.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, February 14, 2017

Kejadian 30-31, Mazmur 22, Amsal 22

Kejadian 30-31

Kejadian 30:1-24

-Kalau sebelumnya Lea cemburu karena Yakub lebih mengasihi Rahel maka Kali ini Rahel yang cemburu karena Lea memiliki apa yang tidak dimilikinya. Rahel cemburu sehingga mengeluarkan perkataan bodoh kepada Yakub "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati."(Kejadian 30:1) Tidakkah Rahel tahu kalau anak adalah anugerah pemberian Tuhan? 

- Di ayat berikutnya (Kejadian 30:2) Ayub mengingatkan kalau Tuhan saja yang mampu memberi semua yang diinginkannya. Hanya Tuhan yang sanggup memberikan apa yang kita inginkan, bukan suami kita atau pun orang lain. Kalau kita berharap sama manusia,kita harus bersiap-siap kecewa.Tidak ada yang sanggup menggantikan Tuhan di dalam hidup kita. Jangan berharap manusia melakukan apa yang hanya bisa dilakukan Tuhan, pasti kekecewaan ujung-ujungnya.

-Lea dan Rahel saling cemburu sehingga melakukan kebodohan yakni menyuruh Yakub tidur dengan budak mereka. Heran banget baca bagian ini, Yakub digilir di antara dua isteri dan dua budaknya. Astagaaaa...Entah kebiasaan di zaman itu apa gimana ya (jadi ingat Sara yang menyuruh Abraham tidur dengan budaknya untuk mendapatkan keturunan), yang jelas mereka seperti gak menghormati perkawinan mereka sendiri. Sudah aneh waktu Ribka meminta Yakub tidur dengan budaknya, lah Lea ikut-ikutan padahal Yakub sudah mendapatkan keturunan dari dia. Ini mengajarkanku kalau kecemburuan selalu membuat seseorang bertindak gak masuk akal.

-Tuhan penuh kasih karunia dan pengampunan, di tengah kekacauan di keluarga Yakub Dia masih mau memberkati Yakub dengan banyak keturunan.

Tuhan, tolong aku dan suamiku untuk tetap  menjadikan Engkau yang utama dalam kehidupan pernikahan kami. Sebagai istri, mampukan aku mengendalikan diriku termasuk lidahku supaya suamiku diberkati dengan ucapanku. Jagai rumah tangga kami ya Tuhan. Amin.

Kejadian 31:32 (TB)  Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu." Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.
-Bingung, buat apa sih Rahel mencuri terafim itu, apa pula gunanya? Karena penasaran aku googling dan mencari terafim itu apa lalu aku dapati ini:

Terafim (Ibrani: תרף teraf; bentuk jamak: תרפים terafim; bahasa Inggris: teraphim) adalah kata bahasa Ibrani diartikan "patung berhala", khususnya dewa keluarga (Kejadian 31:19), yang dilarang di Israel (1 Samuel 15:23, Hosea 3:4) sebagaimana disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.
Apakah ini berarti Rahel juga mau menyembah patung berhala seperti ayahnya? 

-Rahel mencuri tanpa sepengetahuan Yakub dan akibatnya Yakub dituduh mencuri oleh mertuanya dan perjalanan mereka terhenti. Ini peringatan buatku, saat aku melakukan perbuatan dosa, suami dan keluargaku juga akan ikut menanggung akibatnya.

-Rahel mencuri dan gak menceritakannya kepada Yakub sampai-sampai Yakub berkata pada siapa terafim itu ada maka janganlah dia hidup. Yakub mengutuki tanpa tahu istrinya yang berbuat, perkataan sungguh penuh kuasa. Aku belajar dari bagian ini kalau harus ada keterbukaan antara suami isteri  termasuk dalam hal dosa supaya bisa saling mengingatkan dan mendoakan.

MAZMUR 22
Mazmur 22:29 (TB)  (22-30) Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
Pada akhirnya suka gak suka semua orang akan menyembah Tuhan. Bagaimana  aku menyembah Tuhan? Aku menyembah Dia saat aku mengakui Dia sebagai Tuhan dan rajaku.  Tiap hari aku mau mempersembahkan hidupku dan memberikan waktuku khusus buat Tuhan, untuk menyembah Dia secara pribadi.

AMSAL 22

Amsal 22:1 (TB)  Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.
Nama baik kalau zaman sekarang kaitannya dengan pencitraan.Ada orang yang terlihat adil dan penuh kasih terhadap orang lain tapi terhadap keluarganya sendiri malah kasar. Ada orang yang terlihat membenci pornografi di tempat umum, tapi begitu sendirian menjadi pecandu pornografi. Dan masih banyak lagi.

Standar Alkitab kalau berbicara tentang nama baik adalah INTEGRITAS.

Secara definisi kata integritas berasal dari bahasa Inggris yakni integrity, yang berasal dari akar kata integer yang mana artinya menyeluruh, lengkap atau segalanya.

Dalam keseluruhan aspek hidup kita, sudahkah ada kesesuaian antara perbuatan, perkataan, pikiran dan yang kita yakini? Apakah yang kita lakukan saat sendirian sama dengan yang kita lakukan di hadapan banyak orang? Apakah di dalam terang dan gelap kita adalah orang yang sama? Apakah kita dikenali sebagai orang yang sama oleh keluarga dan karyawan kita?

Misal ni,kita tahu kalau sebagai istri harus tunduk pada suami, kita yakin kalau rumah tangga kita akan jadi kesaksian yang menggambarkan bagaimana jemaat tunduk pada Kristus saat kita tunduk pada suami, kita juga berdoa dan memperkatakan Firman dan berkoar-koar tentang penundukan TAPI....Kalau sikap kita ke suami gak gitu, apakah kita disebut berintegritas? (Ini aku sedang nampar-nampar diri sendiri,lol).

Tuhan Yesus, tolong aku. Jadikanlah aku orang yang berintegritas. Kau tahu kesulitanku. Tolong aku Tuhan, supaya gak mencari-cari alasan untuk hidup benar di hadapanMu. Amin

Kasongan, 22 Februari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs