.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, January 12, 2017

Ayub 1-5, Yohanes 4, Amsal 4

AYUB 1-5

Ayub 1:9-10 (TB)  Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.

Situasi seseorang terkadang terbalik, ada orang yang diberkati luar biasa lalu jadi melupakan Tuhan. Saat dia berada dalam kesusahan baru dia berteriak-teriak minta pertolongan Tuhan. Tuhan mengenal hambanya Ayub sehingga mempersilakan iblis menjamah apa yang dimiliki Ayub. Saat membaca bagian ini,aku sudah tahu akhir ceritanya,tapi Ayub nggak, tapibyabg menakjubkan saat segala kesusahan menimpanya bahkan saat semua anaknya mati, Ayub bisa memuji Tuhan bahkan menyembah Tuhan. 

Ayub 1:21-22 (TB)  katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Aku pernah mendengar kalau karakter seseorang teruji saat dia dalam kesusahan, Ayub teruji dalam keadaan senang maupun susah.Aku mau seperti Ayub yang di dalam kondisi senang maupun susah tetap memuji dan menyembah Tuhan.

Ayub 2:9 (TB)  Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

Astagaaaa!!! Berani-beraninya istri Ayub menyuruh Ayub mengutuki Allah. Aku sudah beberapa kali membaca ayat ini Dan baru ngeh kalo istri Ayub bilang "kutukilah Allahmu". Loh,emangnya Allahnya Ayub bukan Allahnya juga? Mungkin saja selama ini hanya Ayub yang menyembah Allah dengan segenap hati ataauuuu...Karena saking sedihnya kehilangan harta dan anak-anaknya lalu dia berkata seperti itu. Aku juga seorang wanita, gak kebayang kalau aku yang mengalami seperti istri Ayub. Tuhan...tolong jagai mulutku, supaya aku gak berdosa dengan mulutku saat aku dihadapkan pada situasi yang mengecewakan. Ajar aku berdiam daripada mendukakan Engkau dengan bibirku.

Ayub 3
Ayub mengutuki hari lahirnya sama seperti Yeremia ternyata (di aplikasi Alkitab yang aku baca ditunjukin). Aku bingung kenapa gitu, apa emang kebiasaan di zaman itu untuk mengutuki hari lahirnya saat menyesali apa yang terjadi dalam hidupnya.

Ayub 4-5
Sekilas nasihat teman Ayub terlihat baik,tapi kenapa ya Tuhan nantinya marah? Masih bingung,hehehe.

YOHANES 4
Yohanes 4
Sepanjang membaca percakapan Yesus dan wanita Samaria ini,aku merasakan bahwa Yesus benar-benar pribadi yang mampu membuat orang merasa nyaman, Dia mudah didekati oleh semua kalangan.Seorang wanita Samaria mau menceritakan kehidupannya pada pria Yahudi yang baru dikenalnya,tentunya karena Yesus pribadi yang luar biasa. Ia mendengarkan dengan sabar, Ia menegur tanpa menghakimi, Ia menyampaikan kebenaran tanpa ragu.Ia pribadi yang bersahabat karenanya anak-anak, pejabat, pelacur, pemungut cukai, nelayan, dll, pokoknya semua orang dapat dengan mudah mendekatinya. KekudusanNya tidak menghalangi orang lain mendekat dan bergaul denganNya. Ia tidak menjadi ekslusif hanya untuk kalangan tertentu, Yesus datang untuk semua orang.
Ini jadi perenunganku : Bagaimana dengan diriku sebagai pengikut Kristus? Apakah aku dapat dengan mudah bergaul dengan semua orang dan tetap hidup kudus? Apakah aku ekslusif dalam pergaulanku? Aku perlu belajar dari Yesus supaya pergaulanku menjadi berkat dan orang lain pun mau mengenal Sang Juruselamat.

AMSAL 4
Amsal 4:27 (TB)  Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.
Teringat DOA Bapa Kami,pada bagian "Jauhkanlah kami dari yang jahat". Jangan berdoa "Jauhkanlah kami dari yang jahat" sementara kaki kita melangkah mendekati kejahatan. Kenapa kita harus menjauhkan diri dari kejahatan? Itu gak lain untuk menjaga diri kita. Tidak ada orang yang kebal dari berbuat jahat. Masing-masing punya kecenderungan masing-masing pada dosa tertentu. Karenanya kita perlu mengenali kelemahan kita masing-masing, agar di lain hari kita bisa menjauhi area lemah kita. Kita gak perlu membuktikan diri telah kebal berbuat jahat.

Kasongan, 4 Januari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs