.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, April 18, 2017

1 Samuel 4-8, Matius 8, Amsal 8

1 Samuel 4-8

1 Samuel 4:4 (TB)  Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.

Bangsa Israel berinisiatif membawa tabut perjanjian Allah dari Silo ke perkemahan mereka saat berperang dengan orang Filistin,  padahal Tuhan gak pernah memerintahkan mereka melakukan hal tersebut. Akibatnya, mereka malah mengalami kekalahan besar,  dari yang awalnya empat ribu orang tewas menjadi tiga puluh dua ribu orang.

Membaca bagian ini aku diingatkan untuk melakukan bertanya pada Tuhan dulu sebelum melakukan segala sesuatu, benar-benar mendengar maunya Tuhan apa dan hanya melakukan apa yang Tuhan inginkan. Aku diingatkan untuk gak mengandalkan hikmatku sendiri tapi sungguh mengandalkan Tuhan.

1 Samuel 5-6

Kupikir, bukan kebetulan tabut perjanjian ada di tangan orang Filistin. Tuhan malah menyatakan kemuliaanNya selama tabut itu ada di Filistin, tiap tabut itu dipindahkan ke suatu tempat baru maka Tuhan menunjukkan kuasaNya,  dewa orang Filistin tidak berdaya menghadapi tangan kuat Tuhan.

Allah benar-benar turut bekerja dalam segala untuk sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.  Bagi orang Israel mungkin beranggapan riwayat mereka sudah tamat karena tabut Allah sudah dirampas, tapi Allah memakai peristiwa untuk menunjukkan kalau Ia berkuasa melebihi segala allah bangsa lain. Allah malah menunjukkan pada bangsa lain kalau hanya Dia lah sebenarnya Allah yang layak disembah.  Sayangnya bangsa Filistin yang mengetahui kuasa Allah malahan gak memakai kesempatan itu untuk bertobat.

Aku juga mau percaya,  dalam segala sesuatu yang aku alami Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Apa yang aku kira peristiwa yang buruk pun dapat dipakai Tuhan untuk menyatakan kemuliaanNya.

1 Samuel 7:3-4, 13 (TB)  Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin."
Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN.
Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel,

Aku diingatkan untuk menyembah Tuhan dengan segenap hati dan menyingkirkan segala hal yang membuatku menjauh dari Tuhan. Kalau ada hal-hal di hidupku yang gak berkenan di hadapan Tuhan aku harus segera​ menyingkirkannya supaya jangan hal tersebut membuat Tuhan marah dan aku jadi gak mendapat perkenan dari Tuhan.

1 Samuel 8:7, 9 (TB)  TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.
Oleh sebab itu dengarkanlah permintaan mereka, hanya peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh dan beritahukanlah kepada mereka apa yang menjadi hak raja yang akan memerintah mereka."

Orang Israel menolak Tuhan sebagai raja mereka dan mencari  raja manusia. Mereka lebih memilih dipimpin manusia dibanding Tuhan. Selama ini yang membedakan bangsa Israel dengan bangsa lain adalah adanya Tuhan yang langsung memimpin mereka, tapi mereka malah ingin menjadi sama seperti bangsa lain yang gak mengenal Tuhan.

Ini peringatan  buatku, aku mengaku mengenal Tuhan, tapi apakah aku sudah hidup dengan mengakui Dia sebagai rajaku? Atau jangan-jangan sikapku sama dengan mereka yang gak mengenal Tuhan.

Matius 8

Matius 8:2 (TB)  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Dalam kehidupan orang Israel, orang kusta dianggap najis. Orang kusta ini menyadari hal tersebut,  dia datang kepada Yesus dengan sikap hormat, menyembahNya dan meminta kesembuhannya dengan iman,  dia meyakini kesanggupan Yesus dan gak memaksa-maksa Yesus menyembuhkan dia, dia berkata, "jika Tuan mau...."

Aku membandingkan sikapku saat datang kepada Tuhan dengan orang kusta ini:
-Apakah saat aku menghadap Tuhan aku menyadari kalau aku adalah orang berdosa yang membutuhkan Tuhan
-Apakah aku datang langsung menyembah Tuhan dan sikap hatiku menghormati Dia karena siapa Dia atau aku langsung sibuk memberikan daftar apa yang aku inginkan
-Apakah saat aku meminta dalam doaku aku sudah meminta dengan iman dan percaya sepenuhnya kalau Dia berkuasa menjawab doaku
-Apakah aku memaksa Tuhan menjawab doaku sesuai keinginanku atau aku menyerahkan kepada Tuhan untuk menjawab sesuai dengan kasih karuniaNya

Saat berdoa atau datang pada Tuhan,  aku gak sekedar datang memberikan daftar kebutuhan-kebutuhanku. Ya,  aku boleh meminta saat datang kepadaNya. Tapi aku gak boleh lupa ada unsur lain dalam doa selain meminta. Dalam doa aku juga mengakui dosaku,  aku menyembah Dia karena siapa dia,  aku memuji Tuhan untuk segala yang telah diperbuatNya.

Mulai hari ini, aku berdoa gak cuma untuk minta-minta,  tapi aku memuji dan menyembah Tuhan.

Amsal 8

Amsal 8:36 (TB)  Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."

Siapa yang gak berhikmat merugikan dirinya sendiri!
Mempunyai hikmat berbeda dengan mempunyai pengetahuan karena berhikmat atau nggaknya seseorang gak tergantung dari seberapa banyak dia tahu,  tapi seberapa baik dia melakukan apa yang dia ketahui. Bagaimana dia menjadi pelaku firman dan bukan penghapal firman. Dikatakan kalau kita gak berhikmat maka kita sendiri akan rugi,  ya iya lah... Kebodohan yang kita lakukan, kebiasaan buruk yang masih melekat,  kemalasan kita berbuat yang baik,  dan berbagai hal baik yang gak kita lakukan atau berbagai hal buruk yang kita lakukan akan merugikan diri sendiri, bukan orang lain.

Aku berkomitmen gak cuma menerima hikmat atau firman Tuhan aja setiap hari. Aku mau melakukan firman yang telah aku kuterima dan berusaha taat,  mengaplikasikannya dalam kehidupanku setiap hari, bahkan dengan cara yang paling sederhana supaya aku gak rugi. Tahu apa yang baik tapi gak berbuat.

Kasongan,  8 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs