.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, August 25, 2015

Pencobaan

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab
Allah tidak dapat dicobai olehyang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudahmatang, ia melahirkan maut. Yakobus 1:13-15

Banyak orang berkata bahwa pencobaan dan ujian adalah hal yang berbeda.Pencobaan dikatakan bukanlah dari Tuhan dan memiliki tujuan yang berbeda dengan dengan ujian. Sebuah ilustrasi menggambarkan pencobaan sebagai sebuah burung yang hinggap di kepala kita,kemudian keputusan kitalah yang akan menentukan apakah si burung akan membuat sarang di kepala kita atau tidak.
Hari ini aku belajar, bahwa saat kita dicobai (oleh iblis atau keinginan kita sendiri),kita memiliki kesempatan memutuskan melakukan hal yang benar sama besarnya dengan kesempatan memutuskan hal yang salah.Kita berkuasa menentukan pilihan kita. Apakah kita akan membiarkan burung itu membuat sarang di kepala kita atau tidak?


Ingat Adam dan Hawa?
Benar,Iblis mencobai mereka,menggoda mereka.Tapi,jika sesungguhnya mereka tidak memiliki keinginan sama sekali,apakah mereka akan jatuh dalam dosa?Mungkin tidak!
Hari dimana Adam dan Hawa jatuh,kita tahu bahwa pada akhirnya keinginan terpendam mereka telah muncul dan dibuahi,sifat yang berlawanan dari yang selama ini mereka tunjukkan muncul ke permukaan. Mereka ternyata tidak dapat mengendalikan dirinya.Mereka ternyata bisa dan mau menentang perintah Allah.

Sayang sekali,saat menyadari keinginan terlarangnya mereka tidak memilih berlari pada Tuhan. Saat menyadari kelemahannya mereka tidak mengakuinya di hadapan Tuhan dan meminta Tuhan memampukan menolong mereka mengendalikan diri,mereka malahan memutuskan untuk menyerah. Seandainya saat itu mereka berlari pada Tuhan dan menyatakan keinginannya,mungkin akhir ceritanya akan berbeda.
Alkitab mengatakan: Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang
tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita,  Ia
telah dicobai, hanya tidak berbuatdosa. Ibrani 4:15

Yesus tahu dan juga pernah mengalami pencobaan.Ingat saat Ia di padang gurun dicobai iblis? Wooo...siapa yang berani bilang saat itu Yesus gak ingin makan (Dia berpuasa 40 hari lamanya looo....),siapa yang berani bilang Dia gak ingin berkuasa.Iblis ga bodoh lah ya,dia gak sembarangan menawari kita sesuatu yang sebenarnya gak kita ingini.Misal,iblis sepertinya gak mungkin menawarkan pare saat sebenarnya aku ingin sate #efek pengen sate.LOL#. Kemungkinan besar,dia tahu apa yang bisa membuat kita jatuh/menyerah. Tapi,ingat yang dilakukan Yesus kemudian? Tiap dicobai oleh iblis dan keinginanNya sendiri,Yesus berkata : Ada tertulis,....

Yesus melawan iblis dengan FIRMAN.Dia memperkatakan firman untuk menguatkan iman.Dia mengusir iblis dengan firman.Dia memilih untuk tidak menyerah pada iblis dan keinginanNya sendiri.Dia tahu bahwa Dia perlu mengendalikan diriNya dari segala keinginanNya dan taat pada BAPANya. Dia memilih berlari pada firmanNya. Dia memilih taat.

Kupikir-pikir sekarang,Yesus bukannya tidak tahu kalau BAPANya di sorga bisa kok mengampuni kesalahanNya seandainya Dia memutuskan untuk menyerah. Ingat kisah Daud yang berselingkuh lalu setelah menyadari dosanya minta ampun dan beroleh anugerah pengampunan? Yesus bukannya tidak tahu itu.Tapi,Yesus memilih tidak mempermainkan anugerah tersebut. Dia memilih untuk meyenangkan BAPA di sorga saat Dia mendapatkan kesempatan tersebut.
Saat kita menghadapi pencobaan,kita punya pilihan,apakah kita memilih menyenangkan diri kita (dan segala keinginannya) ataukah menyenangkan BAPA kita di sorga.

Kasongan,25 Agustus 2015
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs