.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, March 21, 2016

Masalah dalam Kehamilanku

Menginjak minggu ke-12 kehamilanku, aku dan suami memutuskan berkonsultasi ke seorang bidan. Pertama kalinya ke sana, berat badanku ditimbang (turun 2 kilo dari sebelum hamil), tekanan diukur dan normal 110/80. Tiba giliran diperiksa bidan, dia bertanya tentang kehamilanku, dan aku mengeluhkan perut bagian atasku yang terasa tegang terkadang, bahkan saat dipegang terasa sangat keras, sang bidan bertanya, apa ini. Lah, gantian aku dong yang bingung, aku juga gak ngerti yang keras itu apa T_T Kepanikanku bertambah saat sang bidan berkata ia gak merasakan babyku saat meraba perut bagian bawah. Lalu dia bertanya apa aku pernah pendarahan atau flek, kujawab aja ngga. Aku ketakutan. Mosok aku keguguran tanpa aku tahu. Mosok ga ada apa-apa, tahu-tahu si baby hilang, huhuhuhu. Perasaanku campur aduk saat itu. Abangku sangat tenang,ngiri deh L

Sang bidan memberikan rujukan untuk USG ke seorang dokter kandungan. Sepanjang perjalanan aku berdoa dan kuatir, tentunya hal ini terlihat oleh abangku. Ia menghiburku, memegang perutku dan berkata,”Apapun juga menimpamu, Tuhan menjagamu ya nak…”. Huaaaa…Gimana gak tumpah air mataku. AMINNNN, Tuhan menjagamu nakkk. Tolong kami Tuhan. Aku berdoa dalam hati. Teringat beberapa minggu ini aku menyanyikan lagu itu saat kekuatiran atau tegang perut datang sambil mengelus perutku, mengingatkan diri sendiri dan menguatkan kepercayaanku kepada Allah, bahwa Dia menjaga apapun yang menimpa kami. Sedikit lega. Tapi

Sesampainya di dokter, lagi-lagi beratku ditimbang dan diukur tekananku. Maybe karena kepikiran sepanjang di perjalanan, tekananku melonjak menjadi 140/90. Menunggu sebentar dan akhirnya aku dipanggil masuk ke ruangan sang dokter. Aku dipersilakan berbaring untuk di-USG dan saat di-USG, kami melihat sesosok makhluk mungil di sana. Huaaaaa….Aku menangis haruuuu….Senangnyaaaaaa \(“,)/ Dia masih ada, aktif dan terlihat sehat. Aku lega luar biasa, dalam hatiku aku berkata berulang kali,”Terima kasih Tuhaaaannn….Terima kasih Tuhann…”. Saat dokter men-USG bagian atas perutku, dia terkejut, “Wahh….ada miom ini, sudah lumayan besar ukurannya, diameternya sudah 12x14 cm”. Alamaaakkkk, apalagi ini pikirku. Pikiranku, 12x14 cm diagonal doang, ke belakangnya berapa ya ukurannya #sigh.

Pertanyaanku dan abangku yang pertama untuk sang dokter adalah:Apakah keberadaan si miom ini bisa mengganggu pertumbuhan bayi kami. Sang dokter bilang, dia pernah menangani kasus kehamilan dengan miom dan bayi lahir dengan berat 3 kg, tapi yang jelas pasti si ibu merasa gak nyaman selama kehamilan karena bisa sesak napas (kebayang kan rongga perut isinya dobel, baby dan miom). Aku super duper lega. Aku dah seneng aja babyku sehat, eh…si abang yang lalu banyak nanya. Apa kehamilan ini beresiko buatku dan bayi kami, akibat miom ini bagi kami berdua,  dll. Kemungkinan aku perlu cesar kata dokter saat lahiran nanti, karena takutnya aku gak bisa ngeden karena sesak napas, selain itu kalo ngeden terlalu kuat bisa mengakibatkan pendarahan, apalagi kalo miomnya dah nekan rahim, kan rahim juga tar makin besar. Sesaat aku sedih karena denger kemungkinan gak bisa lahiran normal, tapi sesudah itu aku mikir, yang penting babyku lahiran sehat dah, gak peduli pake cara apa ^^Miomku baru bisa diangkat setelah aku lahiran, itu pun setelah masa nifas, kalo diangkat selama masa kehamilan takut mengganggu bayi, sedangkan kalo diangkat barengan pas cesar takut resiko pendarahan. Aku masih biasa aja tuh dengar penjelasan dokter. Well,akhirnya misteri terpecahkan, kenapa aku pas hamilan ini gak bisa makan banyak, makan dikit aja bawaannya kenyang banget, baru 3-4 sendok dah kenyang banget, aje gileee kan….Abangku sebelum tahu aku ada miom sempat ngomong, aku pas gak hamil gak diet, pas hamil kok malah diet, saking gemasnya melihat aku makan sedikit banget. Saat itu, aku cuma kuatir, gimana dengan pertumbuhan bayiku kalo emaknya susah makan kayak gitu. Dari mana nutrisi yang dia perlu untuk tumbuh. Dipaksa makan banyak? Pernah aku coba makan banyak pas siang, setelahnya seharian aku gak bisa makan apa-apa lagi. Solusinya, makan sedikit-dikit tapi sering kata dokter. Baiklah pak dokter…

Setelah keluar dari ruangan dokter, barulah aku mulai gentar. Membayangkan gimana ntar kalo sesak napas gimana ya. Gimana kalo lahiran ntar ada apa-apa. Gimana kalo habis lahiran, gak lama kemudian aku operasi miom dan terjadi sesuatu denganku. Gimana kalo aku mati di meja operasi. Gilaaaaa…pikiranku penuh dengan kekuatiran lah pokoknya. Puji Tuhan, beberapa minggu sebelum aku tahu tentang keberadaan si miom, aku dah disiapkan sama Tuhan, I’m too blessed to complain, aku pernah share di sini  Ketimbang aku kuatir, aku mulai menghitung hal-hal yang aku syukuri ^^

Bersyukur, Tuhan memberikan bayi ini untuk kami, anugerahNya dalam pernikahan kami.
Bersyukur posisi miomku gak di mulut rahim, kalau di mulut rahim mungkin aku sulit hamil karena sperma susah bertemu sel telur.
Bersyukur, selama kehamilan aku gak pernah mual dan muntah, gak kebayang kalo dah makan susah terus muntah, kasian bayiku kan.
Bersyukur,sejauh ini pertumbuhan bayi kami normal.
Bersyukur ketahuan keberadaan si miom sekarang di awal kehamilan, coba kalo ntar-ntar pas umur kehamilan makin tua, tau-tau aku sesak napas pasti dikira sesak napas biasa, padahal beresiko banget, bersyukur tahu dari awal.
Bersyukur ada solusi, meskipun masih beberapa bulan lagi, si miom bisa diangkat kok.
Bersyukur, merasakan sangat dikasihi sama suami selama masa kehamilan ini, ada masa-masa aku merasakan sakit, dan abangku adalah suami yang melayani istrinya, dia melakukan segalanya untuk membuatku merasa nyaman. Huhuhuhuhu, tambah cinta deh samamu bang. Bersyukur memilikimu sebagai suamiku bang :*
Bersyukur karena sampai sekarang gak pernah mengalami pendarahan, flek pun ngga.
Bersyukur karena sempat nyicipin rasanya kontraksi, entah karena kelelahan ato karena tekanan miom ke rahim, tapi itu pun di rumah, gak di kantor, jadi bisa langsung berbaring. Alamaaakkkk…sakitnya ampun-ampun itu, kata dokter ada yang sampai bed rest di rumah sakit, aku di rumah aja dirawat suami dan keluarga ^^
Bersyukur,aku masih hidup, yaaawwww…..\(“,)/

Adakah kekuatiranmu akan menambah sehasta aja hidupmu Meg?

Again, I remind myself:
I’M TOO BLESSED TO COMPLAIN.
Tuhan Yesus baik. Selamanya Dia baik.
Aku mau bersyukur dan menceritakan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib di dalam hidupku.

Kasongan, 21 Maret 2016
-Mega Menulis-


Friday, March 18, 2016

Cerita Awal-Awal Kehamilan

Sewaktu awal tahun (iyeee…pas 1 Januari 2016 ini),pagi-pagi buta, aku dan abangku berdoa berdua, soale pas menjelang pergantian tahun kami berdua malah pules ngebo, hahaha. Kami mengucap syukur untuk tahun 2015 yang berlalu, mendoakan kerinduan kami untuk memiliki keturunan dan satu yang aku ingat banget, kami meminta supaya tahun ini jadi tahun dimana kami semakin mengenal TUHAN. Udah, gitu doang doanya, hehehe. Yang jelas, mengingat tahun 2015 yang berlalu, apa aja yang diperbuat Tuhan membuat aku termehek-mehek T_T Dia sungguh baik.

Time flies…Tanggal 7 Januarinya aku berulang tahun yang ke-31. Huhuhuhu, dah tua yak? ^^’ Gak papa la, yang penting masih sehat, cantik dan bahagia.LOL. Dalam hati mbatin, “Tuhaaaaannn…makasih aku boleh berulang tahun lagi. Mbok, aku ulang tahun dikasih kado hamil Tuhan….” Hahahaha. Emang berasa badan aneh sih gak kayak biasa, payudara sakit, trus badan tuh anget mulu. Haid telat, tapi hellooowwwwww…baru juga telat 3-4 hari, dah GR aja berasa dan ngebet pengen hamil. Ketawa juga sih dalam hati. Wong, pernah kok aku telat haid sampai 2 minggu pas dites pake test pack ternyata gak hamil :p Pengen sih tes lagi pas ultah tu (ngarep banget hadiah ultahnya hamil yaaaa…:p), tapi dipikir-pikir ntar kalo ternyata hsilnya gak positif, kuciwa dong di hari ultah, ya sudahlah…ntar aja tunggu telat  haidnya sampai 2 minggu ^^V

Ternyata eh ternyata sodara-sodara, niat 2 minggu itu luluh sehari kemudian (see, gimana cewe bisa dengan mudahnya berubah pikiran.LOL). Tanggal 8 diam-diam aku beli test pack yang paling murah tanpa sepengetahuan abangku,cari yang paling murah pokok’e maklum…aku kan pelit eh ngirit. Kalo ternyata gak hamil kan gak rugiiiii….Hahaha. Nah, test pack yang murah ini petujuk pemakaiannya bilang yang dites tuh air seni pertama di pagi hari karena kandungan hormonnya paling tinggi saat itu, yo wes…tanggal 9 dong aku baru tes. Malamnya aku gelisah, gak sabar nunggu pagi datang biar bisa buruan pipis dan dites :p Tapi aku blom bilang dong ke abangku mo nyobain test pack, maunya kalo beneran positif kan jadi surprise ^^V Paginya, aku bangun dan abangku dah gak ada, dah pergi ke pasar dia. Aku masuk kamar mandi dengan semangat 45, mencari wadah menampung pipisku, dan mengikuti petunjuk di kemasan test pack yang kubei semalam (iyaaa…yang murah ituuuu ^^V). Beberapa menit kemudian, garis pink yang dinanti-nanti itu muncul, huaaaaa…antara pengen tereak senang dan bingung, masalahnya garisnya samar gitu. Tuhaaannn, ini aku beneran hamil apa ngga sih? Kok samar gini sih hasilnya? Apa karena test packnya murah ya, kok hasilnya meragukan gini #sigh. Aku masuk kamar sambil memandangi hasil tes barusan. Tiba-tiba abangku masuk dan melihat test pack yang aku pegang,”Itu apaan dek?”.
“Test pack bang.Tapi aku bingung hasilnya”.
“Kok bingung dek?”, tanya abangku lagi sambil mengambil test pack yang kupegang.
“Positif bang, tapi kok samar gitu ya hasilnya, aku beneran hamil gak ya?”
Abangku juga mulai kebingungan, antara senang dan ragu,”Kita ke dokter ajakah?Biar dipastikan”. Ketahuan, sama-sama dah ngebet pengen punya baby nih kami, hahahaha.
“Gimana kalo coba tes lagi aja bang,pakai merek yang lain, siapa tau lebih jelas hasilnya. Ini test packnya murah sih, sapa tau gak akurat jadinya.”
Akhirnya, hari itu kami membeli test pack merek lain yang harganya 10x lipat test pack yang sebelumnya, gak tanggung-tanggung, 2 merek yang berbeda sekaligus, keduanya sama-sama menjanjikan keakuratan sekian puluh persen, dan tidak perlu menunggu air seni pertama di pagi hari untuk dites.

Sampai di rumah, di siang bolong, aku mencoba tes dengan test pack yang baru kami beli, dan hasilnya positif, walaupun lagi-lagi garisnya samar. Haiyaaaa….merek murah dan mahal kok sama aja sih samarnya #sigh. Tes pun kami ulang malamnya, lagi-lagi hasilnya postif dan samar sodara-sodara….!!!Oalah, apa maksudnya ini Tuhan? Akhirnya, daripada mengulang-ulang tes dengan test pack, aku dan abangku memutuskan untuk ke dokter dan USG beberapa minggu lagi. Yang jelas saat itu kami hanya bisa berdoa dan berharap supaya aku beneran hamil. Gak sabar rasanya untuk USG dan memastikan kehamilanku.

Saat kami bener-bener USG dan dokter radiologi memastikan aku hamil, huaaaa…..gak terkatakan senangnya. Walaupun yang nampak di USG hanyalah titik kecil, dokter memastikan kehamilanku sehat dan berusia kurang lebih 6 minggu,diperkirakan lahir September nanti. We are so happy \(“,)/ Kami berdua keluar ruangan dengan senyum sumringah, kami calon bapak dan ibu, huaaaa….Tuhan Yesus sungguh baik. Dia benar-benar memberikan hadiah ulang tahun yang indah buatku ^^ Terima kasih Tuhaaaannnn…\(“,)/

Melihat hasil USG kami baru percaya kalau aku benar-benar hamil, bahkan melihat hasil test pack sebanyak 3 kali itu pun kami masih ragu.
Percaya gak sih, beberapa waktu setelah USG, aku perlu melihat hasil USG berkali-kali untuk meyakinkan diriku kalau aku beneran hamil, ya gimana ya, selama hamil aku gak pernah merasakan mual dan muntah, gak pernah ngidam, gak pernah pengen makan yang asam-asam (kayak kebanyakn orang). Perubahan yang aku rasakan ya paling badan jadi hangat, payudara sakit, udah. Maybe kalo udah mbrojol kali ya aku baru percaya kalo hamil.LOL

Uh, jadi ingat perkataan Yesus kepada Thomas:
Karena engkau telah melihat aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.
Kita sering meragukan Tuhan kalau belum melihat janjiNya digenapi.
Bagaimana coba caranya percaya walau belum menerima?
Bener-bener perlu iman untuk sungguh-sungguh percaya kalau ALLAH dapat dipercaya.
Puji Tuhan, iman kita bukanlah iman yang melompat dalam gelap, iman kita adalah keyakinan kita kepada ALLAH berdasarkan perkataanNya, firmanNya. Aku perlu menyelidiki dan mengenali hatiku, apakah keyakinanku kepada ALLAH selama ini sudah berdasarkan firmanNYA, ataukah aku hanya bersandar kepada pengertianku sendiri.
Aku diingatkan untuk gak meragukan apa yang dikatakan ALLAH. Dia adalah seperti apa yang dikatakan firmanNya.Kalau aku meragukan Dia, mungkin karena aku gak sungguh mengenal Dia dan firmanNya.

Kasongan, 18 Maret 2016
-Mega Menulis-
blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs