.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, February 10, 2017

Kejadian 41-42, Mazmur 26, Amsal 26

Kejadian 41-42

Kejadian 41:39-40 (TB)  Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."

Firaun menyerahkan segala kuasa atas istananya kepada Yusuf kemungkinan karena beberapa hal:
- Yusuf sangat pandai dan bijaksana, gak ada orang yang melebihi dia dalam hal kepandaian di Mesir
- Yusuf diberkati dan disertai Tuhan
- Yusuf dapat dipercaya

Sebagai anak Tuhan, jika kita ingin dipakai Tuhan memimpin di pemerintahan, kita harus memperhatikan ketiga hal tersebut.
Jika orang yang bodoh dan gak bijaksana memimpin, wah...jangan-jangan kebijakannya akan merugikan orang lain dan sekitarnya.
Nah, kalau seseorang yang gak diberkati dan disertai Tuhan gimana? Tentunya dia memimpin dengan pemikiran dan hikmatnya sendiri,keputusan-keputusannya bisa jadi gak mendapat perkenan Tuhan.
Sekarang bayangkan kalau seseorang mendapat kuasa mengatur pemerintahan padahal dia gak dapat dipercaya, jangan-jangan dia akan menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingannya sendiri.

Baca pasal ini aku mau gak mau ingat Ahok. Jadi berdoa supaya Tuhan bangkitkan anak-anakNya yang ada di Indonesia menjadi pemimpin yang seperti Yusuf. Trus berdoa juga untuk anak-anak Tuhan yang bekerja di pemerintahan bisa jadi berkat seperti Yusuf, orang pintar banyak tetapi mereka yang diberkati Tuhan dan dapat dipercaya gak banyak.

Aku mau seperti Yusuf, yang dapat dipercaya dalam segala keadaan, dia setia dari perkara yang kecil hingga yang besar. Tolong aku ya Tuhan, untuk mengerjakan hal-hal kecil dengan kesetiaan yang besar supaya nama Tuhan dimuliakan. Amin

Kejadian 42:4 (TB)  Tetapi Yakub tidak membiarkan Benyamin, adik Yusuf, pergi bersama-sama dengan saudara-saudaranya, sebab pikirnya: "Jangan-jangan ia ditimpa kecelakaan nanti."

Astagaaaa....Yakub masih aja pilih kasih!! Dia gak juga berubah dalam hal ini, apa yang dilihatnya sewaktu kecil demikian membekas (Ishak dan Ribka orang tuanya juga sama) hingga Yakub susah menghilangkan kebiasaan ini. Kembali diingatkan kalau aku sebagai orang tua gak boleh gitu, karena nantinya sadar gak sadar anakku akan meniru kebiasaan burukku. Aku mau melakukan yang baik supaya jadi teladan buat anakku dan generasi penerusku.

Kejadian 42:9 (TB)  Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka. Berkatalah ia kepada mereka: "Kamu ini pengintai, kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga."

Akhirnya mimpi Yusuf di masa kecil menjadi kenyataan, saudara-saudaranya tunduk di hadapanya. Apapun visi dari Allah atas hidup kita pasti jadi kalau kita sudah siap. Allah memproses seseorang terlebih dulu dalam hal karakternya sebelum mewujudkan visiNya. Allah bisa saja sedari dulu menjadikan mimpi Yusuf tapiiiii...Ngga! Dia proses Yusuf sedemikian rupa hingga karakternya teruji dan dia siap.

Mazmur 26

Mazmur 26:2 (TB)  Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

Daud merasa telah hidup dalam ketulusan dan mempercayai Tuhan sepenuhnya tapi Daud meminta Tuhan untuk:
-mengujinya
-mencobanya
-menyelidiki batin dan hatinya
Daud tahu kalau segala jalan manusia lurus menurut pandangannya sendiri. Nah, makanya dia mau Tuhan yang menguji, mencoba dan menyelidiki perkataannya tersebut.

Menguji, mencoba dan menyelidiki tadi bertujuan untuk memurnikan Daud, untuk mengetahui apakah Daud benar sama sesuai perasaannya tadi. Bukan Tuhan yang memerlukan semua itu toh Tuhan Maha Tahu, Daud yang perlu tahu siapa dirinya sebenarnya sehingga dia bisa mengubah dirinya menjadi sesuai dengan kehendak Tuhan.

Aku juga mau seperti Daud yang punya kerinduan untuk tahu siapa dirinya di mata Tuhan, dia ingin tahu kebenaran dan hidup di dalamnya, dia bersedia dikoreksi , dia tahu kalau gak ada yang mengenalnya melebihi Tuhan sendiri.

Seperti Daud, ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

AMSAL 26

Amsal 26:13 (TB)  Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!"

Pemalas selaluuuu...saja punya alasan untuk gak mengerjakan sesuatu atau menunda-nunda pekerjaan.

Ah aku capek, banyak banget kerjaan di kantor hari ini, ntar aja lah ngurus kerjaan rumah.
Masih ada hari esok buat mencuci.
Nanti aja lah nyapunya toh nanti kotor lagi.
Nyetrikanya ntar aja tunggu trip nyuci kedua, biar sekalian.
Repot banget masak, bikin Indomie aja ah...
Dan masih banyak lagi alasan!!!

Baca ini aku jadi ingat ayat yang bilang:
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga.

Daripada mencari alasan mending aku mencari solusi untuk setiap pekerjaan yang   memang jadi pekerjaanku:
-Buat bumbu banyak untuk mempermudah masak
-Manajemen waktu (buat jadwal rutin kapan mengerjakan pekerjaan rumah)
-Kurangi main Facebook selagi bekerja,fokus dengan kerjaan kantor.
-Lapor pimpinan kalau kerjaan over load supaya bisa dibagi dengan orang lain

Tuhan, berikan aku hikmat dalam menyelesaikan pekerjaanku, ajar aku menghargai waktuku, katupkan bibirku kalau aku mau mengeluarkan, berikan aku sukacita dan gak menganggap beban segala pekerjaanku. Amin

Kasongan, 26 Januari 2017
- Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs