.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, June 12, 2015

Meminta Maaf

#NulisRandom2015
Hari ke-11

Menurut cerita abangku,dia bukan orang yang gampang minta maaf dulunya.Saat dia menyadari ada perilakunya yang salah dan melukai orang lain,dia tidak akan meminta maaf.Dia akan menunjukkan penyesalannya melalui sikapnya.Dia berusaha berubah dan tidak mengulangi kesalahannya.Selesai.Kata maaf tidak diperlukan.Pikirnya,buat apa meminta maaf apabila nantinya kesalahan tersebut dilakukan lagi.Lip service doang :p

Sejujurnya,di awal aku sempat berpikir,apakah ego yang menghalangi seorang pria untuk meminta maaf.Huaaaa....sedihnyo. Aku cukup shock mendengar dia bercerita demikian.Secara,sebagai wanita yang berperasaan halus (tsaaahhhh....) yang bahasa kasihnya yang dominan adalah kata-kata :p tentunya aku mau punya pasangan yang bersedia meminta maaf jika melakukan kesalahan.Emang sih,ada benarnya juga apa yang dikatakannya.Menunjukkan penyesalan dengan perubahan sikap adalah hal yang sangat baik.Percuma juga minta maaf tanpa pertobatan (cieee....) Pokoknya,saking shocknya,aku gak sadar kalau ada kata 'dulunya' dalam ceritanya.Hahahaha.Konyol memang.

Puji Tuhan,kami menjalin hubungan saat abangku dah selesai diproses Tuhan dalam area ini kalo ngga mungkin bisa stres awak ;p Abangku gak pernah ragu minta maaf kalau dia berbuat salah looo.Fiuhhhh...legaaaa....Kebayang ga kalo kita marah sama orang tapi orangnya semacam cuek dan gak peduli,ngomong maaf dan bilang nyesal aja kagak,apa gak tambah esmosi tuh?

Mungkin karena ini juga kami gak pernah berkomitmen pacaran semasa kuliah.Tuhan belum selesai memproses kami pada masa itu.Bayangkan,kami sudah kenal dari tahun 2002,tapi baru pacaran 2012,dan merit 2015.Wasting time huh?Of course not lah,waktunya Tuhan always perfect kok.Kalau dulu kami pacaran waktu belum siap dan dewasa,jangan-jangan dari tahun berapa dah bubar jalan.LOL

Bisa jadi benar sih, ego menghalangi seseorang meminta maaf.Jangankan yang menyadari kesalahannya seperti abangku dulu saja susah meminta maaf,apalagi yang gak merasa bersalah.Rupanya ga cuma
memaafkan yang sulit, meminta maaf juga bisa sama susahnya.Padahal, urusan maaf
memaafkan(dah kayak Lebaran aja nih) ini bisa menjadi
salah satu penyebab terganggunya hubungan kita dengan Tuhan. Cekidot:

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah
persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali
untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Matius 5:23-24

Tuhan mau kita membereskan masalah kita dengan orang lain sebelum memberikan pesembahan bagiNya.Dia jua menganggap penting relasi looo...Sampe-sampe Dia memberikan kegelisahan bagi kita yang gak mau minta maaf saat kita datang padanya.Wahai pria dan wanita,ga usah gengsi untuk meminta maaf !Meminta maaf bukanlah tanda kelemahan kok.Meminta maaf memberikan kelegaan karena kita memilih mengakui kesalahan kita dan tidak lagi disandera rasa bersalah terus-menerus,pengakuan akan membebaskan kita dari rasa tertuduh.Meminta maaf adalah tanda bahwa kita menghargai relasi.

Masih ragu meminta maaf?

Yogyakarta,11 Juni 2015
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs