.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 25, 2017

Kejadian 48-50, Mazmur 29, Amsal 29

Kejadian 48-50

Kejadian 48:5-6 (TB)  Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon.
Dan keturunanmu yang kauperoleh sesudah mereka, engkaulah yang empunya, tetapi dalam pembagian warisan nama mereka akan disebutkan berdasarkan nama kedua saudaranya itu.

Apa karena Yakub bilang dia empunya Efraim dan Manasye ya makanya nanti suku-suku Israel adalah suku Efraim dan suku Manasye, bukannya suku Yusuf.

Kejadian 48:20 (TB)  Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: "Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye." Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye

Membaca ini aku jadi diingatkan bahwa perkataan penuh kuasa dan kita bisa memilih mau jadi berkat atau ngga bagi anak cucu kita. Itu pilihan kita. Di masa tuanya, dengan iman Yakub memberkati kedua cucunya sebelum dia mati.

Ibrani 11:21 (TB)  Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.

Aku juga memilih akan menjadi berkat gak cuma bagi anak-anakku tapi juga bagi cucu-cucuku. Aku mau memberkati keturunanku dengan perkataanku seperti Yakub. Doaku semoga aku juga jadi berkat lewat sikapku.

Kejadian 49:1, 31-32 (TB)  Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari.
Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situlah dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya
dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het."

Aku baru sadar!!! Ternyata gak ada Rahel di situ. Di gua itu terkubur pasangan suami isteri Abraham dan Sara, pasangan suami isteri Ishak dan Ribka,nah... Kemudian nantinya pasangan Yakub dan Lea ;) Istimewa sekaligus tragis sih buatku, di masa hidupnya Lea berjuang mati-matian untuk menjadi yang paling dikasihi dan diperhatikan Yakub, tapi baru setelah kematiannya dia mendapatkan apa yang dia inginkan yakni satu-satunya tempat di sisi Yakub.

Kejadian 50:20 (TB)  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Allah luar biasa!!!!
Dari segala kekacauan dan kejahatan yang terjadi sanggup diubahkanNya menjadi kebaikan. Saat kita melakukan yang jahat pun sanggup diubahkanNya untuk kebaikan. Bukan berarti kita boleh seenaknya berbuat dosa, karena tentu saja kita gak bebas dari segala konsekuensi perbuatan jahat. Aku diingatkan kalau Tuhan hadir dalam setiap perkara di hidup kita, bagian kita adalah melakukan yang terbaik karena kita mengasihi Dia.

Mazmur 29

Suara Tuhan ada di mana-mana, hadir di saat tak terduga dalam hidupku.
Suara Tuhan memanggilku saat aku belum mengenalNya, memberikan aku kerinduan mengenal Dia.
Suara Tuhan menyenangkan, penuh rasa humor, terkadang mengundang senyum di wajahku, seringnya aku tersenyum di dalam hati.
Suara Tuhan berkata,"Kasih karunia Ku cukup bagimu Meg", saat aku merasa lemah gak berdaya.
Suara Tuhan menegurku saat aku tergoda berbuat dosa namun Dia diam saat aku mengeraskan hatiku.
Suara Tuhan memelukku saat aku menangis dan hanya bisa berkata berulang,"Tuhan tolong, sakit Tuhan."
Suara Tuhan tegas mengusir badai di hidupku tapi terkadang Dia hanya diam menemaniku dalam badai.
Suara Tuhan berkata,"Aku sekali-kali gak akan meninggalkanmu Meg" saat aku dikhianati.
Suara Tuhan menggodaku,"Nah.. gitu dong Meg" saat aku memilih melakukan hal yang benar si mataNya.
Suara Tuhan berkata,"Aku mengasihimu Meg, aku sudah mati buatMu" saat aku meragukan kasihNya.
Bersyukur aku masih mendengar suaraNya.
Aku mengasihimu Tuhan.
Dan Dia berkata,"Aku juga mengasihimu Mega.Selalu."

Amsal 29

Amsal 29:17 (TB)  Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

Sara sudah berumur 5 bulan, minggu-minggu ini aku dapat teladan dari ci Lia dan  Cella tentang bagaimana mendidik anak, seorang om kami juga tiba-tiba gak ada angin gak ada hujan menceritakan bagaimana mendidik anaknya. Memang kami sudah melihat hasilnya, kedua anaknya tumbuh dewasa berbeda dengan anak lain. Mereka gak banyak tingkah atau nakal, mereka mendatangkan sukacitaku bagi kedua orang tuanya. Orang tua mereka dapat mempercayai mereka dalam segala hal karena sejak kecil mereka terbukti dapat dipercaya.

Aku diteguhkan lagi bahwa sejak dini cara kita mendidik anak akan menentukan bagaimana dia tumbuh besar nanti. Kalau sampai kami salah dalam mendidik anak-anak kami jangan-jangan bukan ketentraman dan sukacita yang kami rasakan. Tiap hari kami sebagai orang tua akan kuatir apa yang terjadi pada anak kami, apa yang diperbuatnya, bagaimana karakter mereka.

Kasongan,  29 Januari  2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs