.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, September 29, 2015

Bandung, Abraham dan Echa



Ini cerita lawas. Tahun 2012 yang lalu aku berkesempatan menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Bandung dan bertemu blogger terimut se-Cijerah, owner  Blog Fountain of Joy  , Miss Echa….plok.plok.plok. Jadi ceritanya, aku lagi dinas ke Jakarta, truss slese dinas pas weekend gitu, maen deh ke Bandung. Mumpung ada yang bersedia nampung  selama di Bandung, hohohoho. Cerita Echa pas daku maen ke sana bisa dilihat di sini 


Jadi, panjang ceritanya nih, tahu-tahu aku memutuskan berangkat ke Bandung malam-malam (pokoknya panjang ceritanya deh, jangan tanya ^^’) Jadilah, aku berangkat dari bandara malam-malam ke Bandung naek bis. Rencanaku adalah, sampe di Bandung dini hari aku bakalan cari hotel/losmen/whateverlah buat bobok trus siangan janjian ketemu Echa untuk nginap di rumahnya. Nah, dudulnya…sebagai orang yang sama sekali belum pernah ke Bandung, udah jelas kebodohanl lah ya tiba di tempat yang asing subuh gitu. Di bis mulailah aku googling cari nomor telpon Blue Bird (karena katanya zaman itu taksi yang aman ya Blue Bird), amanlah sudah pikirku begitu dapet nomornya. Aku juga searching, ini bis ntar bakal turun di mana, enaknya aku nginap daerah mana, supaya pas janjian ketemu gak repot kali. Sedikit ada bayanganlah bakal ngapain dan sampe mana, puji Tuhan ada Mbah Google.

Di jalan aku sibuk smsan nanya Vanny yang dulu pernah di Bandung, smsan sama Rida yang tinggal di Bandung (temen kuliah dulu)-Rida dah nawarin sih jemput kalo aku nyampai tapi aje gile laaaa…subuh-subuh ngganggu bapaknya yang tidur buat jemput aku doang, ga enak banget lah. Yo wes, makanya aku googling cari informasi. Waktu itu juga smsan sampe malam sama abangku, dan aku gak berani cerita kalo aku lagi jalan ke Bandung malam-malam gitu sendirian, hahahaha, dah takut aja dimarahin :p Pokoknya sepanjang jalan aku kuatirlah gimana nasibku sampai di sana, kan banyak denger tuh cerita sopir taksi yang nakal gitu, takutlah ya diriku, sepanjang jalan kerjaanku berdoa, googling, smsan, gitu-gitu aja lah. Gak pulak terpikir nanya sesama penumpang bis, ckckckck *tepokjidat* Bener pulak ya, malu bertanya bisa sesat di jalan kalau kayak gini.

Dan, sepanjang perjalanan, aku diingatkan tentang Abraham, tahu Abraham kan?
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Kejadian 12:1-5

Zaman itu, belum ada Google bo, Abraham disuruh pergi ke tempat yang asing sama sekali. Tuhan Cuma bilang supaya Dia pergi ke negeri yang ditunjukkanNya, gak jelas pun negerinya dimana. Dan ini PERGI untuk MENETAP loooo….Bayangkan! Aku ke Bandung Cuma sekejap mata, Cuma buat jalan-jalan. Lah Abraham? Bayangkan kerepotan Abraham yang harus membawa seisi rumahnya pindah ke tempat yang baru. Tidak ada bayangan sama sekali bagaimana keadaan di tempat barunya, dia gak tahu apa yang harus dikerjakannya di sana. Dan ingat, umur Abraham waktu itu 75 tahun. Umur yang sudah gak muda lagi. Tapi dia pergi aja, emang dia gak kuatir ya melakukan perjalanan ke tempat yang gak tahu di mana, ckckckck.

Abraham gak bertanya-tanya pula sama Tuhan berbagai pertanyaan yang mungkin aku tanyakan.Kalo aku sih, mungkin aku akan bertanya, ngapain di sana, emang gak bisa ya Tuhan memberkatiku dan menjadikanku bangsa yang besar DI SINI aja, kenapa pula harus jauh-jauh. Kenapa juga harus pindahan kayak bedol desa gitu. Kenapa gak mengutus orang dulu untuk tau sikon tempat yang baru?

Setelah Tuhan menyuruh Abraham pergi, respon Abraham bukanlah pertanyaan ataupun protes, dengan indahnya Firman Tuhan berkata:
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya…

Saat Tuhan berfirman, Abraham pergi, dia taat.
Padahal kalau dipikir-pikir, yang dimilikinya hanyalah janji Tuhan. Tapi Abraham percaya.
Janji Tuhan lebih dari cukup untuk membuatnya membawa seisi rumahnya pergi ke negri yang asing tanpa googling, seakan-akan dia tidak membutuhkan informasi apa-apa tentang tempat yang ditujunya. Yang dimilikinya hanyalah janji Tuhan. Dia percaya bahwa Tuhan dapat dipercaya. Jika aku merasa bodoh pergi di malam hari ke tempat asing padahal aku tahu di sana ada tempat yang akan aku singgahi dan aku masih punya informasi dari google, nah….apakah yang dilakukan Abraham tidak bodoh? Seumuran kakek-kakek melakukan perjalanan jauh dengan seisi rumah dan segala hartanya menuju tempat yang dia tidak tahu hanya karena Tuhan memerintahkan demikian WOWWWW!!! Tapi apa yang di mata manusia disebut kebodohan, Tuhan menyebutnya ketaatan, Tuhan menyebutnya beriman akan janji-janjiNya. Abraham hanya punya janji Tuhan, Ia percaya dan bertindak. Berapa banyak di antara kita yang berkata mempercayai Tuhan tapi tidak mengambil langkah iman?

Sepanjang perjalanan itu aku benar-benar belajar tentang pribadi Abraham dan Tuhan yang tidak lalai menepati janjiNya. Dia adalah Tuhan yang dapat dipercaya.

Singkat cerita, aku sampai Bandung dan di tempat perhentian terakhir bi situ rupanya sudah banyak menunggu taksi gelap. Aku menelepon Blue Bird dan ternyata tidak ada yang berani menjemput ke perhentian bis tersebut karena Blue Bird tidak diizinkan masuk ke situ entah kenapa. Terpaksalah aku naik salah satu taksi yang ada di situ. Supir taksinya rupanya nakal, dia bawa aku berkeliling-keliling (untuk menambah biaya argonya), aku kesal tapi juga ketakutan,mau dibawa kemana ini pikirku. Puji Tuhan, entah  dapat ide dari mana, aku berlagak mual-mual hendak muntah. Rupanya si supir ketakutan dan memutuskan menurunkan aku di sebuah hotel. Praise The Lord \(“,)/ Aku tidur di hotel itu sampai siang sebelum janjian dengan Echa.

Aku bangun siang dan djemput Echa gak terlalu jauh dari hotelnya. Waktu itu, Echa bareng kedua ortunya jemput aku.  Pertama kali ketemu kaget, ada ya cewek seimut ini dah lulus kuliah, asli bo….awet muda lah si Echa ni, dipakein baju SMP gitu ma masi pantes dia. Dan Echa emang cerewet walaupun tak secerewet di blognya, hahaha. Gak terlalu shocklah aku ketemu nona ini. Hari itu aku dan Echa ke Pasar baru membeli oleh-oleh untuk orang rumahku, rupanya Echa pun jarang ke Pasar Baru, hahahaha, anak mall ma si Echa ni. Puaslah belanja hari itu, pesanan orang rumah dapet semua. Selesai belanja, kami maen ke rumah uwanya Echa, alamaaakkkk….enak banget rumahnya, homy dan ademmmm, pemandangannya juga keren banget di situ. Betah deh nongkrong di situ sambil bergosip ria.LOL. Setelah itu, kami pulang ke rumah Echa di Cijerah, keren deh rumah Echa, kombinasikan lagi dengan tuan rumah yang ramah, bah, betah awak di situ lama-lama. Orang tuanya Echa asik. Bisa aja gitu ya ngobrol enak sama temen anaknya yang baru pulak dikenal anaknya dari blog, top markotop dah Amang Hutapea dan Inang ini d^^b Pokoknya daku berasa di rumah sendiri deh *tamugaktahudiri. Hahahaha.


Dua hari di sana acaraku hanyalah belanja dan belanja, kupikir-pikir tobat pulak echa nemenin aku belanja, hahahaha. Hari kedua sampe siang kuseret kesana kemari dia :p Bandung emang surga belanja, dan walaupun Echa (ngakunya) gak suka belanja eee….rupanya FO-FO di Bandung dah hapal mati dia, di hari kedua itu kami jalan dari satu FO ke FO lainnya, yuhhuuu, kapan lagi gitu loh? Jadi, aku emang bener-bener kalap di sana :p Yang aku ingat sampe sekarang, kami gonta-ganti angkot melulu, ckckck, heran deh di Bandung ni rute angkotnya pendek ato gimana ya, ke satu tempat aja ganti angkot bisa lebih dari 2 kali, hahahaha.  Tapi tetep dong, gak kapok ke Bandung :p Kapan-kapan ah ke sana lagi, ngerepotin Echa lagi ^^V Bersyukur banget deh diterima Echa dan keluarga dengan sangat baik, luar biasa bagaimana mereka menjamu orang asing seperti daku. Mereka baek bangeeettttttt….Bikin ketagihan ke Bandung deh pokoknya. Kapan lagi yaaaaaa???? *ngeliatkalender*Echapingsan*

Kasongan, 29 September 2015
-Mega Menulis-




4 comments:

Uli Kerenzia said...

imut mana dari aku meg....hehehehe
tapi u benar2 berani ya meg...sendiri pula naik bus malam2....ketempat yang baru pertam kali u kunjungi. Trus ceritain gak sama si abng hal itu? gimana responnya?

Mega said...

Uli : 11-12 lah kalian eda ^^ Dimarahin dunk :p Tapi dah lewat pun baru cerita, jadi gak bisa apa-apa, gkgkgkgk

Echa said...

Dasar gelooooo!!! Naik bus subuh2, kynya turun diterminal Leuwi pnjang deh, ya gw ga lupa kisah pura2 muntah lu itu baaah! Lu jg tdur dilntai bkin gw ga enak, dasar anak ajaib -,-
Iye stress nemenin anda blnja gileeee bnyak beud ky mw buka toko hahaha
Aah tpi gw seneng bgt lo bs dtg dan nginap *ambil tisue*
Ayolah dtg lgi Meg, bwa oleh2 berlian tapi yak hahaha

Mega said...

Echa : Ya gimana Cha, panas kali pun Cijerah :p Kangen deh belanja-belanja lagi dan liat muka pasrahmu tiap aku berhenti nyoba pakaian, hahaha

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs