.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 25, 2017

Keluaran 22-24, Kisah Para Rasul 6, Amsal 6

Keluaran 22-24

Keluaran 22

Banyak sekali aturan yang dibuat Allah untuk orang Israel pada zaman itu!
Hidup dengan berbagai peraturan bagi banyak orang lain mungkin merupakan kekangan tapi kalau dipikir-pikir lagi, aturan dibuat untuk melindungi kita.

Terkadang hidup sebagai orang percaya juga sepertinya banyak aturannya, Firman Tuhan bilang ini gak boleh itu gak boleh, ini dosa itu juga dosa.  Tapiiiii... Kita perlu ingat kalau itu semua untuk melindungi diri kita. Allah punya tujuan saat berfirman atau memerintahkan kita.

Keluaran 22:9 (TB)  Dalam tiap-tiap perkara pertengkaran harta, baik tentang seekor lembu, tentang seekor keledai, tentang seekor domba, tentang sehelai pakaian, baik tentang barang apa pun yang kehilangan, kalau seorang mengatakan: Inilah kepunyaanku — maka perkara kedua orang itu harus dibawa ke hadapan Allah. Siapa yang dipersalahkan oleh Allah haruslah membayar kepada temannya ganti kerugian dua kali lipat.

Wihhh... Zaman dulu keren banget ya, Allah sendiri yang menjadi Hakim atas perkara orang Israel. Gimana ya rasanya berbuat salah Allah sendiri yang menjadi hakimnya, ngeri-ngeri sedaplah itu. Ngeri bagi yang bersalah dan sedap bagi yang gak bersalah.

Tuhan, mampukan aku untuk taat ya Tuhan, aku mau percaya saat Tuhan minta aku melakukan sesuatu atau melarangku, Tuhan punya tujuan. Walaupun aku gak selalu mengerti tapi aku mau taat ya Tuhan. Amin.

Keluaran 23:3 (TB)  Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya

Awalnya aku heran baca ayat ini, bukannya  biasanya kita diminta membela orang miskin? Ya to? Tapiiiii... Allah melalui perintah ini mau mengingatkan kalau kita harus adil dalam menyatakan kebenaran. Saat menghakimi kita gak boleh berpihak pada siapapun. Kebenaran adalah kebenaran.

Keluaran 24:8 (TB)  Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini." 

Wahhh...Perkataan Musa mirip dengan perkataan Yesus pada malam perjamuan terakhir, Yesus minum anggur bersama murid-muridNya dan berkata:
Matius 26:28 (TB)  Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Diingatkan lagi bagaimana darah Kristus sudah tercurah agar dosaku diampuni.

Tuhan, terima kasih karena aku boleh menerima janji-janjiMu karena penebusan Kristus atasku. Terima kasih Tuhan, karena melayakkanku menghampiri Engkau karena Yesus. Terima kasih Tuhan. Amin

Kisah Para Rasul 6

Kisah Para Rasul 6:3-4, 7 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Jika setiap anggota tubuh Kristus tahu karunianya dan mau berkontribusi bersaksi sesuai karunianya tersebut maka pelayanan akan semakin efektif menjangkau lebih banyak orang. Aku diingatkan kalau karunia orang itu mengajar, baiklah dia mengajar. Kalau karunia orang itu memberi, baiklah dia memberi. Kalau karunia orang itu menulis, baiklah dia menulis.Dll. Setiap kita perlu mengenali diri kita dan karunia apa yang telah diberikan oleh Tuhan lalu menggunakannya untuk kemuliaan namaNya.

Dengan kesibukanku sebagai istri dan ibu yang bekerja, pelayanan di luar rumah bukanlah menjadi prioritas saat ini. Aku mau bersaksi dari rumah dan kantorku karena aku banyak menghabiskan waktu di sana dengan cara mulai aktif lagi menulis di blog.Dan yang lebih penting, aku mau menjadi saksi Tuhan melalui peranku sebagai istri, ibu dan pekerja. Semoga Tuhan yang tolong aku supaya hidupku bisa jadi kesaksian.

Amsal 6

Amsal 6:6-7 (TB)  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

Spesial banget ini ayat untuk seminggu ini. Kepala di kantorku dan beberapa pejabat di kantor selama seminggu ini akan dinas ke luar kota, dalam seminggu ini kantor akan sepiiiii....Banyak pegawai yang akan pulang lebih cepat dari biasanya, bahkan ada yang gak masuk kantor karena pimpinan tidak ada. Tidak ada yang mengawasi bo!!!

Aku gak boleh seperti itu!
Bagaimana hidupku mau jadi kesaksian kalau aku rajin cuma pas ada pimpinan. Sempat sih berpikir, lah.. kan siapa yang mau liat, toh orang-orang aja kemungkinan banyak sekali yang gak ngantor.
Jangan gitu Meg!!!Dilihat gak dilihat siapapun semut tetap rajin lo...Mosok kamu kalah dengan semut??
Lagipula, Tuhan liat lo.... Ini BIG BOSS yang lihat. Apa kamu gak mau menyenangkan Tuhan dalam hal kerajinanmu di kantor?

Tuhan, tolong aku seminggu ini ya...Waktu aku tergoda mengikuti orang lain yang gak masuk kantor, ingatkan aku kalau aku gak boleh kalah dari semut yang selalu rajin biarpun gak ada pimpinannya. Jangan biarkan aku makan makanan kemalasan ya Tuhan. Amin.

Kasongan, 6 Februari  2017
-Mega Menulis

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs