka sama aku. Kenyataannya? Kagaaaakkkkk…!!!! Wong sampe saat tulisan ini dipublish, dia Cuma menganggap aku teman doang kok. Malunyaaaa….

Dulu aku melakukan banyak hal bodoh, karena aku pikir dia menyukaiku. Aku melakukan banyak hal untuk mendekatkan diriku dengan si cowok, menunjukkan perhatianku ke dia. Dengan demikian aku ngomong dengan tindakan kalo aku suka sama dia, dan berharap dia juga segera bilang suka dan nembak aku. Jadi semua mimpi-mimpi yang kurancang bisa segera terwujud. Punya pacar, menjalani masa pacaran yang indah, dilamar, menikah, dan punya 3 anak yang lucu (2 perempuan dan 1 laki-laki). Aku mulai menyelaraskan cita-citaku dan cita-citanya. See? Sejauh itu khayalanku. Endingnya, nangis semalam (dan bermalam-malam) berikutnya :p Secara, dia gak ada perasaan apa-apa. Mau tahu bagian terbodohnya? Bahkan setelah kami berpisah pun aku masih ngarepin tu cowo. How stupid I am :p

Dan itu dimulai hanya karena aku berpikir dia juga menyukaiku.
Seandainya aku gak berpikir demikian, mungkin aku gak akan merasakan rasa sakit seperti itu.
So, sebelum cowok itu menyatakan perasaannya, jangan pernah berpikir dia menyukaimu.
Cegah dirimu girls merasakan apa yang gak seharusnya kamu rasakan, itu akan menjauhkan kamu dari rasa sakit yang gak perlu.

Tapi ini kan perasaan Meg? Gimana mengingkarinya?  (cieehhhh…mengingkari ni yeeeee J)
Bayangkan, kamu menyukai seorang pria yang kamu yakin tidak menyukaimu. Sudah dibayangkan? Gimana? Apa ada perbedaan? Perasaanmu mungkin masih akan sama (untuk beberapa saat :p), tapi yang jelas sikapmu padanya akan berbeda. Kamu gak akan berpikir akan melakukan ini itu untuk mendekatkan dirimu, atau memancing obrolan panjang lebar untuk menunjukkan kamu wanita yang tepat baginya. Gak bakkaaaallll….Yakin deh.

Jagalah hatimu girls, dimulai dengan menjaga pikiranmu. Pikiran adalah medan perang yang harus kita menangkan setiap hari. Biarkan akal budi kita mengendalikan perasaan kita. Tetapkan batasan-batasan yang akan melindungi hati kita. Seperti layaknya pagar yang dibuat untuk memagari sekeliling rumah supaya orang gak bisa sembarang masuk tanpa kita persilakan. Jangan biarkan pikiran dan khayalan kita dimasuki seorang pria yang salah, bahayaaaa….nantinya ia akan bertahta dalam pikiran kita dan meninggalkan rasa sakit. Jangan mempersilakan seorang pria memasuki hati dan pikiranmu sebelum dia menjelaskan maksudnya padamu dengan jelas. Lebih baik mencegah kan daripada mengobati? Hohohoho.

Kita gak akan kehilangan apa-apa saat kita berpikir dia tidak suka kita (sampai dia menyatakan perasaannya). Malahan kita akan kehilangan banyak hal sewaktu berpikir sebaliknya. Kehilangan waktu karena memikirkan dia yang tidak memikirkan kita. Kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal

2. Biarkan dia bertindak sebagai pria
Tapi Meg? Gimana kalo cowok ini pemalu? Jadi gak berani ngomong perasaannya?
Hmm…Aku sih percaya, waktu seorang pria benar-benar menginginkan sesuatu, mereka menginginkannya. Artinya, pikiran, tindakan dan usaha apapun akan dilakukan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Jika dia memang yakin kamu yang diinginkannya untuk memiliki hubungan yang serius, mosok sih ngomong aja ngga? Lah piye to? Ini niat gak sih? Kalau untuk menyatakan perasaan sukanya aja dia malu, bagaimana jadinya hubungan yang akan dijalani nantinya? Bagaimana kalian akan mengkomunikasikan perasaan kalian? Bagaimana kalian akan berbagi banyak hal kalo gak ngomong? Mau pake bahasa kalbu? LOL.

Kalau sampai sekarang dia tidak pernah menyatakan perasaannya bisa jadi dia belum yakin atau memang dia sama sekali tidak punya perasaan apa-apa. Lalu, untuk apa kita berusaha meyakinkan dia tentang apa yang dia gak yakinin? Suatu saat nanti, tentunya kita mengharapkan pria yang akan menjadi pasangan hidup kita adalah orang yang akan  memimpin, melindungi dan menuntun keluarganya. Jangan mengambil peran pria tersebut untuk berinisiatif dalam hubungan.Dengan membiarkan dia berinisiatif kita sedang memperlakukan pria ini dengan hormat.

Saat ini banyak wanita mengeluh karena pria tidak bersikap sebagai pria. Padahal, bisa jadi selama ini kita para wanita yang tidak membiarkan mereka bertindak sebagaimana seorang pria bersikap. Kita ingin pria yang kita kenal memiliki inisiatif, kita jengkel saat seorang pria lambat bertindak, tapi bagaimana dengan kita sendiri? Sudahkah kita menghormati mereka dan membiarkan mereka menjadi bagaimana mereka seharusnya?  Atau kita sendiri yang gak sabaran dan mulai mengambil inisiatif yang tidak diperlukan.

3.  Ini bukan hanya masalah harga diri
Seseorang pernah berkata, pria menghargai apa yang dia dapatkan dengan perjuangan, jadi biarkan mereka berjuang mendapatkan kita, jangan membuat segalanya mudah bagi pria. Inti ne, jika ingin dihargai maka jangan sampai kita yang mengejar-ngejar pria.  Ntar giliran dah didapat, mereka gak akan menghargai kita. Nasehat emak zaman dulu, cewek gak boleh ngejar-ngejar cowok, mosok cewek ngejar-ngejar cowok sih?(Ngapaen maen kejar-kejaran kayak film India :p)
Aku sih bukannya ingin dihargai yang gimana ya. Bukannnn….!!
Harga diri? Well, kalo sih ngerasa udah dibayar lunas sama Tuhan Yesus di kayu salib, jadi gak perlu meninggikan diri di hadapan seorang pria.  Kalo aku gak mikir kayak gitu, aku mikirnya malah simple gini, Kristus aja yang Tuhan dan Rajaku aja menyatakan cintanya dengan pengorbanan. Dia berkorban bagiku untuk membuktikan cintaNya. Nah loooo…Trus jika seorang pria yang mencintaiku ngomong ‘cinta’ aja gak bisa, bagaimana bisa aku mengharapkan dia mau berkorban untukku dan keluarga nantinya? Buat apa to mikirin pria semacam ini?

Jadi girls, tenang dan bersinarlah ^^

Kasongan, 9 Februari 2015
-Mega Menulis-



4 comments:

Asyiknya Menulis said...

suka ama tulisan ini meg, aku juga pernah jatuh dalam hal yg u tuliskan diatas dan rasakan sakitnya ditolak :( tpi aku bersyukur semakin hari Tuhan bukankan rhema mengenai hal ini peran pria dan wantita, untuk membiarkan para pria mengambil perannya sbg inisiator. #kangaen tulisan2 u , udah lama gak update kemana aje non? :)

Mega said...

Iya nih Li, kemaren susah banget mendisiplin diri buat nulis. Sekarang berjuang lagi deh. Lagi persiapan merit Li sekarang, kalo tahun kemaren diklat dah kayak kuliah s1 aja, banyak kali tugas, mana dari pagi smpe sore belajarnya, pulang mengerjakan tugas, laporan praktiukum dan persiapan presentasi ^^ Puji Tuhan dah slese.

Anju Chaka Tasyaruth Simanjuntak said...

Kak Megaa. Suka bgt sm tulisan kk ini. Dan kk tahu aku sdg mengalami hal ini kak. Tp puji Tuhannya, utk saat ini Tuhan kasih ak hati yg rodo cuek ttg 'pria' hahahaha... perhatiannya bahkan lebih dari yg kk blg diatas.. anyway, thankyou kak.. dpt ilmu baru dan smakin tahu menempatkan diri. God bless you kak mega ♥♥

Mega said...

Anju : God bless you too Anju, semoga kamu tetap melakukan yang benar dalam menghadapi pria ini ^^

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs