.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, February 16, 2017

Imamat 8-10, Kisah Para Rasul 15, Amsal 15

IMAMAT 8-10

Imamat 10:1 (TB)  Kemudian anak-anakl Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.

Sekilas Tuhan terlihat kejam ya tapi seorang imam adalah pemimpin perantara umat dan Tuhan. Tuhan mau bangsa Israel belajar untuk taat, dan bagaimana mereka bisa taat kalau imamnya memberikan teladan ketidaktaatan. Sebagai imam harusnya mereka telah mengetahui aturan-aturan memberikan persembahan kepada Tuhan. Toh Tuhan sudah dengan detail memberikan aturannya. Sebagai pemimpin, mereka dituntut lebih dan mereka gagal.

Aturan bagi imam:
1. Larangan minum minuman keras bila masuk ke dalam kemah pertemuan
Orang yang minum minuman keras dapat mabuk dan Allah tidak ingin orang yang mabuk biasanya tidak punya kendali dan kesadaran penuh akan dirinya, lalu bagaimana dia dapat melayani Tuhan sesuai kehendak Tuhan.
2. Membedakan yang kudus dan yang najis
Imam sebagai perantara umat menghadap Allah tidak boleh hidup dalam kenajisan tapi harus senantiasa hidup dalam kekudusan karena Allah yang disembah adalah kudus.
3. Mengajarkan ketetapan yang difirmankan Tuhan
Imam juga punya tanggung jawab menyampaikan Firman Tuhan kepada jemaat. Imam harus mengajarkan yang benar sesuai kehendak Tuhan.

AMSAL 15

Amsal 15:23 (TB)  Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!

Sudahkah perkataanku membuat orang lain bersukacita?
Apakah aku mengatakan sesuatu tepat pada waktunya?
Aku menanyakan kedua hal ini ke diriku sendiri dan aku dapati kalau jawabannya BELUM :(
Terkadang aku dan suami bertengkar karena masalah kata-kata (tentu saja kesalahan di aku), dan saat aku renungkan lagi sekarang, penyebabnya:
1. Aku mengatakan sesuatu pada waktu yang gak tepat
2. Nada bicaraku
3. Motivasiku gak benar

Aku mau orang lain khususnya suamiku bersukacita saat mendengarku berbicara, aku mau menjadi berkat lewat kata-kata yang aku ucapkan. Aku mau melakukan yang baik dan berkenan melalui ucapanku.

Tuhan, aku mau menjadi berkat lewat kata-kataku. Tolong aku supaya tahu kapan harus bicara, ajari aku supaya berkata dengan lemah lembut, dan bereskan motivasiku ya Tuhan kalau salah. Amin

KISAH PARA RASUL 15

Kisah Para Rasul 15:17 (TB)  supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,

Tuhan ingin supaya orang-orang mencari Dia dan bangsa yang gak mengenal Dia menjadi milikNya.
Bagaimana supaya hal itu terwujud? Sebagai saksiNya, apa yang harus kita lakukan?
1. Tidak menjadi batu sandungan
Seringkali orang yang gak kenal Tuhan menjauhi kita sebelum kita sempat bersaksi tentang Kristus sebelum kita sempat bersaksi karena hal-hal yang tidak ataupun kita lakukan. Kehidupan kita gak menarik bagi orang lain dan gak membuat orang lain rindu mengenal Kristus. Pengikut Kristus yang seharusnya jadi berkat malah melakukan hal-hal yang gak menarik orang lain mendekat tetapi malahan menjauh.
2. Menceritakan keselamatan yang dari Kristus
Perbuatan dan perkataan/kesaksian kita tentang Kristus seperti 2 mata uang yang gak terpisahkan. Keduanya saling menguatkan sehingga orang lain yang gak kenal Kristus mendapatkan kesaksian yang lengkap.

Tuhan, tolong aku bersaksi lewat perkataan dan perbuatanku, aku mau membawa bangsa-bangsa yang gak kenal Tuhan. Jangan biarkan aku jadi batu sandungan tapi biarlah aku jadi berkat dimanapun aku ada. Amin

Kasongan, 15 Februari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs