.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, June 16, 2015

Lima Bahasa Kasih

#NulisRandom2015
Hari ke-15

Aku : Bang, tenggorokanku sakit banget kalau banyak ngomong.
Abang : Ya udah dek, diam aja dulu. Jangan ngomong dulu, biar gak tambah sakit.
Aku : Lah, kalau perlu ngomong gimana?Pakai bahasa isyarat?
Abang : Ngga lah. Pakai bahasa cinta aja dek.

Hahaaaaayyyy \(“,)/
Gaya banget ya abangku, hahaha.

Mengingat percakapan kami beberapa hari lalu, aku jadi ingat 5 bahasa kasih yang ada di bukunya Gary Chapman. Menurut Dr. Gary Chapman, ada lima jenis bahasa kasih (The Five Love Languages) sehingga setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan kasih. Penting bagi kita mengenali bahasa kasih masing-masing dan orang yang kita kasihi supaya kita dapat berkomunikasi dengan bahasa yang dimengerti satu sama lain.  Contoh nyata, bahasa kasihku dan abangku berbeda, aku merasa dikasihi saat aku mendengar kata-kata penguatan darinya, tapiiii….kalau dia suka mengekspresikan cintanya dengan melayaniku, misalnya membantuku membawa belanjaanku, tentunya aku akan menganggap tindakannya biasa saja.Atau di lain waktu, saat aku males eh lelah :p tiba-tiba tanpa diminta abangku membawakan segelas air putih dingin. Itu air cinta ^^ Nah celakanya, kalau aku tidak memahami itu, woooo….jangan-jangan aku merasa gak dikasihi karena si abang jarang bilang ‘I love you’. Mana orang Batak kalau ngomong gak pake dimanis-manisin alias to the point pulak, nah, apa gak stress awak jadinya menghadapi si abang awalnya :p Tapi lama kelamaan sih mengerti kalau itulah kelebihan dan kelemahannya, apa yang baik dan yang jelek ya diomongin tanpa mikir panjang.

Inti ne sih gini, orang yang bahasa kasihnya kata-kata penguatan akan menganggap tindakan memberikan kata-kata penguatanlah yang menunjukkan kasih seseorang, dan tentu saja untuk mengekspresikan kasihnya dia menggunakan bahasa tersebut. Ya gimana lagi, wong bahasa tersebut yang dia pahami. Sulit baginya memahami jika orang lain mengekspresikan kasihnya dengan cara yang berbeda dengannya, misalnya melalui pelayanan yang diberikan mereka, karena baginya mengasihi tu ya melalui omongan dan kata-kata penguatan.

Jadi, inilah 5 bahasa kasih menurut Dr.Gary Chapman:

1. Kata-kata penguatan (Words of Affirmation)
Bahasa ini digunakan untuk menguatkan atau memotivasi orang lain. Orang-orang yang berbicara dalam bahasa ini suka membangun lewat kata-kata yang positif dan penuh semangat. Mereka murah hati dalam memberikan pujian (yang tulus tentunya). Sebisa mungkin mereka berusaha untuk tidak mencela atau menghina orang lain. Namun, orang-orang ini juga lah yang paling rentan terhadap kata-kata yang mematahkan semangat. Bagi mereka, kata-kata sangat berarti deh pokoknya. Kalo ada istilah no actions talk only, nahhh…bagi mereka yang menggunakan bahasa ini sih sepertinya tepat deh, hahahaha *kidding* . Mendengarkan kata-kata yang manis dan menguatkan memberikan energi lebih bagi mereka. Dan mereka beranggapan orang lain juga merasakan hal yang sama dengan mereka

2. Tindakan melayani (Acts of Service)
Orang-orang yang berbahasa ini punya prinsip: “Action speaks louder than words”. Kadang-kadang mereka tidak banyak bicara, yang penting bekerja. Mereka adalah tipe orang yang murah hati dalam memberikan pertolongan dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Ketika melihat orang lain sedang kesusahan membawa barang, misalnya, orang-orang ini akan segera membantu dengan senang hati tanpa diminta atau disuruh.Dan tentu saja, mereka juga senang jika orang lain memberikan bantuan tanpa diminta bagi mereka.

3. Pemberian hadiah (Receiving Gifts)
Orang-orang yang berbahasa kasih ini sukaaaa…sekali memberikan hadiah. Dan mereka juga suka diberi hadiah. Bukaaaann….bukan karena dia matre, tapi memang itulah caranya mengekspresikan kasihnya. Biasanya pada momen-momen spesial, seperti ulang tahun, Natal atau perayaan kelulusan, dsbnya, ia akan memberikan hadiah. Biasanya orang-orang dengan tipe ini juga akan lebih merasa dicintai jika orang lain memberi mereka hadiah. Mereka tidak banyak pikir mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli barang (yang cukup mewah tentunya) sebagai hadiah bagi orang yang dicintainya. Tapi sekali lagi ya, mereka gak matre, mereka hanya suka memberikan hadiah pada setiap kesempatan yang dimiliki. Terkadang, tanpa alasan pun tahu-tahu dia memberikan hadiah bagi mereka yang dikasihinya.

4. Waktu yang berkualitas (Quality Time)
Bagi orang-orang dengan tipe bahasa ini, hal paling penting yang dapat mereka berikan adalah perhatian penuh (undivided attention). Mereka senang meluangkan waktu bersama orang-orang yang dicintai, untuk mendengar dengan tulus, serius, dan fokus tentang kisah hidup mereka. Jelas sekali bahwa orang-orang ini adalah pendengar yang baik, cocok dijadikan pasangan bagi mereka yang suka curhat ^^ Mereka mengingat suatu momen kebersamaan dengan jelas karena saat itu begitu berkesan bagi mereka. Tidak penting bagi mereka dimana mereka berada dan melakukan apa, tapi perhatian penuh dari orang yang terkasih memberikan kebahagiaan bagi mereka yang bahasa kasihnya waktu yang berkualitas.

5. Sentuhan fisik (Physical Touch)
Bahasa ini dikuasai oleh orang-orang yang senang memberikan sentuhan fisik kepada lawan bicara mereka. Bagi mereka, sentuhan fisik dapat berbicara lebih ‘dalam’ dan lebih bermakna. Tentu saja yang dimaksud sentuhan fisik di sini adalah sentuhan yang sopan dan tepat pada waktunya. Terkadang saat seseorang menangis, yang diperlukan hanyalah sebuah pelukan tanpa kata-kata nasihat atau solusi. Saat kita masih kanak-kanak, seringkali kita merasa nyaman dan damai ketika orang tua memegang kepala dan mengusap-usap rambut kita, sebagai tanda kasih sayang dan penerimaan mereka. Sewaktu tidur pun terkadang seorang anak lebih cepat tidur saat punggungnya dibelai-belai oleh orang tuanya.

Apa bahasa kasihmu Meg?
Dulu aku pernah mengikuti tes untuk mengetahui bahasa kasihku, aku lupa skor persisnya, tapi 2 bahasa kasih yang dominan kugunakan adalah kata-kata penguatan dan waktu yang berkualitas. Hari ini aku iseng mengulangi tes tersebut di sini  dan hasilnya:
9
Words of Affirmation
8
Physical Touch
7
Quality Time
6
Acts of Service
0
Receiving Gifts


















Ternyata, pernikahan mengubahku :p Aku jadi suka mengekspresikan kasihku dengan sentuhan.LOL. Pengaruh abangku nih pasti, secara, dulu dia pernah tes, bahasa kasihnya sentuhan dan tindakan melayani. Gara-gara sering bersamanya, bahasa kasihnya menular, OH…TIDAAAAKKKK…!!!!! *apaan sih* Hahahaha. Lagian, mosok aku gak suka dapat hadiah sih? Pasti ada yang salah nih.Hahahaha. Well, ya gitu deh hasilnya punyaku. Itu bahasa kasihku, yang mana bahasa kasihmu?

Kasongan, 16 Juni 2015
-Mega Menulis-


No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs