.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, February 16, 2015

Perbedaanku dan Abangku



Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Amsal 27:17

Aku gak suka membeli barang yang mahal. Gimana mau suka, wong duitnya aja kagak adeee, hohoho. Kalo beli barang yang murah sih aku suka. Makanya kalau jalan-jalan sama abangku dan mau belanja, kelihatan deh bedanya kami. Si abang juaranggggg…banget belanja. Pakaiannya yang itu-itu aja, aku hapal :p Bahkan, suatu hari aku terkejut melihatnya memakai kaos bertuliskan tahun 2002. Bo, itu bukan tulisannya aja ya…Itu kaos emang dibuat tahun 2002, aku tahu banget karena aku juga punya, kaos itu dibuat dalam rangka pencarian dana untuk sebuah acara. Punyaku udah entah dimana, eh punya abangku masih awet aja. Heran kan? Sebenare dipikir-pikir, aku jarang banget belanja, secara, susah cari ukuranku (kalo baju) :p Makanya begitu kami jalan-jalan di Jakarta aku bisa kalap, apalagi pas di bandung kemaren. Gak Cuma buku-buku yang kubeli yang kupaketkan, pakaian pun iya :p Bandung gitu lo, pakaian murah bo.

O, iya…kembali ke topik semula :p Aku memilih membeli barang dengan harga murah dibandingkan mahal, padahal jelas-jelas kualitasnya beda. Tapi ya gimana ya, kan sama aja yaaa….Lagipula barang yang bagus tu harganya bisa berkali lipat dari yang biasa. Berbanding terbalik dengan si abang yang jarang beli barang. Kalau sekalinya dia beli barang, yang mahal sekalian. Tapi awet ^^’ Which is good sih. Sekarang aku sedikit terpengaruh :p Gara-gara, ngelihat lemari pakaian dan ternyata banyak banget pakaian yang jarang aku pakai, yang sering aku pakai ya yang itu-itu aja. Gak nyangkaaaa…#sigh. Padahal aku merasa jarang lo beli baju. Tapi ternyata lumayan banyak eh, aneh juga ya. Coba tebak, yang aku sering pakai yang mana?Yang mahal ato yang murah?  Yup, yang mahalan :p Bukannya sok-sokan sih, tapi tenyata emang harga bicara sih, seringnya memang yang ini yang lebih nyaman. Yang lain ma dipakai sekali atau dua kali trus juaraaannngggg banget dipake #sigh. Sok artis sekali ya diriku.LOL

Aku mendiskusikan ini sama abangku dan kami bertukar pikiran, nampaknya ini lah ya yang membuat barang-barang cewek lebih murah dibandingkan barang cowok. Gaya belanja cewek yang lebih suka beli barang yang murah supaya ntar-ntar bisa beli lagi, sementara kalau cowok mending beli yang bagus dan mahal sekalian, karena dia jarang belanja. Layak ditiru nih gaya cowok.
Lebih hemat booooo :p

Dan hal lain yang aku pelajari dari abangku adalah, jrenggg….jrenggg…. Dia gak akan mengganti/memakai barang yang baru jika yang lama dirasanya masih bagus. Kalo aku? Punya barang baru langsung hajar, segera dipakai, hahaha. Gubrak banget kan? Kami berbeda. Hahahaha. Suatu kali aku membelikan abangku sebuah kaos,oleh-oleh dari Bandung. Dan gak pernah tuh aku mendapati dia memakainya, pikiranku dah macem-macem nih, jangan-jangan kekecilan, atau dia gak suka. Pas aku tanya eh, dia bilang ntar aja, sayang dipake toh yang biasa dipakenya masih bagus. Mengangalah aku. Usut punya usut ternyata sebabnya dia punya prinsip seperti yang aku sebutkan di atas. Ajaran mamaknya itu dan rupanya dah mendarah daging rupanya.LOL. Aku sih awalnya mikir, ngapain pulak beli barang kalau gak dipakai? Ya makanya itu, dia jarang beli barang, hahahaha. TOP deh d^^Sempat mikir, jangan-jangan untuk jas pengantin pun abangku gak mau ngukur yang baru nih karena jas yang dipakainya sewaktu perkawinan kakaknya masih bagus :p

Sepertinya aku mulai terpengaruh, aku berpikir untuk membeli barang yang sekalian bagus aja nih, gara-gara abangku :p Belum menikah saja aku sudah terpengaruh olehnya, ckckckck. Gimana kalau sudah menikah ya? LOL

Jika pacaran dapat mengubah seseorang, bayangkan bagaimana pernikahan akan mengubah hidup seseorang.  Sudah pasti siapa yang akan kita nikahi akan mempengaruhi hidup kita, mempengaruhi karakter kita.Perhatikan karakter pasanganmu sebelum memutuskan menikahinya, demikian pula perhatikan karaktermu. Suatu hari nanti, karaktermu yang baik akan mempengaruhi karakter pasangan hidupmu, demikian pula sebaliknya. Lebih panjang lagi, anak-anak kalian akan mewarisi karakter kedua orang tuanya. Emang sih karakter bukan seperti halnya gen, tapi apa yang mereka lihat akan mempengaruhi hidup mereka. Apakah yang ingin kita perlihatkan kepada anak-anak kita nantinya? Pikirkan dari sekarang.

Kasongan, 13 Februari 2015
-Mega Menulis-


2 comments:

MaiaCan said...

Kak Meg, senang banget bisa baca tulisan kakak :D

Selalu semangat menulis ya kak :)

Mega said...

Makasih Maia ^^

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs