.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 25, 2017

Imamat 26-27, Kisah Para Rasul 21, Amsal 21

Imamat 26-27

Imamat 26

Tuhan menyediakan berkat dan kutuk bagi bangsa Israel dan Dia memberitahukan dengan jelas konsekuensi dari pilihan yang diberikanNya. Tuhan memberikan kehendak bebas bagi mereka untuk memilih, luar biasa banget Tuhan, padahal bisa saja Tuhan menciptakan robot, tapi ngga tuh. Tuhan ingin bangsa Israel bersukacita menikmati berkat yang Tuhan sediakan sewaktu mereka menanatiNya.

Setiap hari aku juga dihadapkan pada pilihan,mau menaati Tuhan apa ngga. Ada berkat yang tersedia waktu aku dengan kesadaran memilih menaati Tuhan.

Bagaimana aku menaati Tuhan?
Dengan melakukan perintahNya dong.
Bagaimana tahu perintahNya?
Bergaul akrab dengan Tuhan dong Meg. Berdoa. Baca firmanNya. Lakukan firmanNya.

Tuhan, tolong aku untuk melakukan firmanMu supaya hidupku beroleh berkat yang gak kunjung lenyap, berkat luar biasa seperti yang Tuhan janjikan bagi orang Israel seperti di Imamat 26:12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.  Aku rindu Tuhan terus hadir di tengah kehidupanku dan menjadi Allahku.KehadiranMu lebih dari berkat apapun ya Tuhan , Engkau cukup buatku, aku gak perlu apa-apa lagi. Terima kasih Tuhanku. Amin.

Kisah Para Rasul 21

Kisah Para Rasul 21:11-13 (TB)  Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain."
Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem.
Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus."

Paulus ini mentalnya gilaaaaa....!!!!
Udah dinubuatin bakal menderita gara-gara orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa lain eh...dia bukannya kabur atau batal ke Yerusalem, dia malahan berkata rela mati demi Yesus.
Orang lain yang mendengar itu aja menyarankan supaya Paulus jangan pergi ke sana, eh Paulus dong tetap dengan tenang ke Yerusalem. Bisa aja kan Roh Kudus memberi tahu supaya Paulus selamat. Paulus gak memilih jalan yang mudah aka kabur. Speechless dah.

Gak berhikmat? Awalnya aku mikir gitu. Kan Paulus sudah dikasih tahu nih sama Roh Kudus, bisa dong harusnya dia pergi sejauh mungkin dari Yerusalem dan memberitakan Injil, tapi dia tetap nekat. Di akhir pasal ini terlihat kalau Paulus bukannya gak berhikmat, dia meminta kesempatan untuk berbicara di depan rakyat. Di antara pilihan untuk kabur atau menyerah, Paulus malah menyerah SUPAYA dia dapat berbicara di depan banyak orang tentang Kristus, wuihhh...strategi yang hebat!

Saat aku dihadapkan pada ketidaknyamanan dan kenyamanan, apakah aku akan memilih yang Paulus pilih. Dia memilih yang paling memuliakan Tuhan. Dia gak memikirkan dirinya sendiri. Dia berpikir apa yang harus dilakukannya untuk memuliakan Tuhan saat ditangkap dan dia memberitakan Injil.

Tuhan, aku mau seperti Paulus yang gak memikirkan diri sendiri tapi memikirkan bagaimana Tuhan dimuliakan lewat apa yang aku alami. Berikan aku hikmat untuk tahu mana yang Tuhan paling dimuliakan dan berikan aku keberanian untuk memilih itu sekalipun berarti ketidaknyamanan buatku. Amin

Amsal 21

Amsal 21:5 (TB)  Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.

Kalau mau mengalami kelimpahan maka kita harus:
- punya rancangan/rencana
- rajin
Kalau cuma rajin doang, mengerjakan yang bisa dikerjakan akan dikerjakan tapi tanpa rencana maka lama kelamaan kita akan kehilangan energi dan kelelahan sendiri tapi tujuan gak tercapai. Kita gak akan tahu mana yang prioritas dan mana yang bukan, mana yang penting dan mana yang nggak, mana yang genting dan mana yang nggak. Tapi punya rencana tanpa kerajinan ma sama aja bohong, gak ada yang jadi. Boro-boro bisa melimpah, bisa cukup aja syukur.

Membuat rencana katanya tanda orang yang gak beriman, harusnya lakukan aja dan serahkan hasilnya sama Tuhan. NOOO...!!! Ngapain dong kalo gitu Tuhan kasi akal budi? Buat mikir dong. Nah, waktu berencana kita harus menyertakan Tuhan. Kalo udah, lakukan!
PLAN WHAT YOU DO AND DO WHAT YOU PLAN.

Tuhan, tolong aku dalam segala hal yang aku rencanakan, berikan aku hikmatMu supaya rencanaku selaras dengan kehendakMu dan berikan aku kerajinan untuk mengerjakannya. Amin

Kasongan, 21 Februari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs