.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, March 11, 2017

Bilangan 35-36, Hosea 9, Amsal 9

Bilangan 35-36

Bilangan 35:2, 8 (TB)  "Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya dari milik pusaka kepunyaannya diberikan mereka kota-kota kepada orang Lewi untuk didiami; juga haruslah kamu memberikan kepada orang Lewi tanah-tanah penggembalaan yang di sekeliling kota-kota itu.
Mengenai kota-kota yang akan kamu berikan dari tanah milik orang Israel, dari suku yang banyak jumlahnya haruslah kamu ambil banyak, dan dari suku yang sedikit jumlahnya haruslah kamu ambil sedikit. Setiap suku harus  kepada orang Lewi sekadar milik pusaka yang dibagikan kepadanya."

Tuhan mengajarkan orang Israel untuk MEMBERI pada orang Lewi yang telah dikhususkan untuk melayani Tuhan, dari suku yang diberi banyak maka harus memberi kota demikian juga dari suku yang sedikit jumlahnya harus memberi sedikit.

Baca ini aku jadi diingatkan kalau aku diberkati untuk menjadi berkat. Saat Tuhan memberikan berkatNya buatku,  Dia mau aku jadi saluran berkatNya bagi orang lain. Semakin banyak diberi,  harusnya semakin banyak pula aku dapat memberi. Seringnya aku melupakan ini.

Tuhan,  ampuni aku karena hanya mau diberi  tanpa memberi.  Aku mau memberi karena aku telah diberi oleh Tuhan lebih banyak. Amin

Bilangan 35:12 (TB)  Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili.

Bilangan 35:12 (BIMK)  Di kota-kota itu orang itu akan aman dari sanak saudara kurban pembunuhannya yang mau membalas dendam. Sebab orang yang dituduh membunuh orang lain, tidak boleh dibunuh kalau perkaranya belum diperiksa di pengadilan umum.

Tuhan ingin ada keadilan di dalam umatNya, Dia gak mau orang Israel main hakim sendiri, harus ada pengadilan yang adil sebelum dia dihukum. Dan baru nyadar kalau pada zaman itu benar-benar berlaku mata ganti mata ya,  saat seseorang melakukan pembunuhan, maka bisa dipastikan akan ada sanak saudara dari orang yang dibunuh yang akan menuntut balas.  Mengerikan sekali kalau dipikir balas-membalas ini kalo ngasal tanpa diperiksa ,  makanya Tuhan ingin ada pengadilan sebelum dilakukan pembalasan,  ya iya lah..  Kalau ngga kacau banget kan balas-membalas ga ada aturan.

Hosea 9

Hosea 9:10 (TB)  Seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu. Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.

Orang Israel dalam perjalanannya menuju tanah Kanaan malahan menikahi perempuan Moab yang menyembah Baal dan ikut menyembahnya sehingga Tuhan marah dan membunuh mereka. Di sini dikatakan mereka melakukan kejijikan, lah... Gimana gak melakukan kejijikan, penyembah Baal melakukan banyak hal yang Tuhan benci, sex bebas di kuil-kuilnya sebagai bagian penyembahan berhala, pemberian bayi-bayi sebagai korban. Kebyang dong perasaan Tuhan melihat umat pilihannya ikut menyembah Baal. Dan itu dimulai 'hanya' dari menikahi perempuan Moab yang menyembah berhala.

Dari hal ini aku belajar:
1.Perempuan memiliki pengaruh yang kuat
SAMA seperti perempuan Moab yang membuat orang Israel tertarik lalu setelah dinikahi bisa membuat orang Israel untuk menyembah Baal dewa mereka dan membuat mereka jatuh dalam dosa,  aku juga punya pengaruh terhadap suamiku.Pengaruh apa yang ingin aku berikan kepada suamiku hari ini?
2.Satu dosa akan membawa ke dosa lain
Mungkin orang Israel gak membayangkan kalau 'hanya karena' menikahi perempuan Moab akan membawa mereka melakukan dosa yang sangat besar dan dibenci Tuhan. Aku gak boleh melakukan dosa. TITIK. Sekali aku memberi kesempatan diriku melakukan dosa maka dosa lain akan terus aku lakukan.
3.Jangan memiliki kesombongan rohani
Mungkin ada orang Israel yang mikir:  "Ah...  Ga papa lah ya aku menikahi orang Moab,  aku bisa membuat mereka bertobat dan ikut menyembah Tuhan kami".
Tapi nyatanya???? Aku belajar kalau sebagai orang yang percaya Tuhan kita harus senantiasa berjaga-jaga dan berdoa supaya gak jatuh. Jangan pernah mengira kalau diriku gak bisa jatuh. Aku lemah dan aku bisa jatuh entah dalam area apa makanya aku harus selalu dekat sama Tuhan, kalau ngga bahaya.

Tuhan, aku gak mau mengulangi kesalahan orang Israel,  tolong aku mengingat pelajaran hari ini supaya aku gak melakukan kesalahan yang sama. Aku gak mau beri kesempatan dosa.  Amin

Amsal 9

Amsal 9:17 (TB)  "Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya."

Dosa yang dilakukan tersembunyi itu memang enak. Gimana gak enak,  wong kalo gak enak pasti gak dilakukan to? Nah,  apalagi kalau disembunyikan dan orang lain gak tahu,  dosa dapat dinikmati sepuasnya tanpa harus dihakimi oleh orang lain. Tapi benarkah demikian?NGGAK!!! Enaknya dosa yang dilakukan tersembunyi cuma sesaat,  konsekuensinya buanyaakkkk! Malahan lebih berbahaya dibadingkan dosa yang dilihat orang lain. Beberapa di antara konsekuensinya:
1.Kita akan semakin tenggelam dalam dosa tersebut
Mungkin awalnya karena kita pikir 'gak papa toh ga ada orang yang tahu' lalu kita melakukan dosa itu,  merasa bersalah sebentar terus mikir lagi 'gak papa toh ga ada orang yang tahu', lama kelamaan kita dah gak merasa bersalah,  dosa sudah menjadi kebiasaan yang susah dihilanglan. Suara hati dah dimatikan,  yang awalnya ngerasa berdosa lama kelamaan ngga, mati rasa.
2.Kita menjadi orang yang munafik
Karena dosa ini dilakukan tersembunyi awalnya dan terus tersembunyi maka orang hanya tahu versi baik kita,  aslinya busuk. Tapi mau gak mau kita akan terus bersandiwara di depan orang lain,  emang enak jadi pemain sandiwara seumur hidup. Capek keles.
3.Kita akan dihakimi oleh diri kita dan iblis secara kejam/iblis mengambil kesempatan
Mungkin orang lain gak tahu,  tapi diri kita sendiri dan iblis tahu, siap-siap dihakimi oleh mereka seumur hidup deh. Mereka ini yang akan membuat kita susah menerima anugerah pengampunan dari Tuhan. Misal nih kita tobat dan Tuhan mengampuni,  tapiiii..  Apa kita dengan gampang mengampuni diri sendiri??? Apa iblis akan biarkan kita tenang dan tobat? Ngga!! Iblis bakal buat hidup kita gak tenang.
4. Merusak relasi kita dengan Tuhan
Ini yang paling ngeri! Emang sih kita yang terima anugerah keselamatan selamanya akan jadi anakNya,  tapi bayangkan deh. Apa dengan mudah kita bisa menghampiri Tuhan waktu kita masih bergelimang dosa? Status tetap anak, tapi ga bisa dengan bebas datang dan berdoa atau ngobrol sama Tuhan? Sedih banget kan? Bukan Tuhannya yang menjauh tapi kitanya yang otomatis tahu diri dan mulai jaga jarak sama Tuhan, secara naluri kita tahu Tuhan tu kudus dan kita berdosa. Tuhan benci dosa.

Aku harus berhati-hati dengan hal-hal yang ingin dan kadang aku lakukan tersembunyi seperti makan diam-diam atau masturbasi (Ya! kadang aku tergoda melakukan ini. Masturbasi gak semenyakitkan hubungan badan-bukan suami nyakitin loh ya, lol,  tapi karena kondisiku yang ada miom, berhubungan badan kadang menyakitkan). Saat aku mau melakukan dosa tersembunyi ini,aku mau segera kasih tau ke suamiku supaya aku batal melakukan dosa itu, karena aku lemah maka aku perlu bantuan orang lain menjaga diriku.

Tuhan,  aku mau berhenti melakukan dosa tersembunyi, aku gak mau relasiku dan Tuhan rusak,  aku gak mau iblis beroleh kesempatan. Tolong aku yang lemah ini ya Tuhan.

Kasongan,  9 Maret 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs