.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 25, 2017

Kejadian 43-45, Mazmur 27, Amsal 27

Kejadian 43-45

Kejadian 43:9 (TB)  Akulah yang menanggung dia; engkau boleh menuntut dia dari padaku; jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya.

Ada pertobatan pada saudara-saudara Yusuf, Simeon sebelumnya bersedia ditahan, lalu Yehuda bersedia menjamin keselamatan Benyamin untuk dibawa ke Mesir.Yakub jelas-jelas masih pilih kasih tapi anak-anaknya sepertinya sudah gak membenci Benyamin seperti mereka membenci Yusuf. Aku belajar kalau pertobatan gak tergantung pada sikap orang lain, pertobatan adalah pilihan kita masing-masing. Gak tahu proses apa yang dialami saudara-saudara Yusuf, yang jelas mereka mau melindungi Benyamin. Yakub boleh saja masih pilih kasih,tapi anak-anaknya memilih untuk tetap mengasihi Benyamin karena ayahnya yang sudah tua itu, mereka melindungi Benyamin.

Aku pun kalau mau bertobat gak usah melihat kiri kanan, sekalipun orang lain melakukan yang gak baik, aku tetap harus melakukan yang terbaik.Pertobatanku gak bergantung orang lain tapi karena aku belajar menghormati Tuhan.

Kejadian 45:5 (TB)  Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.

Luar biasa Yusuf!
Dia bukannya mendendam tapi memaafkan.
Dia bukannya berpahit hati tapi menjalani hidupnya dengan melakukan yang terbaik.
Dia gak menyalahkan Tuhan tapi malah melihat rencana Tuhan dalam segala sengsaranya.

Tuhan, ajar aku untuk mengenal maksud Tuhan saat izinkan segala sesuatu terjadi dalam hidupku, tolong aku melihat kepentingan Tuhan dibanding fokus pada diri sendiri. Aku mau seperti Yusuf yang fokus pada maksud Tuhan.

Mazmur 27

Mazmur 27:14 (TB)  Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Ayat sebelumnya bilang kalau pemazmur ingin melihat kebaikan Tuhan.
Lalu ayat ini bilang:
Nantikanlah Tuhan!
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
Kalau kita mau melihat kebaikan Tuhan kita harus mau menanti Dia.
Nah, menanti Tuhan membutuhkan kekuatan dan keteguhan hati karena Tuhan gak sekejap datang saat kita ingin, waktu Tuhan terkadang beda dengan waktu kita. Kita hanya melihat dan fokus dengan hasil, tapi Tuhan peduli pada proses, Ia melihat bagaimana hati dan karakter kita selama proses penantian. Hati kita akan menentukan bagaimana sikap kita selama menanti.

Kita bisa memilih:
Apakah kita tetap bersabar dalam penantian atau kita gak sabar dan bertindak sendiri?
Apakah mulut kita penuh dengan keluhan atau penuh dengan ucapan syukur?
Berjalan dengan keraguan atau melangkah dalam iman?

Tuhan, aku mau menantikan Engkau. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatiku, jangan biarkan aku menjadi lemah di dalam masa penantianku. Aku percaya akan melihat kebaikanMu.Amin

Amsal 27

Amsal 27:7 (TB)  Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.

Entah kenapa baca ayat ini aku ingat ayat lain yang berkata,"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan". Dan ayat lain yang berkata "Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya? "

Sadar gak sadar kita sering selektif dalam membaca dan  mengingat Firman Tuhan, ayat tentang berkat kita hapal di luar kepala, tapi yang isinya 'keras', teguran dan peringatan kita gak ingat. Kita memilih-milih dalam melakukan firmanNya karena kita merasa sudah kenyang. Hati kita harus berada dalam kondisi lapar dan haus akan kebenaran supaya apa saja Firman Tuhan yang kita dengar akan memuaskan kita. Orang yang lapar GAK AKAN memilih-milih makanan, dia begitu lapar sehingga akan menikmati apa saja yang diberikan kepadanya. Dia gak peduli makanan itu lembut atau keras, enak atau ngga, pahit atau manis.

Tuhan,berikan aku hati yang haus dan lapar akan kebenaran firmanMu supaya aku terus merasakan manisnya firmanMu, supaya aku gak pilih-pilih dalam mengingat firmanMu, supaya aku menaati semua firmanMu Tuhan. Aku mau tiap hari dipuaskan oleh firmanMu.Amin

Kasongan,  27 Januari 2017
-Mega Menulis -

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs