.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 25, 2017

Bilangan 1-2, Kisah Para Rasul 22, Amsal 22

Bilangan 1 - 2

Bilangan 1:3 (TB)  yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.

Waktu baca ini yang terpikir ini sensus pertama di dunia.  LoL.  Hasilnya....Jreng...jreng:

Bilangan 1:45-46 (TB)  Jadi semua orang Israel yang dicatat menurut suku-suku mereka, yaitu orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang di antara orang Israel,
berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang.

Jumlah 603.550 orang ini hanya  pria di atas umur 20 tahun,  belum termasuk anak-anak,  wanita dan suku Lewi.  Berapa banyak logistik yang diperlukan coba kira-kira? Air aja,  berapa liter coba. Gak disebutkan emang bagaimana mereka memenuhi kebutuhan airnya sehari-hari tapi Allah selalu sediakan bagi mereka.  Belum lagi makanan,  hewan untuk korban,  pembangunan kemah pertemuan,  dll.  Mereka gak pernah berkekurangan lo... Allah senantiasa mencukupkan keperluan mereka sepanjang perjalanan. Empat puluh tahun,  astagaaaa... Luar biasa banget!

Aku belajar gak kuatir.  Allah sanggup  memenuhi keperluan kita dengan cara yang ajaib. Gak tahu gimana caranya. Tapi Allah kita ahlinya mengenai BAGAIMANA.  Saat aku diminta taat,  aku gak perlu kuatir,  Allah kita bertanggung jawab memenuhi segala keperluanku.

Amsal 22

Amsal 22:24-25 (TB)  Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,
supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

Apakah aku seorang pemarah??
Ciri-ciri seorang pemarah:
-Gampang marah/tersinggung karena hal yang kecil sekalipun
-Cepat berbicara dan lambat mendengar
-Tidak mau dinasehati dan merasa dirinya yang paling benar
-Selalu berpikiran negatif
-Sering melampiaskan amarah dengan gak benar (kepada orang yang gak bersalah, atau kepada orang yang salah namun dengan cara gak benar)
-Gak punya pengendalian diri

Berdekatan dengan orang yang cepat marah membuat kita was-was karena tiba-tiba dia bisa marah karena hal kecil atau kita menjadi begitu biasa dengan sikapnya sehingga kita memaklumi saja amarahnya yang gampang meledak. Tidak ada orang yang tahan lama-lama berdekatan dengan orang yang pemarah. Tuhan Yesus pernah marah dan kita juga boleh marah, tapiiii...bukan MUDAH MARAH. Kita harus ingat kalau saat marah pun kita harus tetap memuliakan Tuhan. Pernah sharing sama suami masalah 'biasa' ini, kalo sesuatu dah biasa dilakuin maka sekalipun itu salah ya bawaannya jadi biasa aja, gak ada perubahan hidup, gak ada keinginan untuk berubah karena dah biasa. Bahaya banget tuh.

Tuhan, ajari aku untuk menahan amarahku dan melampiaskan amarahku dengan cara yang benar. Aku gak mau menjadi orang yang gampang marah dan membuat orang-orang di sekitarku gak merasakan damai sejahtera. Tolong aku Tuhan.Amin

Kisah Para Rasul 22

Kisah Para Rasul 22:1 (TB)  "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri."

Apa yang dikatakan Paulus kepada orang Yahudi sebagai pembelaan diri kalau kita baca berikutnya ternyata adalah kesaksian tentang apa yang telah dialaminya dan di situ ada kesaksian tentang Yesus. Huaaa....Puji Tuhan! \(",)/ Baca ini berasa banget kalo Paulus ni cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Pembelaannya adalah kesempatan dia bersaksi, keren banget! Orang Yahudi yang mendengarnya pasti awalnya gak menyangka kalau itu isi pembelaannya. Saat orang Yahudi sadar, Paulus sudah sempat berbicara tentang  Yesus.  Paulus punya hikmat yang berbeda karena dia hidup dipimpin Roh Kudus.

Aku sering bingung bagaimana bersaksi di hadapan orang lain tentang Yesus tapi hari ini benar-benar menyadari kalau kita mau memberitakan Yesus maka kita harus cerdik menggunakan kesempatan yang ada. Paulus gak hantam kromo,  dia pakai strategi.  Dia serius dengan penginjilan. 

Tuhan, aku mau hidup dipimpin  Roh Kudus.  Biar dalam segala sesuatu yang aku kerjakan orang lain boleh melihat Engkau Allah yang hidup di dalamku. Berikan aku hikmat ya Tuhan supaya Injil bisa diberitakan di mana pun Tuhan taruh aku.  Amin

Kasongan, 22 Februari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs