.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, July 9, 2015

Bosan Mendengar Firman atau Khotbah?



Pernah ngga membaca Alkitab tapi gak mendapat rhema apa-apa, sekedar baca tok. Udah.
Pernah ga mendengarkan khotbah di gereja dan segera setelah kebaktian berakhir serasa satu rutinitas Minggu berakhir, inti khotbah sang pendeta tak ada yang diingat satu pun.
Pernah ngga merasa bosan dengan khotbah pendeta yang nampaknya isinya itu-itu saja, saat satu perikop dibahas, kita merasa dah mengerti dari zaman behula, gak ada sesuatu yang baru.

AKU PERNAH.
Seorang teman yang kucurhati masalah ini berkata,”Kamu sombong Meg. Kamu merasa sudah tahu,jadi kamu merasa gak mendapat apa-apa”.
Yang lain berkata,”Seharusnya kamu berdoa dulu Meg,minta Tuhan bicara secara khusus lewat firman yang kamu baca dan dengar”.

Suatu kali, dalam sesi ‘praktek mengajar’ pada Training For Trainer Kelas Berakar KAMBIUM,Mas Pepet mengajarkan betapa pentingnya agar setiap kami diberikan hati yang lapar dan haus akan kebenaran, supaya Tuhan dapat memuaskan hati kami dengan segala sarana yang ada.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.Matius 5:6

Tuhan dapat berbicara melalui pendeta atau pembicara yang membosankan sekalipun jika hati kita haus dan lapar akan kebenaran.

Bayangkan seseorang yang kehausan dan kelaparan sampai-sampai rasanya mau mati kalau tidak segera mendapatkan makanan dan minuman!!
Dia tidak akan memilih-milih mana yang dapat mengenyangkan dan memuaskannya
Yakinlah, dia tidak tidak akan menolak apa yang diberikan, bahkan jika yang diberikan padanya adalah makanan yang tidak disukainya.
Dia bersedia menerima APAPUN.
Dia tidak akan merasa apa yang diberikan padanya tidak berguna
Dia tidak akan berkata 'BOSAN'
Dia terlalu lapar dan haus.
Dia menerima APAPUN dan menikmatinya
Dia pasti akan mensyukurinya.
Karena dia tidak bisa 'tidak merasakan apa-apa'
DIA PUAS...

Sejak mendapat pemahaman itu, aku belajar berdoa demikian sebelum membaca atau mendengar Firman. Bahkan saat pendeta atau pembicara berkhotbah, aku berdoa berulang kali.
Tuhan, buatlah aku haus dan lapar akan Engkau
Berikan aku hati yang haus dan lapar akan Engkau Tuhan
Tolong buat aku haus ya Tuhan
Tolong buat aku lapar ya Tuhan
Hatiku haus dan lapar akan Engkau Tuhan
Hatiku haus dan lapar akan Engkau Tuhan

Kasongan, 9 Juli 2015
-Mega Menulis-


2 comments:

Lasma Frida said...

bener megi. Aku pernah ngerasain sampai yang laper-laperrrrrr bangettttt. Pas baca Firman Tuhan cuma bisa nangis-nangis bombayyy.

Jadi, bersyukur banget kalau hari ini kita gampang banget nerima Firman Tuhan. Makanan rohani kita melimpah ruah. Tinggal ambil dari sana sini, bisa tanya sana sini.

Mega said...

Iya Ma, penting banget sikap hati tu ya. zbersyukur banget kalau saat dengar Firman Tuhan kita masih merasakan sesuatu.

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs