.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, September 23, 2015

Belanja dengan Voucher? Kenapa Tidak?




Sebenarnya berawal dari usaha ngedate hemat, hahaha.  Tahun kemaren, selama 5 bulan aku mengikuti diklat kemetrologian di Cihanjuang, Jawa Barat. Lumayan, kalau mau (dan punya uang), aku dan abangku bisa ketemu tiap minggu(aku libur Sabtu-Minggu). Entah aku yang maen ke Jakarta atau abangku yang maen ke Bandung. Tapi, berhubung dah ada rencana nikah tahun 2015, mau gak mau kami harus mengencangkan ikat pinggang. Gak ketemu tiap minggu deh jadinya, paling gak 2 minggu sekali atau malah sebulan sekali (kalau aku banyak tugas diklat). Sedih? Kagak laaaaa…wong biasanya LDR-an setahun ketemu cuma hitungan sebelah jari tangan setahun, ini ma udah sujud syukur dan makasih banget sama Tuhan, Tuhan Yesus baekkkk…\(“,)/ Persiapan merit bisa sedekat ini kan jadi enak diskusi dan ngobrol banyak hal pas ketemuan.


Nahhh….berhubung merit butuh biaya yang gak sedikit, mau gak mau kalo kencan kudu hemat banget. Kami mulai akrab dengan website-website yang jual kupon makan di restoran dengan harga murah ketimbang kita datang langsung, semacam  Groupon , Evoucher, dll . Ada beberapa website lagi, tapi aku lupa, dua itu yang sering kami kunjungi. Lumayan banget lho. Misal, dengan beli voucher seharga 50 ribu, kita bisa makan senilai 100 ribu di sebuah restoran. Macam-macam deh vouchernya. Harganya miring dibanding kita langsung datang. Ada voucher main di Dufan, Trans Studio, Jungle Land, dll. Ada juga voucher perawatan, massage, spa, dll. Malah pernah suatu kali kami membeli voucher karaoke seharga 20 ribu untuk 2 jam. Di lain waktu, kami membeli voucher untuk foto studio seharga 150 (atau 100 ribu ya?^^’), gak lebih dari 200 ribu lah pokoknya.

Bagaimana caranya membeli voucher dari website-website tersebut. Gampanggg…
1. Buat akun di website tersebut
2.Setelah akun dibuat,pilihlah voucher  yang kamu inginkan
3. Bayar dengan kartu debet/kredit
4.Setelah pembayaran diterima maka akan ada pemberitahuan di email atau akun yang kita buat di website tersebut jika voucher telah siap untuk diprint.
5. Print voucher yang telah kita beli dan voucher siap digunakan (jangan lupa membawa voucher).

Sedikit tips dariku jika ingin membeli dan menggunakan voucher :
1. Sebelum memilih voucher yang akan kita beli, perhatikan dengan cermat informasi tentang voucher tersebut dengan jelas supaya kita tidak rugi. Informasi yang tercantum yang perlu kita perhatikan misalnya:
-Tanggal berlaku voucher
Jangan pilih yang tanggalnya akan segera lewat. Sayang sekali jika kita tidak bisa memanfaatkan voucher yang kita beli.
-Alamat/tempat penggunaan voucher tersebut
Usahakan memilih yang tempatnya dekat dengan tempat kita tinggal atau akan berangkat sebelumnya. Intinya, yang lokasinya dah kita tahu bangetlah. Gunanya? Nah…terkadang, ada beberapa penyedia layanan yang mengharuskan kita untuk reservasi. Seperti yang aku alami, pengen pakai voucher massage nih, dah reservasi dengan jamnya sekalian. Ya namanya massage ya kalo gak jelas jamnya kan kasihan juga penyedianya pas kita dah reservasi gak datang dan ada orang lain datang piye? Waktu itu alokasi kami untuk perjalanan mepet, mana ternyata tempatnya kami kudu nyari-nyari dulu, yo wes lah, telatnya hampir sejam. Puji Tuhan banget, aku memilih jam yang gak sibuk banget, jadi tetap dilayani, padahal waktu itu aku dah pasrah, wong aku yang salah, lagian di vouchernya dah ada tulisan kalo telat dari jam reservasi gak bisa. Tapi, aku tetap dipijet donggg…\(“,)/
-Keterangan dari penyedia
Pokoknya perhatikan baik-baik informasi dari penyedia. Misal untuk voucher karaoke, apakah kita wajib beli minuman atau tidak, atau voucher yang kita beli include makanan dan minuman atau tidak. Untuk voucher restoran, perhatikan keterangan menu dan jumlahnya. Terkadang, harga yang terlalu murah bisa jadi mencurigakan lo, hehehe. Suatu kali aku dan abangku akan membeli voucher untuk makan seafood berdua, aku lupa harganya tapi muraaaahhhhh…banget, curiga deh. Tapi karena penasaran dan pengen makan seafood, akhirnya kamu beli untuk paket berempat yang harganya juga murah. Ternyataaaa..saudara-saudara, menu yang berempat itu lebih PAS porsinya untuk kami berdua, hahaha. Yang sebenarnya membuatku bertanya-tanya, ini kami berdua yang selera makannya jumbo, atau ini strategi restoran untuk promosi-ngasi voucher dengan harga murah, tapi porsinya dikecilin, hahahaha. Tapi pada akhirnya kecurigaan kami berujung puasss \(“,)/

2. Bandingkan harga
Cek di beberapa website yang memberikan pelayanan serupa, apakah ada perbedaan harga? Pilih yang paling murah :p Yang lebih ekstrim sih aku gini, kalau ketemu 2 website yang menawarkan harga sama dan aku ingin beli, aku pilih menu BELI, biasanya kemudian ada informasi berapa yang harus kita bayarkan(harga voucher PLUS 3 digit angka istimewa sebagai tanda pengenal transaksi kita). Bisa jadi voucher seharga 50.000 di website A kita harus membayar 50.171 sedangak di website B kita harus membayar 50.546. Naaaa….Tau kan mesti pilih yang mana? Hahaha #perhitungan.

3. Jika setelah beberapa hari pembayaran dan kita belum juga menerima voucher, laporkan ke CSnya melalui email. 

4. Perhatikan voucher yang diprint dengan seksama
Biasanya kalau voucher makan ada yang ditulis dengan rinci tuh, apa aja menunya, makanannya apa, minumannya apa. Naaa…kalau di voucher itu gak ada nulis minuman, jangan ngotot yaaa…(ntar maluuu :p). Soale  terkadang restoran tersebut nyari untungnya ya dari minuman, jadi kita kudu lebih pintar, hahahaha, bawa air mineral sendiri gitu :p Di voucher biasanya dituliskan apakah kita perlu reservasi atau ngga, makanya perhatikan voucher ya. O, iya, voucher makanan ada yang boleh take away, ada yang kudu dine in. Jangan sampe salah ya.Pokoke,perhatikan voucher baek-baek. Supaya apa sodara-sodara? Supaya gak rugi!! Hahaha. Jangan sampe mau hemat malah tamat.LOL

5. Reservasi pada jam-jam tidak sibuk
Usahakan pilih di jam-jam yang gak sibuk, berjaga-jaga kalau terjadi seperti yang aku ceritakan di atas.

6. Jangan membeli beberapa voucher di satu penyedia jika belum pernah mencoba atau belum yakin pada kualitas dan kuantitas yang akan diterima
Misal nih ya, ada voucher makan seafood seharga 50000 dapet nasi 2 porsi, 1 porsi udang goreng tepung, 1 porsi gurame bakar, 1 porsi cumi saus tiram (haisss…dimana ada gini?aku juga mau :p). Naaaa….karena merasa bakal ‘untung’ kita beli 3 ato 4 voucher dong, eh…ternyata porsinya seiprit dan ngga banget alias RUGIIII. Kalo aku sarankan sih coba dulu beli 1 aja, kalo emang oke, baru deh next time beli lagi. Nah, beda kasus kalo dijual voucher J-Co seharga 35 ribu tapi nilai yang bisa kita dapatkan 50 ribu. Kita dah tahu kan kualitas dan kuantitasnya kan? Ya kalo emang butuh dan pengen beli banyak, hayuk diboronggg ^^V

Apalagi tipsnya ya? Belum terpikir deh. Ntar kalau ada lagi, aku tambahin deh, hohohoho.
Sekian dulu tips dariku. Selamat berhemat…\(“,)/

Kasongan, 23 September 2015
-Mega Menulis-

2 comments:

MaiaCan said...

Postingan kali ini, emak2 banget kak. Gue juga mau banget yang beginian. Sayang, di sini kurang fasilitas beginian :(

Mega said...

Samaaaa...di Kalimantan juga kagak ada yang ginian May. Aku make ginian pas di Jakarta dan Bandung doang ^^'

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs