.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, March 19, 2017

Ulangan 14-16, Yoel 1, Amsal 15

Ulangan 14-16

Ulangan 14:1 (TB)  "Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang;

Pas baca ini, dalam hati aku mikir:
Kenala sih gak boleh menoreh-noreh diri?
Kenapa sih gak boleh menggundul rambut di atas dahi karena kematian seseorang?
Emang kenapa?
Apa salahnya?
Kalau dilakukan apa akibatnya?
Ah,  gak papa aja kali ya kalau dilakukan....
DUAR!!!
Kok jadi malah mau melakukan ya,  padahal dah nyata-nyata Tuhan bilang gak boleh.
Mungkin gak sih ya,  pemberontakanku sama Tuhan dimulai dari hal seperti ini,  saat aku mulai mempertanyakan yang jelas-jelas perintah Tuhan,  lalu mulai kompromi dan mikir gak apa-apa,  eh..  Ujung-ujungnya malahan jadi BERDOSA KARENA GAK TAAT.

Tuhan,  ajari aku untuk berkata ya pada setiap perkataanMu walaupun aku gak tahu kenapa atau bagaimana, aku mau belajar taat ya Tuhan sekalipun aku gak mengerti. Amin

Ulangan 14:23 (TB)  Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.

... SUPAYA ENGKAU BELAJAR UNTUK SELALU TAKUT AKAN TUHAN,  ALLAHMU.
Kalo dipikir-pikir, emang bener Tuhan TIDAK MEMBUTUHKAN sepersepuluh dari hasil orang Israel, wong Dia yang empunya segalanya kok. Orang Israel yang membutuhkan perpuluhan sebagai sarana belajar hidup takut akan Tuhan. Melalui ini, mereka belajar  taat saat hasil benihnya sedikit,  bahkan tetap taat hasil benihnya banyak. Mudah memberikan alasan, "Ah, hasilku sedikit Tuhan, aku gak usah aja ya memberi perpuluhan"  atau "Hasilku tahun ini banyak sekali,  kalau seperseratusnya aja aku berikan pun sudah lebih banyak dari biasanya, seperseratusnya aja ya Tuhan", jatuh-jatuhnya jadi nawar sama Tuhan. Kalo emang gak niat,  mau hasil dikit atau banyak pasti akan ada aja alasan. Tapiiiii..  Kalau hidup dalam takut akan Tuhan,  pasti taat gak melihat keadaan, taat ya taat aja. Apakah aku hidup dalam takut akan Tuhan sebagaimana orang Israel yang memberikan sepersepuluh miliknya supaya bisa belajar takut akan Tuhan?
Apakah aku hidup dalam ketaatan kepadaNya dalam segala hal?
Atau jangan-jangan aku mencari alasan untuk ketidaktaatanku?

Ulangan 15:10-11 (TB)  Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.
Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu." 

Baca bagian ini aku diingatkan tentang memandang dari sudut pandang yang berbeda,  teringat tayangan di Kick Andy tentang orang-orang yang suka memberi buat orang lain, pas ditanya kenapa, rata-rata menjawab kalau waktu memberi mereka malah merasa semakin banyak mendapat. Mendapat apa? Apakah karena hartanya makin banyak? Ngga juga,  tapi mereka merasa semakin ingin banyak berbagi dengan orang lain. Nah lo! Mereka malah melihat banyaknya orang yang butuh bantuan sebagai kesempatan mereka berbuat baik lebih banyak,  semakin banyak kebikan yang bisa ditebar. Ini adalah kesempatan membagikan kasih Tuhan.

Aku mau belajar memandang orang-orang  yang memerlukan bantuanku sebagai kesempatan untuk membagikan kasih Tuhan.  Bukannya mereka yang memerlukan aku tapi aku yang memerlukan mereka supaya aku belajar mengasihi Tuhan lewat apa yang aku lakukan bagi mereka.

Yoel 1

Yoel 1:1 (TB)  Firman TUHAN yang datang kepada Yoël bin Petuel.

Firman Tuhan ke Yoel untuk disampaikan pada orang Israel agar bertobat. Tidak ada keterangan tentang siapa Yoel ini, apa pekerjaannya,  atau riwayatnya. Yang jelas Tuhan mau memakai Yoel untuk menyampaikan firmanNya bagi Israel dan Yoel mau. Jadi teringat Musa yang di awal di panggil Tuhan malahan beralasan macam-macam.

Mungkin aku juga bukan siapa-siapa,  bukan hamba Tuhan yang full timer,  bukan pendeta juga,  tapi aku mau belajar taat seperti Yoel. Kalau Tuhan panggil untuk sampaikan isi hatinya atau Dia minta aku untuk bersaksi aku mau. Di manapun aku mau bersaksi,  sesuai kasih karuniaNya.

Amsal 15:1

Amsal 15:31 (TB)  Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.

Ditegur tu buatku gak enak,  kenapa??
Malu. Gak enak. Kita jadi harus berubah. Berubah tu yang paling SUSAH. Karena aku dah terlanjur nyaman dengan diriku yang sekarang.
Terkadang reaksi awalku ditegur jadi defense, gak ngerasa salah,  males dekat-dekat sama yang menegur.

Aku mau berubah. Mau mendekat sama orang yang mau menegurku supaya hidupku berubah jadi bijak. Teguran tu tanda perhatian orang lain.  Teguran berguna untuk mengingatkanku saat salah dan aku diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Teguran tu hadiah yang mahal,  gak semua orang mau menegur dan mengambil resiko dibenci atau disalah arti,  orang yang mau menegur pasti begitu mengasihiku sampai mau mengambil resiko itu.  Teguran adalah kasih yang menampakkan diri secara nyata,  dia gak bersembunyi.

Tuhan,  aku mau belajar mencintai didikan Tuhan lewat teguran orang lain. Tolong aku supaya berespon yang benar saat ditegur ya Tuhan. Amin.

Kasongan,  15 Maret 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs