.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, January 27, 2017

Ayub 40-42, Yohanes 15, Amsal 15

AYUB 40-42

Ayub 40:4-5 (TB)  (39-37) "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.
(39-38) Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan."
Pada Ayub, Tuhan menjawabnya dengan menyatakan diriNya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana Dia mengatur dunia ini. Apa yang dilakukanNya menunjukkan:
-Tuhan mendengarkan jeritan Ayub
-Tuhan Maha Kuasa tetapi Dia peduli pada semua ciptaanNya
-Tuhan mengatur seluruh dunia ini dengan cara-cara yang gak dimengerti manusia
-Tuhan 'menjawab' Ayub berbeda dengan apa yang diharapkan Ayub
Pertanyaan-pertanyaan Tuhan menunjukkan kuasaNya dan Dia berdaulat atas semua ciptaanNya,Ayub juga akhirnya sadar akan hal itu. 

Terkadang aku juga sering seperti Ayub,mempertanyakan banyak hal sewaktu aku mengalami masalah. Dan cara Tuhan menjawab kita masing-masing berbeda.

Setelah Tuhan menjawab Ayub dengan pertanyaan-pertanyaanNya, Ayub bisa berkata:
-Ayub 42:2 (TB)  "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
Tidak ada sesuatu pun terjadi dalam hidup ciptaan Tuhan tanpa seizin Tuhan.
-Ayub 42:5 (TB)  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Ayub melalui apa yang dialaminya sadar kalau segala yang terjadi membuatnya makin mengenal Tuhan. Tuhan sendiri yang menunjukkan siapa Dia yang sesungguhnya.

Tuhan, aku berdoa supaya segala sesuatu yang aku alami membawaku makin kenal Tuhan supaya aku mengasihi Tuhan lebih sungguh lagi. Amin

YOHANES 15
Yohanes 15:2 (TB)  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Buah ada 2 macam:
-Buah ke dalam : buah roh/karakter murid-murid Kristus
-Buah ke luar : pelipatgandaan murid
Yesus mengumpamakan diriNya adalah pokok anggur dan kita rantingNya.
Ranting yang tidak berbuah maka akan dipotong,tujuannya supaya menghasilkan buah.Sedangkan ranting yang kotor dibersihkan supaya buahnya lebih banyak.Terkadang kita perlu 'dipotong', terkadang kita 'dibersihkan'. Proses dipotong dan dibersihkan ini adalah proses seumur hidup. 

Karakter Kristus dalam hidup seseorang bukan hasil sulap,tapi hasil ketaatan saat dihadapkan pada kesempatan untuk memilih mau menyenangkan Tuhan atau nggak. Demikian juga membawa orang lain menjadi murid-muridNya bukanlah hal yang mudah. Murid bicara tentang kualitas, bukan sekedar pengikut.Ada banyak bagian dalam hidup kita yang perlu dipotong dan dibersihkan : prioritas-prioritas yang salah, dosa-dosa yang masih berulang dilakukan, komitmen yang gak dilakukan, disiplin rohani yang diabaikan, dll. 

Sekarang aku sedang berjuang lagi dalam mendisiplinkan diriku jasmani dan rohani, rasanya kewalahan membagi waktu dan  melakukan yang terbaik dalam peran sebagai istri,ibu, pekerja kantoran. Berat rasanya. Tapi aku mau belajar dan berjuang lagi. Stop beralasan!

Tuhan, tolong aku,potonglah bagian-bagian dalam hidupku yang menghalangi aku berbuah. Berdiam aku dari dosa dan pelanggaranku ya Tuhan. Aku mau berbuah banyak buat kemuliaan Tuhan. Tapi sebelum aku memuridkan, jadikanlah aku murid.Amin

AMSAL 15

Amsal 15:1 (TB)  Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
Tidak ada orang yang senang mendengarkan orang berkata-kata kasar padanya, bahkan orang yang kasar sekalipun. Ibaratnya api disiram bensin makin besar, maka jawaban yang pedas membuat masalah semakin besar.

Sewaktu aku kesal dengan suamiku terkadang aku gak bisa mengendalikan lidahku. Kalau gak diam (baca:ngambek) ,aku berkata ketus. Memang sih bukan ngomong yang sampe kebun binatang keluar,tapi nada bicaraku gak menyenangkan. Aku mau bertobat dan berkata-kata dengan lemah lembut terhadap suamiku sekesal apapun aku supaya masalah yang ada bisa selesai tanpa kami jatuh ke dalam dosa.

Ya Tuhanku,ampuni mulutku yang masih susah dikendalikan ini. Jagai lidahku ya Tuhan supaya aku bisa berkata-kata yang manis terutama pada suamiku.Amin

Kasongan, 15 Januari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs