.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 25, 2017

Imamat 14-16, Kisah Para Rasul 17, Amsal 17

Imamat 14-16

Imamat 14:54-57 (TB)  Itulah hukum tentang setiap penyakit kusta, kudis kepala,
tentang kusta pada pakaian dan rumah,
tentang bengkak, bintil-bintil dan panau,
untuk memberi petunjuk dalam hal najis atau dalam hal tahir; itulah hukum tentang kusta."

Awalnya kupikir Tuhan ni semua hal kok pake diatur detail ya, kok segitunya ya....Ribet amat hidup. Cuma kalau dipikir lebih dalam, itu semua karena Tuhan mengasihi bangsa Israel. Dia mengetahui yang orang Israel gak ketahui. Dia melakukannya untuk melindungi orang Israel.

Sering kali aku merasa begitu banyak Tuhan ingin terlibat di dalam kehidupanku. Itu adalah tanda cintaNya. Bagi orang yang gak kenal Tuhan bisa saja beranggapan terlalu banyak aturan, tapi....Bagi kita yang berkata mengasihi Dia, kita perlu belajar percaya kalau Tuhan mengasihi kita dan ingin melindungi kita. Aturan tersebut dibuat untuk melindungi kita.

Tuhan, ampuni aku karena sering mengabaikan aturanMu, padahal semuanya ada karena Engkau mengasihiku dan mau melindungiku. Tolong aku ya Tuhan, untuk percaya sepenuhnya dan taat sama Tuhan walaupun aku gak mengerti alasan Tuhan memintaku melakukan ini dan itu. Aku mau belajar percaya kalau ketaatanku gak sia-sia. Amin

Kisah Para Rasul  17

Kisah Para Rasul 17:11 (TB)  Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Kenapa orang Yahudi di Berea lebih baik hatinya dibandingkan orang Yahudi di Tesalonika?
1. Mereka menerima Firman dengan segala kerelaan hati
Sikap hati mereka sedia untuk taat, ibaratnya tanah, hati mereka gembur gak keras sehingga benih Firman bisa tertanam dan tumbuh dengan subur. Ada orang yang baca Firman tapi masih keras hati dan gak mau diubahkan.Nah, orang Yahudi di Berea lebih baik hati karena Firman Tuhan bekerja dan mereka mau taat.
2. Mereka menyelidiki kitab suci untuk mengetahui kebenarannya
Menyelidiki kitab suci menunjukkan mikerinduan dan kesungguhan mereka untuk mengenal Tuhan yang mereka sembah. Mereka gak sekedar membaca tapi mereka menggali lebih dalam kitab aqsuci, mereka merenungkan yang dibaca.

Tuhan, aku mau punya hati seperti orang Yahudi di Berea, yang mau menyelidiki firmanMu dan melakukannya.Amin

Amsal 17

Amsal 17:10 (TB)  Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal.

Orang yang berpengertian MAU MENERIMA TEGURAN.
Gak peduli itu berupa kata-kata yang lembut atau keras, orang yang memiliki pengertian mengenali teguran sebagai didikan untuk menjadi benar.
Beda dengan orang yang bebal dan gak bisa diajar.

Tuhan, aku mau ditegur. Aku mau diajar dan dididik. Mampukan aku mengenali didikan walaupun terkadang bentuknya berupa teguran yang keras. Berikan aku hati yang lembut supaya teguran yang kuterima bisa mengubahku. Amin

Kasongan, 17 Februari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs